Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

Tari Unduh Pamelo Angkat Potensi Daerah Kabupaten Pati

Laila Zakiya • Kamis, 7 Mei 2026 | 11:29 WIB
Tari Unduh Pamelo. (Dok. SMPN 1 Pati)
Tari Unduh Pamelo. (Dok. SMPN 1 Pati)

 

SOLOBALAPAN.COM - Potensi lokal kembali diangkat ke panggung seni melalui karya tari bertajuk Tari Unduh Pamelo.

Karya ini menyoroti salah satu kekayaan alam unggulan di Kabupaten Pati, yakni jeruk pamelo yang telah lama dikenal sebagai komoditas khas daerah tersebut.

Produksi karya ini berada di bawah naungan LP3 Sanggar Seni Paringga Jati Raras dengan bimbingan Budiono.

Sementara itu, proses penyusunan koreografi dilakukan oleh Lailatur Qodriyah sebagai bentuk respons kreatif terhadap potensi lokal yang ada.

Tari Unduh Pamelo diproduksi untuk kepentingan Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional 2025 atau FLS3N, yang diikuti oleh kontingen SMP Negeri 1 Pati.

Karya ini menjadi salah satu representasi daerah yang diharapkan mampu membawa identitas lokal ke tingkat nasional.

Melalui karya ini, LP3 Sanggar Seni Paringga Jati Raras mendapatkan penghargaan Pelestari Seni Tradisi kategori Produk Unggulan Daerah di Gelar Tari Jawa Tengah pada tahun 2025. 

Gagasan penciptaan tari ini berangkat dari ketertarikan Budiono terhadap kehidupan para petani pamelo, khususnya di wilayah Kecamatan Gembong. Aktivitas keseharian para petani menjadi sumber inspirasi utama dalam membangun konsep karya.

Baca Juga: Benarkah Kyai Ashari Kabur? Kasus Dugaan Pelecehan Seksual 50 Santriwati di Pondok Pesantren Pati Jauh dari Kata Usai, Terduga Pelaku Tak Ada Kabarnya!
 

Tari Unduh Pamelo. (Dok. SMPN 1 Pati)
Tari Unduh Pamelo. (Dok. SMPN 1 Pati)

 
Melalui pengamatan tersebut, muncul keinginan untuk menerjemahkan aktivitas agraris menjadi bahasa gerak yang komunikatif.

Proses memetik, mengumpulkan, hingga mengolah hasil panen kemudian diolah menjadi rangkaian koreografi yang dinamis.

“Kabupaten Pati memiliki banyak sekali potensi daerah. Salah satunya adalah pamelo. Banyak wisatawan dari luar kota pasti tahu jeruk pamelo terbaik itu hadir di Kabupaten Pati,” ujar Budiono.

Pernyataan tersebut mempertegas bahwa karya ini tidak hanya berorientasi pada estetika, tetapi juga sebagai bentuk promosi potensi daerah. Tari menjadi medium untuk memperkenalkan kekayaan lokal kepada khalayak yang lebih luas.

Dalam proses penyusunannya, metode yang digunakan diawali dengan observasi langsung. Tim kreatif turun ke lapangan untuk melihat secara nyata aktivitas petani pamelo, sehingga gerak yang dihasilkan memiliki kedekatan dengan realitas.

Pendekatan ini memungkinkan karya memiliki pijakan yang kuat, baik secara konsep maupun visual. Gerakan yang dihadirkan tidak sekadar imajinatif, tetapi juga berakar pada aktivitas keseharian masyarakat.

Tari ini ditarikan oleh lima penari perempuan yang masing-masing membawa karakter dan energi tersendiri. Kehadiran penari perempuan juga menjadi simbol kelembutan sekaligus ketangguhan dalam mengolah hasil alam.

Dalam penyajiannya, komposisi gerak disusun secara berkelompok dan saling terhubung. Hal ini mencerminkan semangat gotong royong yang menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat agraris.

Baca Juga: Persebaya Surabaya vs Persis Solo Terancam Sepi? Sejumlah Suporter Serukan Boikot Akibat Kenaikan Harga Tiket
 

Tari Unduh Pamelo. (Dok. SMPN 1 Pati)
Tari Unduh Pamelo. (Dok. SMPN 1 Pati)

 
Selain gerak, unsur pendukung seperti kostum dan properti juga dirancang untuk memperkuat identitas karya. Nuansa warna dan bentuk yang digunakan mengarah pada visualisasi buah pamelo dan lingkungan pertaniannya.

Ritme dalam tari juga disesuaikan dengan alur aktivitas petani. Ada bagian yang tenang dan ritmis, namun ada pula bagian yang lebih dinamis, menggambarkan proses panen yang penuh semangat.

Karya ini tidak hanya menampilkan keindahan gerak, tetapi juga menghadirkan narasi tentang hubungan manusia dengan alam. Bagaimana hasil bumi menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.

Kehadiran karya ini juga menunjukkan bahwa seni tari dapat menjadi media edukasi sekaligus promosi daerah. Nilai-nilai lokal yang diangkat mampu memperkuat identitas budaya di tengah arus modernisasi.

Melalui karya ini, potensi daerah tidak hanya dikenalkan, tetapi juga dirayakan. Seni tari kembali membuktikan perannya sebagai medium yang mampu menjembatani antara kehidupan sehari-hari dan ekspresi artistik di atas panggung. (sen/lz)

Artikel ini ditulis oleh Senda, mahasiswa jurusan Tari ISI Surakarta.

 

Editor : Laila Zakiya
#Tari Unduh Pamelo #koreografi #tari #kesenian