Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

Dance Movement Therapy: Ketika Gerak Menjadi Bahasa Penyembuhan

Laila Zakiya • Senin, 11 Mei 2026 | 06:56 WIB
Dance Movement Therapy. (From: Pinterest)
Dance Movement Therapy. (From: Pinterest)

 
SOLOBALAPAN.COM - Di tengah meningkatnya perhatian terhadap kesehatan mental, berbagai pendekatan alternatif mulai mendapatkan tempat, salah satunya melalui seni tari. Gerak tubuh kini tidak lagi sekadar ekspresi estetis, tetapi juga menjadi medium penyembuhan.

Konsep Dance Movement Therapy mulai dikenal luas sebagai metode yang menghubungkan tubuh, pikiran, dan emosi dalam satu kesatuan pengalaman.

Dalam praktiknya, terapi ini tidak menuntut kemampuan menari secara teknis. Fokus utamanya adalah pada kebebasan bergerak dan kejujuran dalam mengekspresikan perasaan melalui tubuh.

Sejumlah praktisi menjelaskan bahwa tubuh sering kali menyimpan emosi yang tidak tersalurkan. Melalui gerakan, individu dapat “membuka” kembali pengalaman tersebut dan memprosesnya secara lebih sehat.

Pendekatan ini berbeda dari terapi konvensional yang berbasis verbal. Dalam banyak kasus, individu kesulitan mengungkapkan apa yang dirasakan dengan kata-kata. Di sinilah gerak menjadi bahasa alternatif.

Di Indonesia, pendekatan ini mulai diperkenalkan dalam berbagai komunitas seni dan kesehatan. Meski belum menjadi arus utama, minat terhadap metode ini menunjukkan peningkatan.

Beberapa praktisi bahkan mengadaptasi unsur tari tradisional sebagai bagian dari proses terapi. Misalnya, penggunaan pola gerak repetitif dan ritmis yang terdapat dalam Tari Sanghyang Dedari untuk menciptakan kondisi meditatif.

Baca Juga: Mengenal Hantavirus: Gejala Serius hingga Risiko Kematian 60%, Kemenkes Ingatkan Pentingnya Hidup Bersih
 

Dance Movement Therapy. (From: Pinterest)
Dance Movement Therapy. (From: Pinterest)

 
Namun, adaptasi ini tentu dilakukan dengan hati-hati, mengingat tidak semua unsur tari tradisional dapat dipindahkan ke konteks terapi tanpa mempertimbangkan nilai sakralnya.

Manfaat dari terapi tari mulai dirasakan oleh berbagai kalangan, mulai dari individu dengan tingkat stres tinggi hingga mereka yang mengalami trauma emosional.

Selain membantu mengurangi kecemasan, terapi ini juga dinilai efektif dalam meningkatkan kesadaran tubuh dan rasa percaya diri. Individu menjadi lebih terhubung dengan dirinya sendiri.

Tantangan utama dalam pengembangan metode ini di Indonesia adalah keterbatasan tenaga profesional. Tidak banyak praktisi yang memiliki latar belakang ganda di bidang seni tari dan psikologi.

Meski demikian, peluang pengembangan metode ini cukup besar. Dengan kekayaan tradisi gerak yang dimiliki Indonesia, potensi integrasi antara budaya dan kesehatan menjadi sangat terbuka. (sen/lz)

Artikel ini ditulis oleh Senda, mahasiswa jurusan Seni Tari ISI Surakarta 

Editor : Laila Zakiya
#Dance Movement Therapy #metode penyembuhan #tari