SOLOBALAPAN.COM-Keindahan Tari Dug Dug Der tidak hanya terlihat melaluin gerakan yang dilakukan seraca rampak, serempak, berpasangan, tetapi juga dilihat dari penampilan para penarinya. Kostum menjadi salah satu unsur visual yang memperkuat kemeriahan tarian sekaligus menghadirkan nuansa khas budaya Semarang.
Tari Dug Dug Der diperkenalkan Pemerintah Kota Semarang pada Agustus 2026 sebagai budaya lokal baru. Tarian tersebut terinspirasi dari tradisi Dugderan dan membawa nilai kebersamaan, toleransi, gotong royong, serta persatuan masyarakat Kota Semarang.
Baca Juga: Manfaat Zinc Bagi Tubuh: Tingkatkan Sistem Imun Dan Kesehatan Kulit
Kostum Memperkuat Karakter Pertunjukan
Pada Festival Nari Bareng Dug Dug Der Semarangan, ketika puluhan ribu penari tampil bersamaan, keseragaman busana membuat pertunjukan tampak semakin terstruktur dan menarik secara visual. Para peserta festival tampak mengenakan busana yang bernuansa warna merah dan putih khas budaya Semarangan. Kostum dalam pertunjukan kolosal/massal juga memiliki fungsi praktis.
Busana yang digunakan relatif seragam membuat gerakan ribuan peserta dapat terlihat sebagai satu kesatuan. Ketika penari mengikuti irama dan koreografi yang sama, warna dan bentuk kostum ikut membentuk pola visual yang indah dari kejauhan.
Baca Juga: Ronde Kering hingga Peach Gum, 3 Varian Ronde Solo yang Unik
Selendang Bagian dari Penampilan Penari
Salah satu unsur yang tampak pada kostum penari Perempuan adalah selendang/sampur berwarna merah. Dalam pertunjukan tari, selendang bisa menjadi properti sekaligus memberikan aksen visual ketika penari melakukan gerakan secara bersamaan.
Baca Juga: Kaya Antioksidan dan Antibakteri, Kenali Manfaat Oregano Yang Sering Jadi Pelengkap Hidangan Pizza
Iket Semarangan dan Nuansa Lokal
Selain selendang yang ada pada penampilan penari Perempuan, unsur busana yang ada pada penari laki-laki yaitu adalah penggunaan iket. Iket Semarangan menjadi salah satu elemen yang memberikan karakter daerah pada busana pertunjukan.
Penggunaan unsur budaya lokal dalam kostum menjadi hal penting karena Tari Dug Dug Der ini diciptakan sebagai karya yang merepresentasikan karakter masyarakat Semarang. Dengan demikian, busana tidak hanya berfungsi sebagai pelengkap penampilan. Kehadiran unsur bernuansa Semarangan membantu memperkuat pesan bahwa tarian tersebut merupakan bagian dari identitas budaya Kota Semarang.
Pengenalan Tari Dug Dug Der di Masyarakat
Tari Dug Dug Der ini tidak hanya dipentaskan secara kolosal pada Festival Nari Bareng DugDug Der, akan tetapi dengan menyesuaikan masa sekarang dengan adanya sosial media, penyebaran melalui sosial media yang begitu cepat, dan mayoritas anak muda sekarang sudah mengenal sosial media, menjadikan sosial media menjadi salah satu cara untuk memperkenalkan Tari Dug Dug Der ini.
Pemerintah kota mengadakan lomba secara online penampilan Tari Dug Dug Der ini yang diikuti oleh banyak sanggar, sekolah, serta masyarakat daerah dengan penampilan rias busana, pola lantai, serta kreasi-kreasi Istimewa yang berbeda-beda sesuai dengan ciri khas masing-masing peserta tetapi tetap menyesuaikan aturan-aturan berbusana yang ada. Selain dengan kompetisi tersebut, tarian ini jugas telah menjadi trend tiktok yang diikuti banyak masyarakat di Indonesia dengan ataupun tanpa rias busana. (Carrieolis Ratu Lathiifu)
Editor : Kabun TriyatnoSumber : Berbagai Sumber