Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Kisah Penjaga Kenangan Audio Jadul di Kota Solo, Tangan Dingin Ferry Sulap Rongsokan Jadi Cuan

tim solobalapan • Jumat, 10 Juli 2026 | 23:09 WIB
Potret Ferry Solo Diteras Rumahnya, Sosok Spesialis Audio Jadul Tape Deck
Potret Ferry Solo Diteras Rumahnya, Sosok Spesialis Audio Jadul Tape Deck

SOLOBALAPAN, KREATIF — Di tengah pesatnya kemajuan zaman dan gempuran teknologi digital, mendengarkan musik kini menjadi perkara yang sangat mudah.

Hanya dengan sekali klik pada platform streaming digital di gawai, jutaan lagu dari berbagai belahan dunia langsung tersaji.

Namun, bagi sebagian penikmat audio, mendengarkan musik lewat kepraktisan digital terasa ada yang kurang.

 Barang antik dan analog sering kali menawarkan nuansa nostalgia serta kehangatan suara yang tidak bisa digantikan oleh teknologi modern.

Di Kota Solo, sekaligus dalam skena pencinta audio jadul Indonesia, terdapat satu nama legendaris yang sudah sangat familier, khususnya di bidang reparasi tape deck kuno.

Ia akrab disapa Ferry Solo. Pria berusia 52 tahun ini menjadi sosok penting yang berhasil menyelamatkan lantunan kenangan masa lalu yang sempat bisu.

Perjalanan Otodidak dari Pasar Elpabes hingga Hantaman Era MP3

Keahlian Ferry dalam mengotak-atik perangkat pemutar pita kaset ini tidak didapatkan dari bangku sekolah formal.

Ia mengasah keterampilannya secara murni otodidak sejak pertengahan era 90-an, tepatnya pada tahun 1995. Kala itu, Ferry menenggelamkan diri bersama rongsokan elektronik di salah satu kios milik rekannya di Pasar Elpabes, Surakarta.

"Tahun 95 itu saya ikut temen di kios Pasar Elpabes, sampai sekitar tahun 98-an. Ya berarti ada tiga tahun, kan waktu itu tape masih menjadi barang yang familiar pada tahun tersebut.

Ilmu yang saya dapat saat ini berasal dari belajar sekaligus membenarkan melalui barang audio jadul pada masa itu, kan ngga ada itu sekolah atau pelajaran khusus yang mengajarkan keterampilan terkait tape deck," kenang Ferry.

Perjalanan kariernya sempat menemui ujian berat pasca-reformasi memasuki tahun 2000-an.

Seiring dengan redupnya tren pita kaset yang tergilas oleh kepraktisan format MP3 dan VCD, Ferry terpaksa membanting setir menjadi tukang servis elektronik umum seperti televisi, kulkas, hingga mesin cuci selama lebih dari satu dekade.

Namun jodoh tak lari ke mana, pintu gerbang dunia audio kuno kembali terbuka bagi Ferry pada tahun 2016 saat ia berhasil menghidupkan kembali tape deck rusak milik temannya yang sempat ia ragukan sendiri.

Tabel Spesifikasi Jasa Reparasi dan Jangkauan Pelanggan Ferry Solo

Guna memberikan peta informasi yang rapi, transparan, dan mudah dipahami bagi para kolektor yang ingin melakukan perawatan perangkat, berikut adalah rangkuman datanya:

Komponen Layanan Rincian & Estimasi Biaya Catatan Kompetensi & Fasilitas
Spesialisasi Utama Perbaikan Tape Deck (Pemutar Pita Kaset) Kuno Mampu menangani perangkat regular hingga kelas high-end seharga motor baru.
Metode Kerja Berbasis keahlian otodidak dan jam terbang tinggi Mengedepankan keuletan, ketelitian, dan detail orisinalitas komponen.
Lokasi Bengkel Kerja Teras Rumah Pribadi (Ukuran 7x6 Meter) Ruang kerja merangkap etalase pameran koleksi audio jadul yang tertata rapi.
Kisaran Tarif Servis Rp150.000 hingga Rp1.000.000 Bergantung pada tingkat kerumitan kerusakan (tarif fleksibel bagi kolektor bernilai historis).
Asal Domisili Klien Lokal Solo Raya hingga Luar Kota Kerap menerima paket kiriman dan kunjungan langsung dari Surabaya hingga Bandung.

Menghidupkan Kembali Dendang Nostalgia Antarkota

Saat ini, teras rumahnya yang berukuran 7x6 meter telah disulap penuh menjadi laboratorium audio jadul.

Setiap harinya, Ferry ditemani oleh deretan perangkat pemutar musik dari berbagai merek ternama zaman dulu yang berjejer rapi di etalase kaca. 

Mulai dari pemutar kaset standar kelas rumahan, hingga perangkat langka bernilai investasi tinggi yang harganya setara dengan motor baru gres dari dealer.

Kelihaian tangan Ferry Solo pun menyebar dari mulut ke mulut hingga ke luar daerah.

Tak jarang, para kolektor dari luar kota rela menempuh perjalanan jauh demi mengantarkan langsung unit tape deck kesayangan mereka agar mendapatkan sentuhan magis dari Ferry.

Ia menceritakan salah satu pengalaman unik di mana seorang pelanggan asal Surabaya sengaja mampir ke rumahnya di Solo hanya untuk menitipkan tape rusak sebelum sang pelanggan melanjutkan perjalanan bisnisnya menuju Bandung.

Bagi para kolektor sejati, nominal biaya perbaikan yang dikeluarkan tentu tidak menjadi masalah besar.

Sebab, apa yang diperbaiki oleh Ferry bukan sekadar urusan mekanis gir atau kelistrikan dinamo yang mati, melainkan sebuah upaya untuk menghadirkan kembali kenangan berharga, kehangatan keluarga di masa lalu, serta melodi penuh memorable yang sempat hilang ditelan zaman.

(mg)

Editor : Didi Agung Eko Purnomo
#solobalapancom #tapedeck #kasetpita #audiojadul #surakarta