KLATEN,SOLOBALAPAN.COM – Rowo Jombor, sebuah waduk seluas 180 hektare yang kini menjadi salah satu ikon alam Kabupaten Klaten, menyimpan kisah yang jauh lebih kelam dari sekadar perairan tenang.
Di balik keindahannya, tersimpan rahasia lama—sebuah daratan kecil yang masih berdiri di tengah-tengah perairan, dikeramatkan oleh warga setempat dan diyakini memiliki penunggu tak kasat mata.
Daratan kecil itu, yang dikenal dengan nama Gunung Cabean, menjulang sedikit di atas permukaan air, hanya dihiasi oleh sebatang pohon munggur dan rerumputan hijau.
Meski terlihat biasa, tempat ini bukan sembarang pulau kecil. Ada aturan tak tertulis yang harus ditaati siapa pun yang berani menginjakkan kaki di sana.
Baca Juga: Sendang Gotan, Mata Air Keramat di Klaten yang Diyakini Punya Kekuatan Mistis
"Yang terpenting kalau ke situ ya harus uluk salam. Dan kalau sudah sore, lebih baik berhenti memancing. Kalau sudah dapat banyak ikan, jangan serakah. Kalau melanggar, biasanya ada yang hilang, tenggelam, atau terkena musibah," ujar Jumiran (64), seorang warga Desa Krakitan, Jumat (28/3/2025).
Jejak Kampung yang Hilang: Antara Mitos dan Sejarah
Gunung Cabean bukan sekadar pulau kecil di tengah waduk. Menurut kisah yang diwariskan turun-temurun, daratan ini adalah sisa perkampungan yang dulu berdiri kokoh sebelum tenggelam akibat proyek pembangunan waduk oleh kolonial Belanda.
Jumiran sendiri masih ingat betul saat dirinya berusia 4 tahun, ia sering diminta menjaga lahan persawahan yang berdekatan dengan gunung keramat tersebut. Namun, semua berubah ketika perkampungan itu harus dikorbankan demi proyek waduk, menenggelamkan rumah-rumah dan bahkan makam warga.
Baca Juga: Jadwal MotoGP Amerika 2025, Balapan Bakal Digelar Dini Hari, Marc Marquez Menang Lagi?
"Selain gumuk itu, sebenarnya masih ada makam tua di sekitar waduk, tapi yang paling berat auranya ya Gunung Cabean ini. Sudah ada beberapa kejadian orang yang tidak menghormati tempat ini lalu berujung celaka. Beberapa tahun lalu, ada pemancing yang tenggelam tanpa sebab," lanjutnya.
Penunggu Gunung Cabean: Ular Naga atau Ular Cabe?
Mitos yang berkembang di sekitar Rowo Jombor menyebutkan bahwa Gunung Cabean bukan sekadar daratan kosong.
Ada sosok yang dipercaya menjadi penunggu tempat ini—seekor ular gaib yang disebut sebagai Ular Cabe atau bahkan seekor Naga.
Masyarakat percaya, ular inilah yang menjaga kawasan tersebut, dan siapa pun yang melanggar aturan atau bersikap serakah akan mendapat teguran langsung.
Baca Juga: Misteri Pembuangan Bayi di Sukoharjo: Ditemukan Petani, Kini Dirawat di RSUD
Meski begitu, tetap ada pemancing-pemancing dari luar daerah yang nekat menjajal keberuntungan di lokasi keramat ini.
Benarkah ada kekuatan tak kasat mata yang menguasai Gunung Cabean? Ataukah ini hanya mitos yang diwariskan untuk menjaga kelestarian alam?
Sejarah Waduk Rowo Jombor: Benarkah Dibangun Karena Kutukan?
Sejarah mencatat bahwa Rowo Jombor dibangun oleh kolonial Belanda pada tahun 1920 sebagai respons terhadap banjir besar yang melanda Klaten pada 1913. Namun, ada sesuatu yang lebih menyeramkan dari sekadar bencana alam.
Hari Wahyudi, seorang pegiat sejarah dari Klaten, menjelaskan bahwa kampung yang kini tenggelam sebenarnya sudah lebih dulu ditinggalkan warga sejak banjir besar.
"Jadi sebelum waduk dibuat, kampung ini sudah tenggelam karena banjir dari Kali Dengkeng. Lalu, Belanda melihat ini sebagai peluang untuk membangun waduk guna mengontrol aliran air," ujar Hari.
Meski data sejarah menyebutkan alasan pembangunan waduk adalah untuk pengendalian banjir, warga setempat punya keyakinan lain. Mereka percaya bahwa banjir 1913 adalah sebuah kutukan—akibat dosa besar atau kesalahan fatal yang dilakukan oleh para penduduk kala itu.
"Sejak dulu, banyak cerita beredar bahwa ada sesuatu yang murka hingga kampung ini harus tenggelam. Bahkan sekarang pun, tidak semua orang berani masuk ke Gunung Cabean tanpa izin," tambah seorang warga setempat.
Legenda atau Realita?
Gunung Cabean tetap menjadi salah satu lokasi paling misterius di Rowo Jombor. Entah sebagai sisa sejarah perkampungan yang hilang, atau sebagai gerbang ke dunia gaib, tempat ini terus menyimpan kisah-kisah yang sulit dijelaskan dengan akal sehat.
Jika Anda tertarik mengunjungi Rowo Jombor dan melihat Gunung Cabean dari dekat, jangan lupa berucap salam. Jangan serakah, jangan menantang, dan yang terpenting—jangan abaikan peringatan warga setempat. Karena siapa tahu, sesuatu sedang mengawasi dari balik air yang tenang itu. (ren/an)
Editor : Andi Aris Widiyanto