SOLOBALAPAN.COM - Area di sekitar Jembatan Timang, Desa Wonokerto, Kecamatan Wonogiri Kota, menyimpan cerita-cerita mistis yang membuat bulu kuduk merinding.
Sejumlah pengendara yang melintas sering mengalami peristiwa-peristiwa aneh yang tak bisa dijelaskan dengan logika.
Jembatan Timang sudah lama menjadi bahan perbincangan masyarakat setempat. Banyak yang mengaku merasakan aura mistis atau energi negatif ketika melintas, terutama di turunan sebelum jembatan jika datang dari arah Wonogiri Kota.
Kepala Desa Wonokerto, Suyanto, pun mengakui bahwa tempat itu memang penuh dengan cerita-cerita di luar nalar.
Baca Juga: Kisah Mistis Alas Kethu Wonogiri: Penunggu yang Tak Tampak dan Ular Pembawa Pertanda
Di sekitar jembatan ini, terdapat pertemuan dua sungai, yaitu Sungai Bengawan Solo dan Sungai Walikan. Menurut cerita, pertemuan dua aliran sungai ini memperkuat aura mistis yang menyelimuti tempat tersebut.
"Dulunya, di sana berdiri sebuah pohon lo yang konon menjadi tempat Sunan Kalijaga memberikan ilmu kepada para muridnya," ujar Suyanto, Jumat (18/10).
Aura mistis di sekitar jembatan tersebut sering membuat orang merasa seperti berada di tempat yang ramai, seolah ada banyak orang yang berkumpul.
Meski begitu, kejadian ini lebih sering hanya dirasakan dan jarang terjadi kecelakaan fatal. Bahkan ketika sebuah truk rem blong menabrak mobil kosong hingga keduanya terperosok ke sungai, tidak ada korban jiwa, seolah-olah tempat itu 'menjaga' keselamatan mereka.
Baca Juga: Mitos Larangan Bagi Pengantin Baru yang Hendak Berkunjung ke Wonogiri! Konon Tak Boleh Melintasi Gunung Pegat Selama 40 Hari!
Jembatan Timang juga dikenal sebagai tempat tirakat bagi mereka yang mencari petunjuk batin atau kekuatan spiritual. Pada malam-malam keramat seperti Jumat Kliwon dan Selasa Kliwon, area pertemuan dua sungai ini sering digunakan untuk kungkum, sebuah ritual berendam di sungai untuk berkomunikasi dengan alam gaib.
"Saat saya kecil, orang tua sering mengajak saya kungkum di sana. Tempat itu memiliki energi khusus yang dipercaya sebagai tempat tirakat," kenang Suyanto.
Meski dikenal angker, sosok makhluk halus yang dipercaya menjaga tempat itu diyakini tidak jahat dan tidak mengganggu, kecuali hanya menghadirkan perasaan ramai yang tak biasa di malam-malam tertentu. (al/adi)
Editor : Andi Aris Widiyanto