Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Art Edu Care #16: Pengalaman Seni yang Bisa Direspon Pengunjung

tim solobalapan • Kamis, 21 Mei 2026 | 18:36 WIB
Salah satu karya yang dipajang di dalam pameran Art Edu Care. Ubur-ubur dari kain perca
Salah satu karya yang dipajang di dalam pameran Art Edu Care. Ubur-ubur dari kain perca

SOLOBALAPAN.COM - Taman Budaya Jawa Tengah dipenuhi warna dan kreativitas ketika pameran seni tahunan Art Edu Care kembali digelar.

Tahun ini, acara berlangsung dari 15 hingga 19 Mei, setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 22.00, dan menampilkan karya-karya interaktif yang mengundang pengunjung untuk berpartisipasi, bukan sekadar melihat.

Berbeda dengan pameran seni konvensional, Art Edu Care memosisikan pengunjung sebagai bagian dari karya.

Setiap instalasi dan lukisan yang dipajang dirancang untuk memancing respon, baik berupa sentuhan, tulisan, atau bahkan gerakan. Sensasi ini membuat setiap orang yang hadir merasakan seni secara lebih personal.

Zulfa, salah satu pengunjung, mengaku terkesan dengan instalasi interaktif berbentuk kapal kertas raksasa yang mengarungi lautan kapal kertas.

"Awalnya saya hanya ingin melihat, tapi begitu aku ikut melipat kertas dan menaruhnya di lautan kapal kertas, aku merasa kayak seni ini hidup karena saya ada di dalamnya," katanya sambil tersenyum.

Ismi, yang datang bersama teman-temannya, menyoroti suasana pameran yang berbeda dari pameran biasanya.

"Keren bangettt, Tidak hanya lukisan, ada pertunjukan tari, monolog, dan nyanyian. Menyaksikan pertunjukan sambil berinteraksi dengan karya membuat pengalaman seni jadi lebih menyenangkan dan berkesan."

Baca Juga: Rupiah Tembus Rp17.600 dan Impor LPG Bengkak, Kementerian ESDM Buka Suara Soal Nasib BBM hingga Gas Melon

Setya, salah seorang pengunjung umum, memilih fokus pada refleksi pribadi.

Ia menulis pesan pada salah satu instalasi interaktif yang meminta pengunjung mencatat harapan mereka.

"Pas nulis, aku menyadari banyak hal tentang diri sendiri. Sensasi itu sulit dijelaskan, tapi terasa seperti seni ini membuat aku introspeksi," ujarnya.

Fauzan lebih tertarik pada sisi edukatif pameran. Ia memperhatikan bagaimana mahasiswa dari angkatan 23 hingga 25 menata setiap karya agar pengunjung dapat belajar sambil berinteraksi.

"Aku jadi paham kalo seni tidak hanya untuk dinikmati secara visual, tapi bisa jadi media edukasi yang interaktif." jelasnya.

Selain interaksi dengan karya seni, Art Edu Care menghadirkan suasana yang ramah pengunjung.

Setiap karya diberi petunjuk yang jelas, sehingga semua orang, dari anak-anak hingga dewasa, bisa memahami cara ikut berpartisipasi. Hal ini membuat pameran terasa inklusif dan mendekatkan seni pada masyarakat luas.

Salah satu instalasi yang paling ramai dikunjungi adalah pagar kain perca, di mana pengunjung bis mengikat potongan kain perca yang disiapkan panitia untuk memenuhi pagar. Banyak yang tampak antusias, interaksi ini menciptakan dialog tanpa kata antara pengunjung dan karya.

Baca Juga: 4 Fungsi Planogram Seni Menata Rak Ritel yang Bikin Kopdes Merah Putih Kalah Estetik dari Warung Madura, Kini jadi Sorotan Warganet

Selain itu, pameran juga memadukan pertunjukan live. Tari tradisional dan kontemporer ditampilkan bergantian, diikuti dengan monolog dan sesi bernyanyi.

Pengunjung bisa berhenti sejenak di instalasi interaktif, lalu kembali menonton pertunjukan, sehingga pengalaman seni terasa dinamis dan tidak monoton.

Menurut Fauzan, kombinasi antara karya yang bisa direspon dan pertunjukan langsung membuat Art Edu Care berbeda dari pameran seni lainnya.

"Ada sensasi terlibat, bukan hanya melihat. Aku ngerasa jadi bagian dari seni itu sendiri, bukan sekadar penonton," katanya.

Ismi menambahkan bahwa pengalaman ini memicu kreativitasnya sendiri. Ia menulis pesan di beberapa instalasi yang dipajang.

"Rasanya kayak seni itu ngajak aku bermain, bukan cuma ngeliat. Ini pengalaman yang sulit ditemukan di pameran lain," ujarnya.

Di sisi lain, Setya menekankan pentingnya pameran ini bagi publik yang ingin memahami seni secara lebih dalam. Ia menyimpulkan, "Pameran ini menunjukkan bahwa seni bisa menjadi medium edukasi yang interaktif. Konsep Art Edu Care sangat relevan bagi mereka yang ingin belajar sambil merasakan pengalaman langsung."

Baca Juga: Siap-Siap Birukan Bandung! Ini Rute dan Jadwal Konvoi Juara Persib dari Gedung Sate Menuju Gedung Merdeka

Dengan kombinasi instalasi interaktif, pertunjukan live, dan konsep edukatif yang menyeluruh, Art Edu Care 2026 bukan sekadar pameran seni biasa. Ia berhasil menghadirkan pengalaman di mana pengunjung bukan hanya penonton, tetapi juga peserta aktif, membuktikan bahwa seni bisa hidup melalui interaksi dan respon setiap orang yang hadir. (nta) 

Editor : Laila Zakiya
#Art Edu Care #seni #karya #pameran #pertunjukan