Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

Fakta Burung Kedasih, Si "Burung Licik" yang Sering Dikaitkan dengan Pertanda Kematian di Jawa

Damianus Bram • Sabtu, 4 Oktober 2025 - 01:19 WIB
Burung Kedasih  dikenal memiliki beberapa mitos yang mengelilinginya.
Burung Kedasih dikenal memiliki beberapa mitos yang mengelilinginya.

SOLOBALAPAN.COM – Indonesia kaya akan fauna, dan di balik keunikan setiap hewan, seringkali terdapat mitos yang diyakini oleh masyarakat lokal. Dan salah satu hewan yang paling lekat dengan cerita mistis adalah Burung Kedasih.

Meskipun secara fisik memiliki ciri khas, perilaku dan suara burung ini telah menempatkannya dalam legenda yang menakutkan, terutama di kalangan masyarakat Jawa.

Mengenal Ciri dan Fakta Ilmiah Burung Kedasih

Mengutip dari detikcom, Burung Kedasih dewasa memiliki ciri khas bagian kepala berwarna abu-abu, sedangkan sayap, punggung, dan ekornya berwarna coklat keabu-abuan.

Lalu tubuh bagian bawahnya berwarna merah karat. Sedangkan burung yang masih muda memiliki warna coklat terang pada punggung.

Berdasarkan literatur, seperti buku Burung-Burung Agroforest di Sumatera: Panduan Lapangan yang ditulis oleh Asep Ayat, Burung Kedasih memiliki habitat yang luas, mencakup hutan terbuka, perkebunan, agroforest, dan pekarangan.

Fakta yang Mendasari Julukan "Burung Licik"

Burung Kedasih dikenal sebagai hewan yang egois dan licik karena perilakunya dalam berkembang biak (brood parasitism):

Selain sifatnya yang licik, suara kicauan burung ini juga dianggap misterius dan mengerikan.

Suaranya terdengar layaknya tawa dari perempuan dan sesekali memekik. Dalam beberapa kasus, suara Kedasih bahkan terdengar seperti suara perempuan yang memanggil-manggil.

Mitos Burung Kedasih sebagai Pembawa Malapetaka

Di masyarakat Jawa, Burung Kedasih dipercaya sebagai pembawa malapetaka.

Dalam kepercayaannya, bila seseorang mendengar kicauan burung Kedasih, maka malapetaka berupa kematian akan menghampiri salah satu anggota keluarga atau orang terdekat.

Kepercayaan lokal juga menyebutkan cara untuk mengusir aura negatif dari burung ini, yaitu dengan menyanyikan tembang Jawa Dhandanggula yang berjudul Kidung Rumeksa Ing Wengi.

Terlepas dari julukan "burung licik" dan mitos kematian yang menyertainya, Burung Kedasih tetap menjadi bagian penting dari ekosistem fauna Indonesia. (mg1/dam)

Editor : Damianus Bram
#burung kedasih #kicauan burung #burung licik #mistis #mitos