SOLOBALAPAN.COM - Sekarang, kalau membicarakan kereta cepat Italia, nama Frecciarossa mungkin jadi salah satu yang langsung muncul di kepala. Kereta modern berwarna merah itu bisa melaju hingga ratusan kilometer per jam dan menghubungkan kota-kota besar di Italia dalam waktu yang jauh lebih singkat.
Tapi jauh sebelum kereta cepat modern seperti sekarang, Italia ternyata sudah punya kereta yang bikin banyak orang kagum pada zamannya.
Namanya ETR 200. Kereta listrik ini pertama kali diperkenalkan pada akhir 1930-an, ketika perjalanan dengan kereta masih jauh berbeda dibandingkan sekarang. Saat banyak kereta masih mengandalkan lokomotif dan rangkaian konvensional, ETR 200 tampil dengan bentuk yang jauh lebih modern.
Bagian depannya dibuat aerodinamis dengan desain membulat. Kalau dilihat sekarang, bentuknya memang terasa sangat khas kereta era lama. Tapi pada masanya, desain tersebut justru terlihat futuristis.
Baca Juga: Panen Alpukat di Atas Pohon, Lansia 64 Tahun di Cepogo Boyolali Meninggal Diduga Tersetrum
ETR 200 dikembangkan oleh perusahaan kereta api Italia untuk menghadirkan perjalanan yang lebih cepat di jalur utama. Kereta ini mulai beroperasi pada 1939 dan digunakan di sejumlah rute penting, termasuk perjalanan antara Milan dan Bologna serta kota-kota lain di jaringan utama Italia.
Salah satu hal yang membuat ETR 200 terkenal adalah kecepatannya.
Pada 1939, salah satu rangkaian ETR 200 berhasil mencatat kecepatan lebih dari 200 kilometer per jam dalam sebuah uji coba. Angka itu menjadi pencapaian yang sangat luar biasa untuk kereta pada masa tersebut.
Bayangkan saja, ini terjadi ketika teknologi kereta cepat seperti yang kita kenal sekarang belum ada.
ETR 200 bukan Shinkansen, bukan TGV, dan tentu saja belum ada Frecciarossa. Tapi kereta ini sudah menunjukkan bahwa perjalanan kereta berkecepatan tinggi sebenarnya bukan ide baru.
Selain cepat, ETR 200 juga punya desain yang cukup berbeda dari kereta biasa. Rangkaiannya dibuat sebagai kereta listrik yang menyatu, sehingga tampilannya terlihat lebih ramping dan aerodinamis.
Desain itu menjadi salah satu ciri khas ETR 200.
Baca Juga: Masa Golden Age: Benarkah Anak Bisa Menyerap Apa Saja di 1.000 Hari Pertama?
Kereta ini juga menjadi bagian dari perkembangan besar perkeretaapian Italia. Pada masa itu, jaringan kereta listrik mulai berkembang dan perjalanan antarkota dengan kereta semakin penting. ETR 200 kemudian menjadi salah satu simbol teknologi transportasi Italia pada era tersebut.
Namun, perjalanan kereta ini nggak selalu berjalan mulus.
Ketika Perang Dunia II pecah, jaringan kereta api di Eropa ikut terdampak. Sejumlah layanan berubah dan infrastruktur kereta mengalami kerusakan akibat perang. ETR 200 pun ikut melewati masa sulit tersebut.
Setelah perang berakhir, kereta ini kembali digunakan dan kemudian mengalami berbagai perubahan. Beberapa rangkaian ETR 200 dimodifikasi dan menjadi bagian dari generasi kereta berikutnya.
Meski begitu, nama ETR 200 tetap punya tempat tersendiri dalam sejarah perkeretaapian Italia.
Kereta ini menjadi bukti bahwa Italia sudah serius mengembangkan perjalanan kereta berkecepatan tinggi sejak puluhan tahun sebelum era kereta cepat modern dimulai.
Baca Juga: Di Tempat Ini, Matahari Bisa Bersinar Selama Berbulan-Bulan
Sekarang, Italia memang punya Frecciarossa yang jauh lebih cepat dan canggih. Perjalanan yang dulu membutuhkan waktu lama kini bisa ditempuh dengan kereta modern yang melaju hingga 300 kilometer per jam atau lebih.
Tapi kalau melihat perjalanan panjang teknologi tersebut, ETR 200 bisa dibilang menjadi salah satu bagian penting dari ceritanya.
Tapi pada tahun 1930-an, ETR 200 adalah sesuatu yang berbeda. Kereta ini datang dengan desain futuristis, teknologi listrik, dan kecepatan yang pada masa itu sudah bikin Italia bisa ngebut jauh sebelum era kereta cepat modern dimulai.
Jadi, sebelum Frecciarossa menjadi salah satu simbol perjalanan cepat di Italia, sudah ada ETR 200 yang lebih dulu membuktikan bahwa Italia punya ambisi untuk membuat kereta melaju lebih cepat. (Luthfiana Sekar)
Editor : Andi Aris WidiyantoSumber : Berbagai Sumber