Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

Menilik Keindahan di Balik Mitos Canthik Perahu Rajamala, Hiasan Bersejarah Museum Radya Pustaka Solo

Reinaldo Suryo Negoro • Kamis, 1 Februari 2024 | 09:14 WIB
Canthik Perahu Rajamala di Museum Radya Pustaka yang disebut punya sejarah dan mitos yang unik (SOLO CITY TRAVEL)
Canthik Perahu Rajamala di Museum Radya Pustaka yang disebut punya sejarah dan mitos yang unik (SOLO CITY TRAVEL)

SOLOBALAPAN.COM - Canthik Perahu Rajamala merupakan hiasan yang dipasang di ujung depan dan belakang perahu Rajamala.

Dalam catatan sejarah, hiasan ini dibuat atas gagasan Pakubuwana V saat masih menjadi putra mahkota pada masa pemerintahan sekitar tahun 1788-1820.

Dilansir dari laman Pemerintah Kota Solo, canthik atau hiasan ini terbuat dari kayu jati yang berasal dari hutan Donoloyo, hutan khusus milik Keraton Solo.

Menurut legenda, hutan ini memiliki mitos yang unik.

Konon, ketika terdapat bangunan keraton yang kayunya perlu diganti saat itu juga ada pohon jati di hutan Donoloyo yang tumbang.

Canthik Perahu Rajamala memiliki rupa yang terbilang menyeramkan.

Namun, di balik rupanya yang menyeramkan tersebut terdapat filosofi yang unik.

Pemilihan bentuk tersebut didasari atas kesaktian tokoh Raden Rajamala yang tak terkalahkan dalam kisah pewayangan.

Selain itu, Rajamala juga dianggap sebagai simbol tolak bala dan aura negatif.

Terdapat kisah yang menyertai terbentuknya canthik ini yaitu peristiwa pelamaran putri Bupati Cakraningrat di Sumenep, Madura oleh Pakubuwana IV.

Kala itu, transportasi perahu merupakan transportasi yang paling umum digunakan.

Pakubuwana IV menginginkan perahu yang dinaikinya memiliki ornamen bagus.

Lantas, dipilihlah Rajamala menjadi ornamen sekaligus nama dari perahu Pakubuwana IV.

Perahu Rajamala memiliki diameter berukuran 58, 9 × 6, 5 meter.

Awalnya, perahu ini difungsikan sebagai alat transportasi air bagi permaisuri Pakubuwana IV jika ingin pulang ke Madura.

Namun, perahu tersebut hanya dipakai untuk hilir mudik tujuan Solo - Gresik.

Hingga pada masa pemerintahan Pakubuwana VII, dibuatlah duplikatnya untuk disimpan di keraton.

Kini, Canthik Perahu Rajamala dapat dilihat di Museum Radya Pustaka. Canthik tersebut ditempatkan di ruangan yang gelap.

Menurut mitos yang beredar, saat memasuki ruangan tersebut aura mistis akan langsung terasa menusuk tubuh.

Selain itu, konon banyak orang percaya bahwa canthik tersebut tak ingin dipindah sehingga keberadaannya tetap ditempatkan di ruangan yang sama. (mg4/rei)

Kini mendapat inspirasi dan referensi fashion menjadi lebih mudah dengan Circle to Search with Google
Kini mendapat inspirasi dan referensi fashion menjadi lebih mudah dengan Circle to Search with Google
Fitur Night Mode membuat foto fashion kamu jadi lebih epic. Say no more to lowlight picture!
Fitur Night Mode membuat foto fashion kamu jadi lebih epic. Say no more to lowlight picture!
Dapatkan hasil foto yang kece secara magic dengan AI editing tools dari Galaxy AI
Dapatkan hasil foto yang kece secara magic dengan AI editing tools dari Galaxy AI
Bahasa bukan lagi menjadi masalah untuk kamu memperluas koneksi kamu ke ranah global
Bahasa bukan lagi menjadi masalah untuk kamu memperluas koneksi kamu ke ranah global
Editor : Reinaldo Suryo Negoro
#Canthik Perahu Rajamala #sejarah #museum radya pustaka #solo #mitos