7 Maestro Tari Indonesia Menembus Panggung Duni

tim solobalapan • Dipublikasikan Kamis, 10 September 2026 | 18:50 WIB
Pementasan Maestro Tari Didik Nini Thowok
Pementasan Maestro Tari Didik Nini Thowok.

SOLOBALAPAN.COM – Indonesia memiliki banyak seniman berprestasi yang turut mengharumkan nama Tanah Air hingga ke kancah internasional. Salah satunya berasal dari dunia seni tari.

Sejumlah seniman tari Indonesia tidak hanya tampil di berbagai negara, tetapi juga menciptakan karya, menjadi koreografer, hingga meraih penghargaan internasional. Berikut tujuh seniman tari Indonesia yang telah dikenal hingga mancanegara.

Baca Juga: Inilah Kandungan Nutrisi dan Manfaat Bawang Dayak bagi Kesehatan

1. Didik Nini Thowok

Memiliki nama asli Didik Hadiprayitno, Didik Nini Thowok merupakan maestro seni tari yang lahir di Temanggung, Jawa Tengah, 13 November 1954.

Ia memiliki ciri khas dalam menari, terutama saat membawakan karakter perempuan dalam tari Jawa dan Bali dengan menggunakan properti topeng. Didik juga mempelajari seni tari hingga ke berbagai negara, termasuk India, Jepang, dan Spanyol.

Pengalaman tersebut turut memengaruhi karya-karyanya yang kerap memadukan berbagai gaya dan budaya. Beberapa karya populernya antara lain Tari Dwimuka atau Dwimukajali, Tari Jaimasan, Tari Topeng Walang Kekek, dan Tari Merak Gandrung.

Baca Juga: Sekilas Seperti Sop, tapi Isinya Mi dan Sosis Solo, Kenali Bakmi Toprak

2. Irawati Durban

Irawati Durban merupakan penari kelahiran Bandung, Jawa Barat, 22 Mei 1943. Ia menyelesaikan pendidikan di Jurusan Seni Rupa, Program Studi Arsitektur Interior, Institut Teknologi Bandung.

Irawati mengawali debut sebagai penari pada 1955. Berkat keterampilannya, ia mendapat kesempatan membawa misi kesenian ke berbagai negara, seperti Cekoslowakia, Hungaria, Polandia, Rusia, Prancis, Amerika Serikat, Korea Selatan, dan Jepang.

Salah satu karya tari yang diciptakannya adalah Tari Merak Bodas.

3. Theodora Retno Maruti

Theodora Retno Maruti merupakan seniman sekaligus maestro tari Jawa klasik gaya Surakarta. Ia lahir di Surakarta, 8 Maret 1947.

Retno Maruti juga dikenal sebagai koreografer yang mengembangkan tari Jawa klasik. Melalui karya-karyanya, ia mengemas seni tradisi dengan pendekatan yang mampu menarik perhatian penonton.

Pada 2005, Akademi Jakarta memberikan penghargaan Life Achievement kepada Retno Maruti. Penghargaan tersebut diberikan atas kualitas, kontinuitas berkarya, serta pengabdiannya di bidang seni dan budaya.

Beberapa karya Retno Maruti antara lain Langendriyan Damarwulan, Abimanyu Gugur, dan Roro Mendut.

4. Sardono W. Kusumo

Sardono W. Kusumo merupakan salah satu tokoh penting dalam perkembangan tari kontemporer Indonesia. Lahir di Solo, 6 Maret 1945, Sardono dikenal melalui berbagai karya yang mengeksplorasi seni pertunjukan dengan pendekatan kontemporer.

Sejumlah karyanya antara lain Samgita Pancasona (1977) dan Tarian Cak Rina (1976). Selain berkarya di dunia tari, Sardono juga pernah membintangi sejumlah film Indonesia.

5. Martinus Miroto

Martinus Miroto merupakan seniman dan koreografer kelahiran Desa Turusan, Gamping, Sleman, 28 Februari 1959.

Setelah menyelesaikan pendidikan SMP, ia melanjutkan pendidikan di SMKI. Ia juga belajar menari di Keraton Yogyakarta dan menjadi penari di Pusat Latihan Tari Bagong Kussudiardja.

Miroto dikenal sebagai koreografer Indonesia yang menciptakan dan menyajikan tari tunggal dengan lima topeng. Karyanya tersebut kemudian dibawa ke berbagai festival di lima benua.

6. Eko Pece

Eko Supriyanto atau lebih dikenal dengan nama Eko Pece lahir di Astambul, Kalimantan Selatan, 26 November 1970. Ia kemudian tumbuh dan besar di Magelang, Jawa Tengah.

Eko mulai menekuni seni tari dan koreografi ketika berkuliah di Sekolah Tinggi Seni Indonesia (STSI) pada 1990. Ia kemudian melanjutkan pendidikan di Department of World Arts and Cultures, UCLA, California, pada 1998–2001, serta menempuh pendidikan doktoral Kajian Seni Pertunjukan di Universitas Gadjah Mada.

Eko mendirikan Solo Dance Studio dan Eko Dance Company di Surakarta. Sejak menjadi mahasiswa, ia telah menghasilkan sejumlah karya, di antaranya Lah (1994) dan Leleh (1996).

7. Jecko Siompo

Jecko Siompo merupakan penari dan koreografer asal Papua. Ia telah terlibat dalam berbagai proyek bersama perusahaan tari internasional dan tampil di sejumlah negara.

Jecko juga dikenal melalui berbagai penghargaan internasional. Ia menjadi koreografer Indonesia pertama yang diundang tampil di Kampnagel Hamburg, Jerman, salah satu pusat produksi dan pertunjukan seni terbesar di negara tersebut.

Dalam kesempatan itu, Jecko menampilkan karya koreografinya berjudul Terima Kost. (carrieolis ratu lathiifu)

Editor : Kabun Triyatno
Sumber : Berbagai Sumber
maestro tari Seni Tari kontemporer carrieolis ratu