Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Di Tempat Ini, Matahari Bisa Bersinar Selama Berbulan-Bulan

Kabun TriyatnoL
Di Svalbard, pukul 12 malam tidak selalu berarti langit gelap. Selama musim panas, Matahari bisa tetap berada di atas cakrawala selama berbulan-bulan. Beberapa bulan kemudian, wilayah ini justru mengalami periode ketika Matahari menghilang dari langit. (Pinterest)
Di Svalbard, pukul 12 malam tidak selalu berarti langit gelap. Selama musim panas, Matahari bisa tetap berada di atas cakrawala selama berbulan-bulan. Beberapa bulan kemudian, wilayah ini justru mengalami periode ketika Matahari menghilang dari langit. (Pinterest)

Advertisement

SOLOBALAPAN.COM - Malam biasanya menjadi waktu ketika langit mulai gelap dan Matahari menghilang di balik cakrawala. Namun, aturan tersebut tidak selalu berlaku di Svalbard.

Di kepulauan yang berada jauh di utara Norwegia ini, ada masa ketika Matahari tetap terlihat meskipun jam sudah menunjukkan tengah malam. Siang dan malam seolah kehilangan batasnya karena Matahari terus berada di atas cakrawala selama 24 jam.

Fenomena ini dikenal sebagai midnight sun atau matahari tengah malam.

Advertisement

Namun, kehidupan di Svalbard tidak hanya unik karena Matahari yang seolah tidak mau terbenam. Beberapa bulan kemudian, kondisi justru berubah drastis. Matahari menghilang dari langit dan wilayah ini memasuki periode panjang yang dikenal sebagai polar night.

Di satu tempat, manusia bisa mengalami dua kondisi yang benar-benar bertolak belakang: berbulan-bulan tanpa malam, lalu berbulan-bulan tanpa melihat Matahari.

Svalbard merupakan kepulauan Arktik yang terletak jauh di utara Norwegia, di antara daratan utama Norwegia dan Kutub Utara. Letaknya yang sangat dekat dengan kawasan kutub membuat wilayah ini mengalami perubahan cahaya yang jauh lebih ekstrem dibandingkan sebagian besar tempat di dunia.

Advertisement

Di Longyearbyen, permukiman terbesar di Svalbard, fenomena matahari tengah malam terjadi sekitar pertengahan April hingga akhir Agustus. Selama periode tersebut, Matahari tidak turun di bawah cakrawala sehingga cahaya tetap hadir selama 24 jam.

Artinya, pukul 12 malam tidak selalu berarti langit gelap.

Orang masih bisa berjalan di luar ruangan, menikmati pemandangan pegunungan dan laut, bahkan melihat Matahari bersinar ketika di tempat lain orang-orang mungkin sudah lama tidur.

Fenomena tersebut terjadi karena posisi dan kemiringan Bumi.

Advertisement
Editor : Kabun Triyatno
Sumber : Berbagai Sumber

Artikel Terkait

Ini Stasiun atau Pusat Kota, Sih? Kenalan dengan Utrecht Centraal

Ini Stasiun atau Pusat Kota, Sih? Kenalan dengan Utrecht Centraal

Utrecht Centraal bukan sekadar stasiun kereta. Kompleks ini menyatu dengan pusat perbelanjaan, transportasi umum, dan kawasan pusat Kota Utrecht, membuat batas antara stasiun dan kota terasa hampir nggak ada.

Dubai, Bagaimana Gurun Berubah Menjadi Salah Satu Kota Modern Dunia

Dubai, Bagaimana Gurun Berubah Menjadi Salah Satu Kota Modern Dunia

Dubai berubah dari pusat perdagangan kecil di Teluk menjadi kota global dengan gedung pencakar langit, bandara, pelabuhan, dan pariwisata. Di baliknya ada sejarah panjang diversifikasi ekonomi dan pembangunan.

Gyeongju Station, Stasiun di Kota Bekas Ibu Kota Kerajaan Silla

Gyeongju Station, Stasiun di Kota Bekas Ibu Kota Kerajaan Silla

Gyeongju Station pernah menjadi pintu masuk menuju kota yang selama hampir seribu tahun menjadi ibu kota Kerajaan Silla. Kini, perannya telah digantikan Singyeongju sebagai stasiun KTX modern.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer