Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

Candi Sukuh, Candi peninggalan Kerajaan Majapahit Yang Menganut Kepercayaan Tantrayana

Nindia Aprilia • Senin, 1 Januari 2024 | 22:41 WIB
Candi Sukuh Peninggalan Majapahit
Candi Sukuh Peninggalan Majapahit

SOLOBALAPAN.COM - Candi Sukuh, salah satu peninggalan bersejarah di Karanganyar, Jawa Tengah, memukau dengan gaya arsitektur yang unik dan menggambarkan keberagaman kepercayaan pada masa Majapahit. Dibangun pada abad ke-15 Masehi di masa pemerintahan Ratu Suhita.

Candi yang dibangun pada masa Majapahit, menjadikan Candi Sukuh memiliki latar belakang Hindu yang mendalam. Namun, daya tarik utamanya terletak pada aliran Tantrayana yang tercermin dalam gaya arsitektur dan relief-reliefnya.

Aliran ini, yang berasal dari India, Tibet, dan Cina, menunjukkan pengaruh yang kuat dalam filsafat, seni, agama, dan budaya.

Kepercayaan Tantrayana menekankan penghormatan terhadap proses awal kehidupan di bumi melalui wanita. Ritual-ritual yang terhubung dengan hasrat seksual antara pria dan wanita menjadi fokus utama dalam keyakinan ini.

Dilansir dari website resmi Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, Candi Sukuh tidak hanya menonjolkan kepercayaan Hindu dan Tantrayana, tetapi juga menunjukkan adaptasi kebudayaan Megalithikum Pra-Hindu di Jawa. Dengan bentuk punden berundak, Candi Sukuh menciptakan harmoni antara pengaruh budaya luar dan lokal.

Kompleks candi ini memiliki susunan halaman terdiri dari tiga teras yang berundak, masing-masing melambangkan dunia bawah, tengah, dan atas.

Relief-relief seperti Bima Suci, Ramayana, Garudeya, dan Sudhamala menggambarkan perjalanan manusia untuk mencapai nirwana. Candi Sukuh memberikan pandangan filosofis mengenai makna hidup dan spiritualitas.

Candi Sukuh menghadap ke barat sebagai simbol kematian, sementara halamannya meninggi ke timur, menghadap matahari terbit. Sumbu barat-timur ini menjadi warisan zaman Hindu-Jawa.

Melalui Candi Sukuh, kita menyaksikan keindahan harmoni antara kebudayaan luar dan lokal. Gaya arsitektur yang mencerminkan perpaduan kreatifitas ini memberikan wawasan mendalam tentang sejarah dan kepercayaan pada masa Majapahit di Indonesia. (mg5/nda)

Editor : Nindia Aprilia
#karanganyar #Candi Sukuh #majapahit