SOLOBALAPAN.COM – Kabar gembira bagi masyarakat yang mendambakan akses internet cepat dengan harga ramah di kantong.
Program Internet Rakyat resmi mulai diaktifkan secara bertahap pada periode Januari hingga Juni 2026.
Layanan ini menjadi sorotan karena menawarkan tarif berlangganan hanya Rp 100.000 per bulan dengan kuota tanpa batas atau unlimited.
Informasi aktivasi ini diumumkan langsung oleh pengelola melalui laman resminya.
Pada tahap awal ini, pihak penyedia layanan mulai mengirimkan perangkat modem atau customer premises equipment ke alamat pelanggan yang telah melakukan pendaftaran, agar layanan bisa segera digunakan begitu jaringan aktif.
Baca Juga: Pesaing Baru IndiHome? Internet Rakyat Hadirkan WiFi 5G Murah Hanya 100 Ribu, Begini Cara Daftarnya
Fasilitas Mewah Harga Murah
Meski dibanderol dengan harga ekonomis, fasilitas yang ditawarkan tidak main-main.
Dengan biaya langganan Rp 100.000 untuk masa aktif 30 hari, pelanggan akan mendapatkan akses internet berbasis teknologi 5G Fixed Wireless Access (FWA) dengan kecepatan hingga 100 Mbps.
Menariknya, pelanggan tidak perlu memikirkan biaya perangkat karena modem dipinjamkan secara gratis selama masa berlangganan.
Selain itu, pengelola juga memberikan promo gratis biaya langganan pada bulan pertama.
Teknologi yang digunakan adalah Open RAN pada frekuensi 1,4 GHz yang merupakan hasil kerja sama PT Solusi Sinergi Digital Tbk dengan PT OREX SAI Indonesia.
Panduan Cara Daftar
Bagi masyarakat yang berminat, pendaftaran dilakukan sepenuhnya secara daring.
Calon pelanggan cukup mengunjungi situs resmi di mytelemedia.id atau internetrakyat.id/register.
Setelah masuk, pilih menu pra-registrasi dan isi data diri seperti nama lengkap, email, dan nomor WhatsApp untuk verifikasi OTP.
Selanjutnya, lengkapi data lokasi pemasangan mulai dari provinsi hingga titik koordinat rumah di peta digital.
Terakhir, setujui syarat ketentuan dan klik tombol registrasi untuk menyelesaikan proses.
Wilayah Jangkauan Awal
Untuk saat ini, layanan Internet Rakyat belum tersedia di seluruh pelosok negeri.
Pada fase awal pengaktifan tahun 2026, wilayah yang sudah terjangkau meliputi Pulau Jawa, Maluku, dan Papua.
Cakupan area ini dijanjikan akan terus diperluas secara bertahap seiring dengan proses aktivasi jaringan di berbagai daerah lainnya. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo