Tari Gambyong Pangkur, Tradisi dengan Keluwesan dan Keanggunannya sebagai Simbol Tari Penyambutan

tim solobalapan • Dipublikasikan Sabtu, 12 September 2026 | 16:50 WIB
Tari Gambyong Pangkur
Tari Gambyong Pangkur.

SOLOBALAPAN.COM-Tari Gambyong Pangkur merupakan tari klasik jawa  yang bersumber dari gaya Surakarta. Tarian ini merupakan salah satu variasi pengembangan Tari Gambyong yang hidup dan berkembang di lingkungan keraton maupun masyarakat umum. Ciri khas utama yang membedakan Gambyong Pangkur  dengan Tari Gambyong lain adalah penggunaan Gending Pangkur sebagai pengiring musik utamanya. Selain Tari Gambyong Pangkur, banyak viariasi Gambyong yang telah popular seperti, Gambyong Pareanom, Retno Kusuma, Mudhatama, Sembung Gilang, Gambir Sawit.

Tari Gambyong berawal dari Surakarta dan memiliki akar dari tari tayub. Awalnya, tarian ini ditujukan untuk menyambut tamu dan acara-acara sakral, namun kini berkembang menjadi hiburan dan tarian penyambut tamu kehormatan. Meskipun awalnya tarian tunggal, kini Tari Gambyong, termasuk Gambyong Pangkur, dapat ditarikan oleh beberapa orang, biasanya 3 hingga 5 orang, atau bahkan lebih. 

Makna utamanya adalah menggambarkan Dewi Sri (dewi padi) yang menari dengan anggun dan luwes, melambangkan kesuburan dan kemakmuran.Iringan musiknya adalah gending Jawa yang dibawakan oleh sinden dan tetabuhan gamelan. Gending Pangkur secara khusus selalu digunakan sebagai pembukaan.Gerakan tari Gambyong fokus pada kaki, lengan, tubuh, dan kepala yang luwes, kenes, dan kewes. Gerakan mata selalu mengikuti arah gerakan tangan, menciptakan harmoni yang indah.

Pergelaran Tari Gambyong ISI Surakarta(Doc. Instagram @bajoesaputra)
Pergelaran Tari Gambyong ISI Surakarta.

Kostum Tari Gambyong Pangkur terdiri dari beberapa bagian yang mendukung karakter tari yang Anggun, lembut, dan luwes. Berdasarkan karya tulis kepenarias yang tersimpan di Repository ISI Surakarta, busana Tari Gambyong Pangkur menggunakan angkin, Jarik wiron putri, sampur, serta dilengkapi dengan aksesoris-aksesoris dan hiasan bunga.

1.    Angkin, digunakan sebagai penutup bagian tubuh atas dan merupakan bentuk busana yang biasa dikenakan dalam tari gambyong yang lain.

2.   Jarik Wiron Putri, kain batik yang digunakan sebagai bawahan dan ditata dengan teknik wiron, untuk ukuran wiron putri dikira-kira sebesar dua jari tangan.

3.    Sampur, selendang yang juga berperan sebagai properti yang digunakan dalam Tari Gambyong.

4.    Gelung, digunakan sebagai tata rambut atau sanggul.

5. Aksesoris, pelengkap dalam busana tari gambyong seperti, cunduk mentul, cunduk jungkat, giwang/anting, panetep,kalung,gelang, dan ronce bunga Melati.

Secara umum, bentuk busana tari gambyong yang sesua dengan karakter adalah dengan menggunakan angkin atau kemben sebagai atasan, menggunakan kain batik yan diwiru sebagai bawahan, serta menggunakan sampur yang disampirkan di bahu kanan. Hal tersebut bertujuan untuk mendukung keindahan, keleluasaan dalam bergerak sekaligus memberikan kesan anggun pada penari. (carrieolis ratu lathiifu)

Editor : Kabun Triyatno
carrieolis ratu klasik Keraton tari tari gambyong