Bahasa Menjadi Tema, Festival Kebudayaan Yogyakarta 2026 Hadirkan Ruang Kebudayaan

tim solobalapan • Dipublikasikan Jumat, 18 September 2026 | 18:25 WIB
Opening Ceremony AKSARA Festival Kebudayaan Yogyakarta 2026(instagram @infofky)
Opening Ceremony AKSARA Festival Kebudayaan Yogyakarta 2026.

SOLOBALAPAN.COM-Jogjakarta kembali menjadi ruang pertemuan bagi seni, tradisi, masyarakat, dan kreativitas melalui Festival Kebudayaan Yogyakarta (FKY) 2026. Tahun ini, FKY mengangkat tema “Bahasa” dengan tajuk “AKSARA”, yang berlangsung pada 13–19 September 2026 di Lapangan Pemda Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Mengusung AKSARA, FKY 2026 tidak hanya memandang bahasa sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai bagian penting dari perjalanan kebudayaan. Bahasa menjadi pintu untuk memahami identitas, sejarah, pengetahuan, nilai, serta perubahan sosial yang berkembang di tengah masyarakat Jogjakarta. Gagasan tersebut menjadikan festival bukan sekadar tempat pertunjukan seni, tetapi juga ruang untuk membaca kembali hubungan antara kebudayaan dan kehidupan sehari-hari.

Baca Juga: Mengenal Dusun Pinal, Kampung Cantik di Tepian Danau Toba yang Belum Banyak Diketahui

“AKSARA” memiliki makna filosofis yang kuat. Dalam laman resmi FKY, istilah tersebut dijelaskan sebagai sesuatu yang tidak mudah punah atau hancur oleh perubahan zaman. Karena itu, aksara digunakan sebagai simbol keberlanjutan kebudayaan dan pengetahuan yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Tema ini juga menjadi bagian dari rangkaian tema FKY yang dirancang secara berkesinambungan. Setelah mengangkat “Pangan” pada 2023, “Benda” pada 2024, dan “Adat Istiadat” pada 2025, FKY 2026 mengambil tema “Bahasa” dengan tajuk AKSARA. Rangkaian tersebut direncanakan berlanjut menuju tema “Ritual” pada 2027.

Baca Juga: Noken Papua, Tas Anyaman dari Serat Alam yang Punya Nilai Budaya dan Ekonomi

Dengan konsep tersebut, FKY berupaya menghadirkan kebudayaan sebagai sesuatu yang terus bergerak. Tradisi tidak ditempatkan sebagai peninggalan masa lalu semata, tetapi dipertemukan dengan kreativitas dan kehidupan masyarakat masa kini.

Lapangan Beran Menjadi Ruang Kebudayaan

Kabupaten Sleman dipercaya menjadi tuan rumah FKY 2026. Pusat kegiatan festival berada di Lapangan Pemda Sleman atau Lapangan Beran, yang terletak di Beran Kidul, Tridadi, Sleman. Selama tujuh hari, kawasan tersebut menjadi ruang berlangsungnya berbagai kegiatan kebudayaan.

Baca Juga: Training Season Dua Lipa Viral Jadi Doa Cari Jodoh, Ternyata Makna Lagunya Beda

Penataan ruang festival juga menjadi bagian dari konsep artistik FKY. Area festival dibagi menjadi beberapa ruang, termasuk Pasar Budaya dan Panggung Budaya. Berbagai elemen seperti panggung, papan informasi, hingga stan pasar dirancang sebagai bagian dari instalasi seni sehingga lingkungan festival tidak hanya menjadi tempat berlangsungnya acara, tetapi juga menjadi bagian dari pengalaman artistik pengunjung.

Empat Program Utama FKY 2026

FKY 2026 menghadirkan empat program utama, yaitu Pawai Budaya, Pasar Budaya, Panggung Budaya, dan Pameran. Keempatnya dirancang untuk mempertemukan seniman, komunitas, pelaku budaya, dan masyarakat dalam satu ruang kebudayaan.

Pawai Budaya menjadi salah satu bagian yang menarik perhatian karena menghadirkan kebudayaan dalam bentuk pergerakan dan pertunjukan di ruang publik. Sementara itu, Panggung Budaya menjadi ruang bagi berbagai pertunjukan musik, teater, dan seni pertunjukan lainnya.

Pada sisi lain, Pasar Budaya menghadirkan berbagai aktivitas yang berkaitan dengan produk, kuliner, kreativitas, dan kehidupan masyarakat. Konsep pasar tersebut juga dikembangkan melalui beberapa bentuk, termasuk pasar statis dan pasar tematik yang melibatkan perwakilan dari kabupaten dan kota di DIY. Adapun Pameran menjadi ruang untuk memperlihatkan karya seni sekaligus mengajak pengunjung berinteraksi dengan gagasan kebudayaan yang diangkat dalam festival. (Carrieolis Ratu Lathiifu).

Editor : Kabun Triyatno
carrieolis ratu FYK2026 kebudayaan yogyakarta aksara