Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Transportasi Publik Solo Tetap Jadi Andalan, dari BST hingga Becak yang Bertahan di Tengah Modernisasi

Andi Aris Widiyanto • Senin, 20 April 2026 | 16:38 WIB
MURAH : Transportasi publik di Solo tetap menjadi andalan masyarakat, mulai dari BST, becak, hingga layanan online. (LUTFIANA SEKAR/SOLOBALAPAN.COM)
MURAH : Transportasi publik di Solo tetap menjadi andalan masyarakat, mulai dari BST, becak, hingga layanan online. (LUTFIANA SEKAR/SOLOBALAPAN.COM)

 

SOLO, SOLOBALAPAN.COM – Di tengah pesatnya perkembangan transportasi modern, transportasi publik di Kota Solo masih menunjukkan eksistensinya sebagai tulang punggung mobilitas masyarakat.

Mulai dari bus Batik Solo Trans (BST) hingga becak tradisional, semuanya tetap hidup berdampingan di jalanan kota.

Sepanjang koridor utama seperti Jalan Slamet Riyadi, halte-halte bus menjadi titik vital aktivitas warga.

Baca Juga: Usai Persis Solo Takluk 0-2 dari Arema FC: Milomir Seslija Sebut Ini Penampilan Terburuk Musim Ini

Setiap hari, pelajar, pekerja, hingga masyarakat umum tampak hilir mudik memanfaatkan layanan transportasi publik yang dinilai praktis dan terjangkau.

Keberadaan BST menjadi salah satu pilihan favorit warga karena rutenya yang menjangkau berbagai titik strategis di dalam kota. Selain efisien, moda ini juga dinilai mampu mengurangi ketergantungan terhadap kendaraan pribadi.

“Lumayan membantu, apalagi buat pelajar. Jadi nggak harus bawa kendaraan sendiri,” ujar Karin (19), seorang pelajar yang rutin menggunakan BST, Senin (20/4/2026).

Ia menambahkan, akses halte yang dekat dengan sekolah membuatnya lebih memilih transportasi publik. Meski demikian, ia sesekali tetap menggunakan ojek online untuk mobilitas yang lebih fleksibel.

Baca Juga: Ombak Kecil Jangan di Abaikan, Coba Belajar dari buku Slilit Sang Kiai agar tidak Tenggelam Karena Mengabaikan Hal-hal Kecil

Di sisi lain, wajah transportasi Solo tidak hanya diisi moda modern. Becak—sebagai ikon transportasi tradisional—masih setia beroperasi di sejumlah titik kota. Keberadaannya tak sekadar menjadi alat angkut jarak dekat, tetapi juga daya tarik tersendiri bagi wisatawan.

Tak hanya becak, Solo juga menghadirkan inovasi melalui kehadiran Maxride, kendaraan roda tiga bergaya bajaj yang kini bisa diakses secara online. Moda ini menjadi alternatif baru yang menjembatani kebutuhan transportasi cepat dan fleksibel, khususnya di jalur-jalur sempit.

Keberagaman moda transportasi ini mencerminkan dinamika Kota Solo yang mampu menjaga keseimbangan antara modernitas dan tradisi. Mulai dari BST, becak, hingga layanan berbasis aplikasi seperti Gojek, Grab, dan Maxim, semuanya berperan dalam mendukung aktivitas harian masyarakat.

Selain aspek kemudahan dan biaya, penggunaan transportasi publik juga dinilai berkontribusi dalam menekan kepadatan lalu lintas, terutama di kawasan pusat kota.

Baca Juga: Jokowi Tanggapi Santai Klaim JK, Isu “Jasa Politik” Kembali Mengemuka

Meski begitu, sejumlah catatan masih menjadi perhatian, seperti kenyamanan halte serta waktu tunggu yang belum sepenuhnya konsisten. Perbaikan di sektor ini dinilai penting agar minat masyarakat terhadap transportasi publik terus meningkat.

Dengan segala kelebihannya, transportasi publik di Solo bukan sekadar alat mobilitas, melainkan juga cerminan identitas kota—di mana kemajuan dan kearifan lokal berjalan beriringan. (Lutfiana Sekar/AN)

Editor : Andi Aris Widiyanto
#tranportasi modern #koridor utama kota solo #bsd #transportasi publik #jalan slamet riyadi