SOLOBALAPAN.COM – Di tengah ketatnya persaingan moda transportasi antarkota, KA Lodaya tetap bertahan sebagai salah satu kereta api favorit di lintas selatan Pulau Jawa. Selama lebih dari 25 tahun, kereta ini menjadi andalan masyarakat yang bepergian dari Bandung menuju Solo maupun sebaliknya.
Kereta api milik PT Kereta Api Indonesia (Persero) tersebut resmi beroperasi pada 21 September 1998 sebagai bagian dari pengembangan layanan kereta api jarak jauh di jalur selatan Jawa. Kehadirannya menjadi alternatif perjalanan yang menghubungkan Bandung dan Solo tanpa harus melewati lintas utara.
Nama Lodaya diambil dari tokoh legenda dalam budaya Sunda yang melambangkan keberanian, kekuatan, dan semangat. Penamaan itu dipilih karena Bandung, sebagai kota asal layanan ini, merupakan pusat kebudayaan Sunda.
Baca Juga: Stasiun Kedungjati, Simpul Bersejarah Perkeretaapian di Jawa Tengah
Pada awal beroperasi, KA Lodaya melayani penumpang dengan rangkaian kelas eksekutif dan bisnis. Seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat, PT KAI terus melakukan modernisasi layanan.
Kini, KA Lodaya menggunakan rangkaian stainless steel generasi terbaru yang dilengkapi kursi ergonomis, pendingin udara, sistem informasi perjalanan digital, hingga berbagai fasilitas yang meningkatkan kenyamanan perjalanan jarak jauh.
KA Lodaya melayani relasi Bandung–Solo Balapan dengan melewati sejumlah stasiun penting, di antaranya Cimahi, Cipeundeuy, Tasikmalaya, Banjar, Kroya, Kutoarjo, Yogyakarta, Klaten, hingga Solo Balapan.
Baca Juga: Stasiun Gawok, Stasiun Berusia 139 Tahun di Sukoharjo yang Tetap Aktif Layani KRL Solo–Jogja
Selain menjadi penghubung antarkota, jalur selatan yang dilintasi KA Lodaya juga dikenal menawarkan panorama alam yang khas. Penumpang disuguhi pemandangan pegunungan Priangan, hamparan sawah, sungai, hingga jembatan-jembatan kereta yang menjadi daya tarik tersendiri sepanjang perjalanan.
Keberadaan KA Lodaya juga berperan penting dalam mendukung mobilitas masyarakat, mulai dari pekerja, mahasiswa, wisatawan, hingga pelaku usaha. Jalur yang menghubungkan Bandung, Yogyakarta, dan Solo menjadi salah satu koridor strategis karena menghubungkan pusat pendidikan, destinasi wisata, serta kawasan perdagangan di Pulau Jawa.
Baca Juga: Lokomotif CC201, Andalan Perkeretaapian Indonesia Selama Lebih dari Empat Dekade
PT KAI terus meningkatkan kualitas layanan melalui pembaruan sarana dan standar operasional agar perjalanan semakin aman, nyaman, dan tepat waktu.
Memasuki usia lebih dari seperempat abad, KA Lodaya tidak hanya menjadi salah satu kereta api unggulan di lintas selatan, tetapi juga menjadi bukti bagaimana layanan perkeretaapian Indonesia terus bertransformasi mengikuti perkembangan zaman tanpa meninggalkan perannya sebagai tulang punggung transportasi antarkota.
Editor : Kabun Triyatno