Festival Tari Dug Dug Der Semarangan 2026: 25 Ribu Penari Hidupkan Budaya di Simpang Lima

tim solobalapan • Dipublikasikan Rabu, 16 September 2026 | 06:47 WIB
Tari Dug Dug Der Semarang, Kreasi baru Yang Menjadi Identitas Budaya Kota Semarang(Youtube @Semarang Pemkot)
Tari Dug Dug Der Semarang, Kreasi baru Yang Menjadi Identitas Budaya Kota Semarang (Youtube @Semarang Pemkot)

SOLOBALAPAN.COM-Lapangan Pancasila, Simpang Lima, Kota Semarang berubah menjadi sebuah panggung budaya kolosal  pada Minggu, 9 Agustus 2026. Sekitar kurang lebih 25.000 peserta berkumpul dalam Festival Tari Dug Dug Der Semarangan 2026.

Festival ini merupakan perhelatan yang menjadi salah satu bagian dari rangkaian perayaan HUT RI ke-81 sekaligus upaya memperkenalkan dan melestarikan budaya dan kesenian khas Semarangan.

Tari Dug Dug Der sebagai Karya Budaya Semarangan

Baca Juga: Buka Suara Soal Dugaan Kasus BP, Pengakuan Korban ANW Malah Memicu Spekulasi Jebakan Netizen

Tari Dug Dug Der merupakan tari kreasi baru yang terinspirasi dari tradisi Dugderan, tradisi khas Kota Semarang yang berkaitan dengan penyambutan datangnya bulan Ramadhan. 

Nama “Dug Dug Der” mengambil inspirasi dari bunyi bedug dan dentuman yang menjadi ciri khas tradisi tersebut. Keterkaitan dengan Dugderan membuat tarian ini tidak hanya untuk memiliki nilai estetika, akan tetapi tarian ini juga membawa identitad budaya Kota Semarang.

Tari Dug Dug Der ini dirancang sebagai karya yang dapat dilakukan bersama dan menjadi media untuk membawa tradisi lokal ke ruang publik, terutama agar lebih dekat dengan generasi muda zaman sekarang.

Puluhan Ribu Orang Menari Bersama

Puncak acara festival ini berlangsung pada 9, Agustus 2026 di Lapangan Pancasila Simpang Lima. Sekitar 25.000 peserta mengikuti pementasan Tari Dug Dug Der secara massal. Pertunjukan massal tersebut berlangsung secara meriah.

Baca Juga: Maternity Shoot Serba Hitam Adhisty Zara Jadi Sorotan: Dipuji Sesama Artis, Disindir Pedas Netizen

Para peserta menggunakan busana bernuansa Semarangan, dengan peserta Perempuan mengenakan kebaya dan sampu/selendang, serta peserta laki-laki mengenakan iket khas Semarangan. Keseragaman busana dan gerakan peserta terlihat semakin kuat sebagai sebuah pertunjukan kolosal.

Puluhan ribu peserta tersebut yang terlibat dalam pertunjukan merupakan para pelajar, komunitas, sanggar seni, hingga berbagai unsur masyarakat yang mendukung jalannya acara ini.

Mencatat Rekor LEPRID

Besarnya jumlah peserta yang terlibat, membuat Festival Tari Dug Dug Der Semarangan 2026 dapat mencatatat prestasi. Festival ini mendapatkan Rekor Lembaga Prestasi Indonesia-Dunia(LEPRID) sebagai Festival”Nari Bareng Dug Dug Der Semarangan” dengan peserta terbanyak.

Penghargaan tersebut diberikan kepada Pemerintah Kota Semarang sebagai pemrakarsa dan penyelenggara festival dengan peserta sekitar 25.000 penari. Buktinya melalui piagam penghargaan dengan nomor 1.037/LEPRID/VIII/2026.

Baca Juga: Sempat Heboh Isu 'Kezaliman' Internal, Kangen Band Putuskan Lanjut Bermusik Usai Bicara Hati ke Hati

Penyelenggaraan Festival Tari Dug Dug Der Semarangan 2026 ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat identitas budaya Kota Semarang. Pada penyelenggaraan acara tersebut tidak hanya menampilkan Tari Dug Dug Der saja tetapi juga penampilan Tari Maumere dan Tari Semut Kreasi juga ditampilkan. Keseluruhan kegiatan diarahkan untuk memperkuat identitas budaya lokal, Merayakan keberagaman, sekaligus menyambut HUT ke 81 Kemerdekaan Republik Indonesia. (Carrieolis Ratu Lathiifu)

Editor : Andi Aris Widiyanto
Sumber : youtube @Semarang Pemkot, solobalapan.com, antaranews.com
carrieolis ratu Tari Dug Dug Der budaya festival