Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

Asah Motorik dan Kognitif Anak Sejak Dini Melalui Kelas Tari

Laila Zakiya • Sabtu, 2 Mei 2026 | 11:05 WIB
Ajarkan tari sejak dini sebagai upaya kembangkan ketrampilan anak. (DOK: SangPaJaR) 
Ajarkan tari sejak dini sebagai upaya kembangkan ketrampilan anak. (DOK: SangPaJaR) 

 
SOLOBALAPAN.COM - Sanggar Paringga Jati Raras menjadi salah satu ruang kreatif yang konsisten menghadirkan pendidikan seni tari bagi anak-anak sejak usia dini. Berdiri pada 1 Agustus 2004 di bawah pimpinan Budiono, sanggar ini terus berkomitmen mencetak generasi yang tidak hanya mengenal seni, tetapi juga memiliki kepekaan tubuh dan rasa.

Sejak awal berdirinya, Paringga Jati Raras diposisikan sebagai wadah pembelajaran yang tidak semata berorientasi pada pertunjukan. Lebih dari itu, sanggar ini berperan sebagai inisiator dalam pengembangan sekaligus pelestarian seni, khususnya di kalangan anak-anak.

Dalam proses pembelajaran, Budiono menekankan pentingnya mengenalkan gerak sejak dini kepada anak-anak. Ia melihat bahwa tubuh anak perlu dibiasakan untuk aktif agar memiliki kekayaan ekspresi dan fleksibilitas dalam bergerak.

“Saya ingin mengajak anak-anak untuk paling tidak ya punya dulu lah untuk bergerak. Supaya ketubuhannya lebih kaya,” ujar Budiono saat diwawancarai pada Minggu (19/4/2026).

Baca Juga: Usai Tegur Safrie Ramadhan, Na Daehoon Ogah Disamakan dengan Jule, Kini Pilih 'Posesif' ke Trio Na
 

Ajarkan tari sejak dini sebagai upaya kembangkan ketrampilan anak. (DOK: SangPaJaR) 
Ajarkan tari sejak dini sebagai upaya kembangkan ketrampilan anak. (DOK: SangPaJaR) 

 
Pendekatan yang diterapkan di sanggar ini tidak instan. Anak-anak yang baru pertama kali belajar menari umumnya masih kaku dan belum terbiasa mengikuti instruksi gerak. Oleh karena itu, proses pembelajaran dilakukan secara bertahap dengan metode yang disesuaikan dengan usia dan kemampuan mereka.

Budiono mengakui bahwa mengolah teknik gerak anak-anak yang belum memiliki dasar tari membutuhkan kesabaran ekstra. Namun, ia meyakini bahwa proses tersebut justru menjadi bagian penting dalam membentuk karakter dan ketahanan belajar anak.

Menurutnya, aktivitas menari memiliki manfaat yang luas, tidak hanya dalam aspek seni, tetapi juga perkembangan motorik dan kognitif. Gerakan yang dilakukan secara berulang membantu anak mengenali koordinasi tubuhnya dengan lebih baik.

Selain itu, pola repetitif dalam latihan tari juga berperan dalam melatih daya ingat anak. Mereka dituntut untuk menghafal rangkaian gerak sekaligus memahami irama, sehingga secara tidak langsung melatih konsentrasi dan fokus.

Baca Juga: Ngamuk Banget! Na Daehoon Bongkar Foto Adegan Ranjang Jule dan Safrie Ramadhan, Kini Tegaskan Tak Pernah Kumpul Kebo!
 

Ajarkan tari sejak dini sebagai upaya kembangkan ketrampilan anak. (DOK: SangPaJaR) 
Ajarkan tari sejak dini sebagai upaya kembangkan ketrampilan anak. (DOK: SangPaJaR) 

 
“Lewat gerak repetitif yang diajarkan, dan hafalan yang diberikan, dapat membantu perkembangan mental, fisik, dan daya pikir anak-anak,” jelas Budiono.

Manfaat lain yang dirasakan adalah peningkatan kepercayaan diri. Anak-anak yang awalnya cenderung pemalu perlahan mulai berani tampil, baik di depan teman-temannya maupun dalam kesempatan pentas.

Di sisi lain, proses belajar tari juga membuka peluang untuk melihat potensi yang dimiliki setiap anak. Tidak semua anak langsung terlihat menonjol, tetapi melalui latihan yang konsisten, bakat tersebut dapat teridentifikasi.

“Dari sini kan juga bisa kita lihat mana anak-anak yang memang sebenarnya punya bakat. Kita bisa bantu untuk mengembangkan bakatnya,” tambahnya.

Lingkungan sanggar yang suportif turut menjadi faktor penting dalam proses pembelajaran. Anak-anak tidak hanya belajar teknik, tetapi juga belajar berinteraksi, bekerja sama, dan menghargai satu sama lain.

Kegiatan latihan yang dilakukan secara rutin menciptakan kebiasaan disiplin. Anak-anak diajak untuk datang tepat waktu, mengikuti instruksi, dan menyelesaikan setiap sesi latihan dengan penuh tanggung jawab.

Baca Juga: Persis Solo Terjerat Zona Degradasi, Andrei Alba: 4 Laga Sisa Adalah Final, Kami Butuh Dukungan Suporter!
 

Ajarkan tari sejak dini sebagai upaya kembangkan ketrampilan anak. (DOK: SangPaJaR) 
Ajarkan tari sejak dini sebagai upaya kembangkan ketrampilan anak. (DOK: SangPaJaR) 

 
Selain itu, materi yang diberikan tidak selalu bersifat teknis. Anak-anak juga diajak untuk memahami makna gerak, sehingga mereka tidak hanya menari secara mekanis, tetapi juga dengan rasa.

Dalam jangka panjang, pengalaman belajar tari ini diharapkan dapat membentuk individu yang lebih peka terhadap lingkungan sekitar. Tubuh yang terlatih, pikiran yang fokus, serta rasa percaya diri menjadi bekal penting dalam perkembangan mereka.

Keberadaan Sanggar Paringga Jati Raras pun menjadi bukti bahwa pendidikan seni memiliki peran signifikan dalam tumbuh kembang anak. Seni tari tidak lagi dipandang sebagai aktivitas tambahan, melainkan sebagai bagian dari proses pembelajaran yang menyeluruh.  (sen/lz)

Artikel ini ditulis oleh Senda, mahasiswa Jurusan Tari ISI Surakarta.

Editor : Laila Zakiya
#kelas tari anak #kognitif #sanggar tari #tari #motorik