SOLOBALAPAN – Di sudut selatan bangunan utama Masjid Al Wustho Mangkunegaran, terdapat sebuah bangunan kecil yang disebut Bangsal Maligi.
Bangunan berdiameter sekira 2 meter tersebut bentuknya menyerupai kubah masjid.
Di sisi tengah dinding bangunan, didesain terbuka dengan memiliki satu akses masuk.
Sekilas, bangsal ini lebih mirip dengan pos penjagaan.
Baca Juga: Bukan Cuma Generasi Lawas, Anak Muda Solo Ikut Gandrung Berburu Barang 'Vintage' di Balekambang
Tapi siapa sangka, Bangsal Maligi ternyata dulunya digunakan untuk khitanan anak-anak di masa kepemimpinan Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPAA) Mangkunegara VII.
Takmir Masjid Al Wustho Purwanto menjelaskan, Bangsal Maligi hanya digunakan untuk khitanan anak-anak Pura Mangkunegaran.
"Bangsal Maligi dulu yang bisa dikhitan di sana hanya kalangan bangsawan dan abdi dalem Pura Mangkunegaran. Bahkan modinnya juga dari Mangkunegaran," jelas Purwanto.
Purwanto menjelaskan, sebelum prosesi khitanan dimulai, para peserta terlebih dahulu dikumpulkan di dalam masjid, lalu dikirab keliling Pura Mangkunegaran.
Setelah kirab, peserta kembali berkumpul di serambi Masjid Al Wustho sembari menunggu giliran dikhitan.
Proses khitan dilakukan dengan memanggil satu per satu peserta menuju Bangsal Maligi.
"Karena bagian tengah dindingnya terbuka, saat khitan masal ditutup kain untuk menjaga privasi para peserta," imbuh Purwanto.
Sayangnya, sinar Bangsal Maligi tak berlangsung lama. Setelah era kemerdekaan, tak lagi difungsikan sebagai tempat khitan masal.
Sebagai ganti, takmir Masjid Al Wustho waktu itu mengalihkan prosesi khitan masal ke bangunan lainnya yang masih satu kompleks. Lokasinya di sisi utara serambi masjid.
Lokasi baru tersebut kini dimanfaatkan menjadi UKM Masjid Al Wustho. Selain khitan masal, layanan yang diberikan berupa pemeriksaan dan pengobatan, khitan dan bedah minor, konsultasi kesehatan, hingga bakti sosial.
“Setelah Indonesia merdeka dan Pura Mangkunegaran bergabung dengan NKRI, statusnya berubah. Masyarakat umum boleh ikut khitan masal di UKM Masjid Al Wustho," beber Purwanto. (pujo/fer)
Editor : Ferry Ardi Susanto