SOLOBALAPAN.COM - Stasiun Solo Balapan atau Stasiun Balapan terletak di perbatasan antara Kestalan, Gilingan, banjarsari, Surakarta. Nama "Balapan" sendiri mengambil dari nama kampung yang terletak disebelah utara Stasiun.
Wilayahnya yang termasuk besar, Stasiun Solo Balapan juga merupakan stasiun utama yang ada du Kota Solo.
Menurut sejarahnya, ternyata Stasiun Solo Balapan ini termasuk stasiun tertua di Indonesia setelah Semarang.
Menurut Wikipedia, pembangunan Stasiun Balapan ini pada abad ke 19, yaitu pada masa Pemerintahan Mangkunegara IV. Pembangunan ini dilakukan oleh Perusahaan Kereta Api pertama Hindia Belanda, Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij(NIS).
Stasion Solo Balapan dibangun pada lahan pacuan kuda milik Mangkunegara. Kemudian lahan Mangkunegaran diganti dengan lahan Manahan dari Kasunanan yang saat itu dibangun sarana pacuan kuda dan aktivitas keolahragaan lainnya.
Pada tahun 1864, diletakkan batu pertama yang dimeriahkan dengan upacara yang dihadiri oleh Mangkunegara IV dengan mengundang Gubernur Jenderal Hindia Belanda yaitu Baron Van De Beele.
Pada 1 September 10 Februari 1870 dilakukan pembukaan bersamaan dengan ruas Kedungjati-Gundih-Solo. Kemudian dilanjut dengan jalur Ceper-Solo pada 27 Maret 1871.
Pada tahun 1927 bangunan yang berada di selatan stasiun ini dibangun arsitektur yang telah dipengaruhi oleh budaya Jawa dengan atap Tajuk tiga.
Menurut sejarahnya, Stasiun Solo Balapan merupakan stasiun kereta api kedua di Indonesia yang telah menggunakan sistem persinyalan elektrik setelah Stasiun Bandung.
Sampai saat ini Stasiun Solo Balapan Tetap dijadikan stasiun utama di Solo meskipun masih banyak stasiun lainnya seperti Jebres dan Purwosari.
Kereta api Solo Balapan kini juga menyediakan layanan KRL untuk tujuan akhir Yogyakarta,
Bangunanya yang masih terjaga juga penambahan berbagai fasilitas saat ini memudahkan penumpang yang hendak melakukan perjalanan menggunakan kereta api.
Terdapat ciri khas yang unik dan menandakan tiba di Stasiun Solo Balapan yaitu melodi penyambutan kereta api berjudul "Bengawan Solo" dengan format keroncong.
Setiap penumpang tiba dan berangkat dari Stasiun Solo Balapan pasti akan mendengarkan alunan instrumen tersebut. (nda)