Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

Steam Copot IGRS! Heboh Rating 'Sesat' Bikin Gamer Ngamuk, Balik ke Standar Internasional PEGI

Damianus Bram • Senin, 6 April 2026 | 18:35 WIB
Ilustrasi tampilan rating game. (ISTIMEWA)
Ilustrasi tampilan rating game. (ISTIMEWA)

SOLOBALAPAN.COM — Jagat industri game tanah air sedang tidak baik-baik saja.

IGRS (Indonesia Game Rating System) mendadak jadi trending topic (5-6 April 2026) setelah sistem klasifikasinya di platform Steam dinilai kacau dan tidak akurat.

Menanggapi kegaduhan tersebut, Valve (pemilik Steam) resmi mencopot IGRS dan melakukan rollback ke sistem rating lain.

Kritik pedas salah satunya datang dari Kris Antoni, CEO Toge Productions, yang membongkar berbagai kejanggalan klasifikasi IGRS yang muncul di halaman Steam.

Baca Juga: Sentil Kualitas Liga 1, Pelatih Persis Solo Ungkap Rahasia Sukses Negara Kelahirannya Tembus Piala Dunia Usai Depak Italia

Klasifikasi yang Dianggap 'Nyeleneh'

Kris Antoni menyoroti betapa tidak sinkronnya label IGRS dengan konten asli game. Beberapa poin yang bikin dahi mengernyit antara lain:

"Steam hari ini sudah me-rollback rating IGRS. Sekarang yang muncul rating lain," tulis Kris Antoni melalui akun X pribadinya, Senin (6/4/2026).

Baca Juga: Kabar Gembira! Menkeu Purbaya Jamin Harga BBM Subsidi Gak Naik Sampai Akhir 2026, Siapkan 'Bantalan' Rp420 Triliun

Kembalinya Rating PEGI

Saat ini, Steam terpantau kembali menggunakan PEGI (Pan European Game Information).

Dampaknya instan; game yang sebelumnya bertuliskan 'Not Fit For Distribution' kini bisa kembali diakses oleh gamer Indonesia.

Meskipun PEGI adalah standar Eropa, gamer Indonesia jauh lebih menerima sistem ini karena dianggap lebih konsisten dan dihormati secara internasional sejak 2003 dibandingkan IGRS yang masih prematur dalam implementasinya.

Respon Komdigi: Itu Bukan Rating Resmi!

Sementara itu, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) langsung pasang badan.

Direktur Pengembangan Ekosistem Digital, Sonny Hendra Sudaryana, menegaskan bahwa rating kacau yang muncul di Steam bukanlah hasil klasifikasi resmi pemerintah.

“Label yang beredar masih berasal dari sistem internal berbasis self-declare dan bukan hasil klasifikasi resmi IGRS. Ini berpotensi menimbulkan kesalahpahaman publik,” jelas Sonny, dikutip dari JawaPos.com.

Pemerintah menduga ada indikasi penggunaan label IGRS tanpa proses verifikasi yang benar, yang bisa melanggar UU ITE dan Permen Kominfo Nomor 2 Tahun 2024.

Pihak Komdigi pun berencana segera memanggil pihak platform untuk meminta klarifikasi. (dam)

Editor : Damianus Bram
#IGRS #PEGI #rating #steam #game