Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

Monumen PGRI Solo, Jadi Simbol Sejarah Pendidikan dan Kesatuan Guru di Indonesia

Reinaldo Suryo Negoro • Jumat, 2 Februari 2024 | 01:51 WIB
Monumen PGRI yang terletak di halaman SMPN 10 Solo menjadi simbol kesatuan guru Indonesia ( SURAKARTA.GO.ID)
Monumen PGRI yang terletak di halaman SMPN 10 Solo menjadi simbol kesatuan guru Indonesia ( SURAKARTA.GO.ID)

SOLOBALAPAN.COM - Sebuah tugu megah berdiri kokoh di halaman SMP N 10 Solo, Jalan Kartini, Kampung Timuran.

Tugu ini yang dilengkapi dengan patung Burung Garuda Pancasila, ternyata adalah Monumen Guru PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia).

Meski tidak banyak yang mengetahuinya, tugu ini menyimpan makna penting sebagai simbol pergerakan guru-guru di Indonesia.

Dilansir dari Pemerintah Kota Surakarta, bukan tanpa alasan tugu ini diletakkan di Solo.

Kota Solo diketahui menjadi saksi sejarah lahirnya PGRI melalui kongres perdananya.

Sebelumnya, para guru pernah membentuk Persatuan Guru Hindia Belanda (PGBH) pada tahun 1912.

Transformasi PGBH menjadi Persatuan Guru Indonesia (PGI) pada 1932 disoroti Belanda karena mengandung kata 'Indonesia' dalam namanya.

Meski mendapat perlawanan dari Belanda dan kemudian Jepang, semangat para guru tidak padam.

Puncaknya terjadi setelah kekalahan Jepang pada tahun 1945, di mana kongres guru pertama kali digelar di Solo.

Dalam kongres itu, terbentuklah Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dengan semangat persatuan tanpa membedakan agama dan golongan.

Kongres Guru Indonesia pada 24-25 November 1945 menjadi momen bersejarah, memberikan semangat dan motivasi bagi para guru untuk bersatu memajukan pendidikan di Indonesia.

Mereka sepakat menghapus segala perbedaan, termasuk organisasi, kelompok, dan latar belakang, untuk membangun kesatuan.

Monumen PGRI, sebagai simbol kuat keberanian guru-guru, berdiri tegak mempertahankan NKRI melalui dunia pendidikan.

Tiga tujuan utama PGRI terfokus pada mempertahankan Republik Indonesia, meningkatkan tingkat pendidikan sesuai dasar-dasar kerakyatan, dan membela hak serta nasib buruh, khususnya guru.

Kini, Monumen PGRI di Solo telah diakui sebagai Bangunan Cagar Budaya, mengukuhkan posisinya sebagai penanda penting dalam sejarah pendidikan Indonesia.

Solo, dengan lahirnya PGRI, menjadi tonggak bersejarah yang menggambarkan semangat dan dedikasi guru-guru dalam membentuk masa depan pendidikan bangsa. (mg5/rei)

Editor : Reinaldo Suryo Negoro
#sejarah #guru #indonesia #kesatuan #Monumen PGRI Solo #solo