Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

Jembatan Pasar Gede Hardjonagoro, Saksi Bisu Kerukunan Antar Umat Beragama Solo yang Membawa Kisah Sejarah

Reinaldo Suryo Negoro • Kamis, 25 Januari 2024 | 02:57 WIB
Potret Jembatan Pasar Gede Hardjonagoro (DOK. SURAKARTA.GO.ID)
Potret Jembatan Pasar Gede Hardjonagoro (DOK. SURAKARTA.GO.ID)

SOLOBALAPAN.COM - Jembatan Pasar Gede Hardjonagoro atau yang sering disebut sebagai Jembatan Kali Pepe, memikat dengan daya tariknya yang khas.

Dengan enam tiang tegak di kanan dan kiri, jembatan ini melintasi Kali Pepe, dikenal sebagai ikon kota Solo.

Dilansir dari laman resmi Pemerintah Kota Surakarta, lebar jembatan ini sekitar 10 meter dan dua jalur berlawanan, jembatan membentang sepanjang 50 meter dari timur ke barat.

Secara geometris, menghubungkan Tugu Jam Pasar Gede di timur dengan Tugu Pemandengan dan Balaikota Surakarta di barat, menciptakan ikatan unik antara simbol rakyat dan pusat pemerintahan.

Daya tarik jembatan ini juga terletak pada struktur tiangnya yang kokoh, terbuat dari tembok tebal yang membesar ke bagian bawah.

Puncak tiang dihiasi oleh empat lampu unik, menciptakan pemandangan yang memukau saat malam tiba.

Dinding bergelombang dan jalur pedestrian dengan pagar tembok menyertai perjalanan di atas jembatan.

Kali Pepe di bawahnya selain bersih, juga menjadi tuan rumah untuk wisata kapal susur selama perayaan Grebeg Sudiro.

Deretan perahu cantik bertabur lampion di malam hari menciptakan gemerlap indah di permukaan sungai.

Dilansir dari laman Pemerintah Kota Solo, Jembatan Pasar Hardjonagoro tak hanya sebagai destinasi wisata.

Namun Kali Pepe juga menyimpan sejarah panjang sebagai akses transportasi air vital bagi Kota Solo pada masa lalu.

Dengan pelabuhan Sungai Bengawan Solo, komoditas dari Kerajaan Majapahit dan wilayah sekitar diangkut melalui perahu kecil hingga destinasi dagang di Sudiroprajan dan Kali Jenes.

Jembatan Pasar Gede Hardjonagoro bukan hanya sebuah struktur fisik.

Ia juga menjadi saksi bisu bagi kerukunan antar umat beragama.

Setiap hari besar keagamaan, jembatan ini dihiasi oleh ratusan lampion dan lampu, menciptakan atmosfer dinamis kerukunan di Kota Solo.

Ditetapkan sebagai Cagar Budaya, sebuah prasasti di ujung barat jembatan mengukir pengakuan akan nilai sejarahnya,

Prasasti itu juga memperkuat komitmen warga Solo untuk merawat dan menjaga kelestarian jembatan yang menjadi identitas dan pusat kesejarahan Kota Solo.(mg5/rei)

Editor : Reinaldo Suryo Negoro
#sejarah #Pasar Gede Hardjonagoro #solo #jembatan #kerukunan