Menyaksikan Keindahan Tari Bedhaya pada Ujian Tengah Semester Mata Kuliah Pergelaran Putri Program Studi Tari ISI Surakarta

Laila Zakiya • Dipublikasikan Jumat, 10 April 2026 | 14:35 WIB
Bedhaya Ela-Ela pada Ujian Tengah Semester Pergelaran Putri. (DOK. Ima/ISI SURAKARTA)
Bedhaya Ela-Ela pada Ujian Tengah Semester Pergelaran Putri. (DOK. Ima/ISI SURAKARTA)

 

SOLOBALAPAN.COM - Barisan penari Bedhaya tampak berjalan mengular menuju Gedung F Kampus I ISI Surakarta pada Rabu (8/11/2026) lalu. Hari itu, Program Studi Tari menggelar Ujian Tengah Semester Mata Kuliah Pergelaran Putri. Tampak para mahasiswa siap melaksanakan Ujian Tengah Semester dengan tata rias dan busana.

Terdapat sekitar 64 mahasiswa yang tergabung dalam Mata Kuliah Pergelaran Putri dan mengikuti Ujian Tengah Semester (UTS) pada hari itu. Kemudian pada materi Bedhaya sebagai materi wajib tempuh, dibagi menjadi 7 rakit/kelompok Bedhaya.

Bedhaya yang ditampilkan pada UTS Mata Kuliah Pergelaran Tari adalah Bedhaya Ela-Ela, Bedhaya Duradasih, Bedhaya Pangkur, Bedhaya Sekarsari, Bedhaya Mustika, dan Bedhaya Kidung Gayatri.

Bedhaya Duradasih pada Ujian Tengah Semester Pergelaran Putri. (Dok. Pram/ISI SURAKARTA)
Bedhaya Duradasih pada Ujian Tengah Semester Pergelaran Putri. (Dok. Pram/ISI SURAKARTA)

 

Jumlah penari Bedhaya terdiri dari beraneka anggota. Ada yang berisi 7 penari, 9 penari, dan 11 penari. Semuanya memiliki jabatan masing-masing pada setiap materi tari Bedhaya.  

Tujuh Bedhaya yang ditampilkan keseluruhannya adalah berbasis Tari Putri Klasik Gaya Surakarta sehingga pada materi ini, mahasiswa diharapkan dapat mencapai target ketubuhan penari secara maksimal. 

Gelaran UTS Mata Kuliah Pergelaran Tari Putri ini menjadi ajang uji kemampuan kepenarian dari setiap mahasiswa. Tentunya melalui proses yang serius dan tidak sebentar.

Bedhaya Pangkur pada Ujian Tengah Semester Pergelaran Putri. (DOK. Ima/ISI SURAKARTA)
Bedhaya Pangkur pada Ujian Tengah Semester Pergelaran Putri. (DOK. Ima/ISI SURAKARTA)

Mahasiswa melalui sekitar 1 bulan penuh proses adaptasi materi, pengolahan gerak, serta bimbingan dengan dosen Mata Kuliah Pergelaran Putri sesuai dengan materi bimbing yang sudah ditentukan. 

Capaian pada UTS ini, selain mahasiswa diwajibkan untuk menguasai materi Bedhaya yang sudah terpilih, mahasiswa juga wajib menuliskan lembar interpretatif yang berisi pengetahuan umum tentang Bedhaya tersebut. 

Proses terselenggaranya Ujian Tengah Semester ini juga dikelola langsung oleh seluruh mahasiswa Pergelaran Tari Putri. Sehingga selain mempelajari tari Bedhaya, mahasiswa diarahkan untuk dapat mengelola manajemen pertunjukan. 

Selain disaksikan oleh dosen penguji, UTS juga dibuka untuk umum sehingga penonton dari luar mahasiswa diperbolehkan untuk menyaksikan pertunjukan Bedhaya ini. 

Mata kuliah Pergelaran Putri di Program Studi Tari memang sudah rutin menyelenggarakan ujian tari Bedhaya sebagai luaran mata kuliah.

Bedhaya Kidung Gayatri pada Ujian Tengah Semester Pergelaran Putri. (DOK. Bina/ISI SURAKARTA)
Bedhaya Kidung Gayatri pada Ujian Tengah Semester Pergelaran Putri. (DOK. Bina/ISI SURAKARTA)

Dari tahun ke tahun, semua mahasiswa yang mengambil mata kuliah ini diharuskan menempuh materi tari Bedhaya sebelum menuju ke materi pilihan. 

Kemasan ujian dapat berbeda menyesuaikan kemampuan mahasiswa dan berdasarkan arahan dosen. Meski begitu, ujian tari Bedhaya tahun ini cukup menyita banyak perhatian. 

Gedung F yang menjadi arena pertunjukan sore itu dipenuhi para penonton yang datang dari berbagai kalangan. 

Bedhaya Duradasih pada Ujian Tengah Semester Pergelaran Putri. (DOK. Pram/ISI SURAKARTA)
Bedhaya Duradasih pada Ujian Tengah Semester Pergelaran Putri. (DOK. Pram/ISI SURAKARTA)
Kedatangan para penonton ini didukung oleh adanya publikasi media dari akun sosial media Program Studi Tari ISI Surakarta dan akun sosial media Himpunan Mahasiswa Tari ISI Surakarta. 
 
Seluruh penonton tampak khidmat mengikuti jalannya sajian. Satu persatu tari disajikan dengan anggun dan berwibawa. Sesekali beberapa dari penonton yang duduk menghadap panggung akan merekam jalannya sajian. 
 
Setelah melaksanakan ujian tari Bedhaya sebagai materi wajib tempuh, mahasiswa diwajibkan untuk menguasai 3 materi pilihan. 
 
Bekal ketubuhan yang didapat pada materi Bedhaya akan diaplikasikan pada materi pilihan antara lain genre Tari Srimpi/Topeng, Tari Wireng/Pethilan, dan Tari Kebar/Gambyongan.
 
Materi pilihan ini akan disajikan pada gelaran Ujian Akhir Semester pada Mata Kuliah Pergelaran Putri yang akan diselenggarakan bulan Juni mendatang. (snd/lz)
Editor : Laila Zakiya
Sumber : Solo Balapan
UTS Jurusan Tari. ISI Surakarta