SOLOBALAPAN.COM - Di sisi timur Kota Solo berdiri Stasiun Palur, sebuah stasiun yang memiliki peran penting sebagai pintu masuk menuju Solo dari arah timur.
Berlokasi di Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar, stasiun ini kini dikenal sebagai stasiun pemberhentian akhir KRL Commuter Line Yogyakarta–Palur, sekaligus menjadi salah satu simpul transportasi penting di kawasan Solo Raya.
Stasiun Palur merupakan bagian dari jalur kereta api Solo Balapan–Wonogiri yang dibangun pada masa kolonial Belanda oleh Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS).
Baca Juga: Saksi Bisu Semarang–Vorstenlanden: Stasiun Telawa Juwangi, Benteng Kereta Api Terakhir di Boyolali
Jalur ini awalnya digunakan untuk menghubungkan Kota Solo dengan wilayah Sukoharjo dan Wonogiri, sekaligus mendukung distribusi hasil pertanian dan perkebunan dari daerah selatan menuju pusat perdagangan di Solo.
Pada masa lalu, Stasiun Palur melayani perjalanan kereta api penumpang maupun angkutan barang.
Namun seiring perkembangan transportasi jalan raya, aktivitas di stasiun ini sempat mengalami penurunan.
Baca Juga: Stasiun Wonogiri, Saksi Sejarah Jalur Kereta yang Pernah Menjangkau Baturetno
Revitalisasi jalur Solo–Wonogiri yang dilakukan pemerintah bersama PT Kereta Api Indonesia kemudian mengembalikan peran Stasiun Palur sebagai salah satu titik penting dalam jaringan transportasi rel di Solo Raya.
Perubahan terbesar terjadi pada 2022, ketika layanan KRL Commuter Line Yogyakarta–Solo resmi diperpanjang hingga Stasiun Palur.
Perpanjangan layanan ini menjadikan Palur sebagai stasiun akhir perjalanan KRL sekaligus mempermudah mobilitas masyarakat dari Karanganyar menuju Solo dan Yogyakarta tanpa harus berganti moda transportasi.
Selain melayani KRL, Stasiun Palur juga menjadi lintasan KA Batara Kresna yang menghubungkan Solo dengan Wonogiri.
Kehadiran dua layanan tersebut membuat Stasiun Palur semakin strategis sebagai titik pertemuan transportasi lokal dan komuter.
Lokasi Stasiun Palur yang berada tidak jauh dari kawasan industri, permukiman, dan akses menuju Kabupaten Karanganyar membuat jumlah penumpang terus meningkat.
Banyak pekerja, pelajar, hingga wisatawan memanfaatkan stasiun ini sebagai alternatif perjalanan yang lebih cepat dan efisien dibandingkan menggunakan kendaraan pribadi.
Kini, Stasiun Palur tidak hanya menjadi gerbang timur Kota Solo, tetapi juga menjadi simbol perkembangan transportasi modern di Solo Raya.
Kehadiran layanan KRL hingga Palur menunjukkan upaya pemerintah dalam meningkatkan konektivitas antardaerah sekaligus mendorong masyarakat beralih ke transportasi publik yang lebih ramah lingkungan.
Editor : Kabun Triyatno