Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

Membuka Sejarah Dibalik Berdirinya Klenteng Tien Kok Sie, Ternyata Ada Jejak Masyarakat Tionghoa di Solo

Nindia Aprilia • Senin, 11 Desember 2023 | 22:53 WIB
Klenteng Tien Kok Sie Pada Tahun 1920-an
Klenteng Tien Kok Sie Pada Tahun 1920-an

SOLOBALAPAN.COM - Klenteng Tien Kok Sie adalah satu tempat beribadah bersejarah di Solo yang saat ini sudah masuk dalam cagar budaya.

Secara harfiah, ternyata klenteng Tien Kok Sie juga memiliki arti yang unik yaitu penjaga negara atau arti kata lainnya yaitu memberi ketentraman kepada negara. 

Sebagai tempat ibadah umat Budha, menurut sejarahnya klenteng ini diperkirakan dibangun tidak jauh dari pembangunan Kraton Surakarta Hadiningrat.

Mengingat kraton dibangun tahun 1745 sehingga dimungkinkan juga kisaran tahun tersebut. Sejarah ini juga menjadi penguat bahwa pendiriannya di tahun tersebut, hal ini dibuktikan dengan lokasinya.

Klenteng Tien Kok Sie berlokasi dekat dengan lokasi kraton, maka dari itu makna namanya yang mencakup negara adalah Kasunanan Surakarta Hadiningrat.

Klenteng Tien Kok Sie memiliki fungsi sebagai vihara yaitu tempat ibadah bagi 3 agama. Ketiga agama tersebut yaitu Konghucu, Budha, dan teoisme. 

Menurut Wikipedia, Klenteng ini didirikan oleh masyarakat Tionghoa yang saat itu bertempat tinggal di kompleks Pecinan Pasar Gede.

Tanah tersebut juga masih belum jelas terkait kepemilikannya. Karena tanah tersebut memanglah masih menempati daerah milik Kraton Kasunanan Surakarta.

Setelah masa pemerintahan presiden indonesia yang keempat yaitu Abdurrahman Wahid, yang mulanya nama klenteng yaitu Tien Kok Sie diubah menjadi Vihara Alokiteswara.

Perhantian nama ini merupakan imbas dari penetapan agama konghucu sebagai agama yang resmi diakui di Indonesia pada saat itu.

Arsitektur yang digunakan pada bangunan ini juga nampak unik karena masih menggunakan arsitektur asli Tiongkok.

Terkait ciri khasnya sendiri yaitu ornamen yang berbentuk ukiran di pintu dan juga jendela Klenteng.

Selain masih menggunakan arsitektur asli Tiongkok, nampaknya bangunan Klenteng ini juga merupakan bentuk akulturasi antara budaya Jawa dan Tionghoa.

Terjadinya akulturasi ini disebabkan oleh adanya perdagangan di masa itu, selain itu juga melalui jalur agama. (nda)

       

 

Editor : Nindia Aprilia
#klenteng tien kok sie #peninggalan sejarah #Kasunanan Surakarta Hadiningrat #solo