SOLOBALAPAN.COM- Cinta segitiga tidak hanya terjadi pada masa kini, sejak zaman nenek moyang kita cinta segitiga bukanlah hal yang langka. Ketertarikan lawan jenis ini pada zaman dahulu bisa sampai memicu perkelahian hingga peperangan, mungkin jika saat ini masalah ini hanya akan di unggah di media sosial saja.
Salah satu kisah cinta segitiga yang diabadikan dalam karya tari yaitu Tari Adaninggar Kelaswara yang diciptakan oleh Agus Tasman pada tahun 1971. Cerita Adaninggar Kelaswara ini diambil dari cerita Serat Menak Cina yang ditulis oleh R. Ng.Yasadipura I. Peperangan yang terjadi antara Dewi Adaninggar dan Dewi Kelaswara disebabkan oleh pernikahan Sang Menak Jayengrana dengan Dewi Kelaswara.
Baca Juga: 7 Motif Batik Indonesia: Keindahan Motif dan Kekayaan Makna
Pernikahan itu terjadi disaat perang antara Kerajaan Kuparman dengan Kerajaan Kelan yang justru membuat Sang Agung Menak Jayengrana dan Dewi Kelaswara saling jatuh cinta. Dewi Adaninggar mendengar tentang pernikahan mereka itu dilanda amarah, kesedihan dan kegelisahan. Mengingat jika Sang Putri Cina itu telah lama berjuang demi cintanya kepada Sang Menak Jayengrana.
Kisah cinta segitiga ini berakhir dengan peperangan antara Dewi Kelaswara melawan Dewi Adaninggar, mereka memperjuangkan cinta mereka kepada Sang Menak Jayengrana. Dari sepenggal kisah tersebut kita bisa mengetahui karakter setiap tokoh.
Baca Juga: Bukan Cuma Sunrise, Silancur Highland Magelang Punya Panorama Enam Gunung
Adaninggar sebagai tokoh Antagonis
Adaninggar adalah putri china putri dari raja Hong Tete, yang sangat ingin diperstri oleh Sang Menak Jayengrana. Namun cinta Adaninggar tidak disambut baik oleh sang pujaan hati. Walaupun begitu Dewi Adaninggar tidak menyerah terhadap cintanya walaupun sudah mendengar kabar pernikahan Dewi Kelaswara dengan Sang Menak Jayengrana. Bukan berarti Dewi Adaninggar memiliki watak yang jahat, antagonis disini diartikan pada Dewi Adaninggar yang menjadi penghalang bagi hubungan Dewi Kelaswara dengan Sang Menak Jayengrana.
Baca Juga: Mandi Kembang Tak Cuma Ada di Indonesia, Ternyata Tradisinya Berbeda di Berbagai Negara
Kelaswara sebagai tokoh Protagonis
Dewi Kelaswara adalah putri prabu Kaellan Jajali, penguasa Kerajaan Kaelani, sekaligus istri Sang Menak Jayengrana. Dewi Kelaswara dikenal dengan sosoknya yang cantik serta lembut, tetapi juga sakti, gagah, dan perkasa. Pengalamannya dalam berperang tidak diragukan lagi, bahkan Dewi Kelaswara mengalahkan Dewi Adaninggar dalam perkelahian mereka.
Sang Menak Jayengrana sebagai tokoh Tritagonis
Sang Menak Jayengrana berkarakter halus, bijaksana dan selalu memenangkan peperangan. Dalam pengembaraan di beberapa wilayah dari wilayah Parsi hingga China hampir seluruhnya tunduk di bawah kekuasaan Sang Menak Jayengrana. (Adhima Aulia)
Editor : Kabun Triyatno
Sumber : Berbagai Sumber