Tak Hanya Angkat Kisah Mahabarata, Wayang Gedog Ceritakan Panji Asmarabangun dengan Dewi Sekartaji

tim solobalapan • Dipublikasikan Rabu, 23 September 2026 | 19:05 WIB
Ilustrasi Wayang Gedog (gpt AI)
Ilustrasi Wayang Gedog (AI Generated)

SOLOBALAPAN.COM- Indonesia memiliki beragam kesenian tradisional yang berkembang di tengah kehidupan masyarakat. Salah satunya adalah wayang yang memiliki berbagai jenis dan cerita berbeda di setiap bentuknya.

 Tidak hanya mengangkat kisah Mahabharata dan Ramayana, beberapa jenis wayang juga mengambil cerita yang berasal dari tradisi dan sejarah masyarakat Jawa. Salah satunya adalah Wayang Gedog yang dikenal dengan cerita Panji sebagai sumber utama lakonnya.

Baca Juga: Fakta Alat Musik Tradisional Masyarakat Dayak yang Menghasilkan Alunan Melodi yang Lembut

Wayang Gedog merupakan salah satu jenis wayang tradisional Jawa yang memiliki hubungan erat dengan cerita Panji. Kisah yang dibawakan berkaitan dengan perjalanan Raden Panji Asmarabangun dan Dewi Candrakirana atau Sekartaji.

 Cerita Panji sendiri merupakan kisah yang berkembang dalam tradisi Nusantara dan telah dikenal sejak masa kerajaan di Jawa. Cerita tersebut juga ditemukan dalam berbagai bentuk seni, mulai dari relief candi hingga seni pertunjukan seperti wayang dan tari.

Dalam perkembangannya, Wayang Gedog memiliki bentuk yang hampir menyerupai Wayang Kulit Purwa. Perbedaannya dapat dilihat dari cerita yang dibawakan. Jika Wayang Kulit Purwa lebih banyak mengangkat kisah Mahabharata dan Ramayana, Wayang Gedog menggunakan cerita Panji sebagai sumber lakonnya.

 Tokoh-tokoh yang muncul dalam pertunjukan juga berasal dari lingkungan cerita Panji, seperti Panji Asmarabangun, Dewi Candrakirana, serta para pengikutnya.

Baca Juga: Dayok Binatur, Makanan Tradisional Khas Suku Batak Simalungun Selalu Hadir di Berbagai Momen Membahagiakan

Sejarah mengenai kemunculan Wayang Gedog memiliki beberapa versi. Salah satu sumber menyebutkan bahwa Wayang Gedog mulai berkembang pada masa Kesultanan Pajang dan dikaitkan dengan masa pemerintahan Sultan Hadiwijaya.

Sumber lain menyebutkan bahwa Wayang Gedog telah dikembangkan oleh Sunan Giri pada sekitar abad ke-15. Perbedaan keterangan tersebut menunjukkan bahwa sejarah awal Wayang Gedog masih memiliki beberapa versi sehingga perlu melihat sumber sejarah dan kajian yang digunakan.

Baca Juga: Tari Greget Sawunggaling Sebagai Ikon Arek-Arek Surabaya

Penggunaan cerita Panji pada Wayang Gedog juga menjadi salah satu hal yang membuatnya berbeda dari jenis wayang lainnya. Cerita Panji tidak mengambil kisah dari epos India, tetapi berasal dari tradisi cerita Jawa yang berkaitan dengan kehidupan tokoh-tokoh kerajaan.

 Kisah tersebut menceritakan perjalanan Panji dan Sekartaji yang diwarnai dengan pengembaraan, percintaan, peperangan, serta berbagai konflik antarkerajaan. Cerita Panji bahkan telah ditemukan dalam relief beberapa peninggalan masa Majapahit.

Dalam pertunjukannya, Wayang Gedog menggunakan boneka wayang berbahan kulit yang ditatah dan disungging. Bentuk tokohnya masih memiliki pengaruh dari Wayang Kulit Purwa, tetapi terdapat ciri khusus yang membedakannya, salah satunya penggunaan tekes pada bagian kepala tokoh laki-laki. Wayang Gedog juga dikenal dengan kehadiran tokoh-tokoh panakawan seperti Bancak dan Doyok yang menjadi bagian dari cerita.

Baca Juga: Dorm Du, Komik Fantasi Misteri yang Selipkan Nilai Pendidikan Islam

Seiring perkembangan zaman, keberadaan Wayang Gedog tidak hanya menjadi bagian dari pertunjukan tradisional, tetapi juga menjadi salah satu bentuk kesenian yang menyimpan cerita dan nilai budaya masyarakat Jawa. Cerita Panji yang dibawakan di dalamnya menjadi bagian dari warisan budaya Nusantara yang terus dikenalkan melalui berbagai bentuk seni pertunjukan.

Baca Juga: Es Pleret Khas Blitar, Tak Hanya Punya Cita Rasa Segar, tapi Memiliki Bentuk yang Unik

Keberadaan Wayang Gedog menjadi salah satu bukti bahwa perkembangan kesenian wayang di Indonesia memiliki cerita yang beragam. Setiap jenis wayang memiliki ciri, tokoh, serta sumber cerita yang berbeda.

Sebab itu, mengenal sejarah Wayang Gedog tidak hanya berarti mengenal salah satu jenis wayang, tetapi juga mengenal kembali cerita Panji yang menjadi bagian dari perjalanan kebudayaan Jawa dan Nusantara. (adhima aulia)

 

Editor : Kabun Triyatno
Sumber : Berbagai Sumber
wayang jawa panji asmara bangun Wayang Gedog dewi sekartaji wayang