Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

Uniknya Tradisi Pasar Tambak, Pasar yang Tidak Boleh Ada Tawar Menawar di Solo Raya

Reinaldo Suryo Negoro • Kamis, 18 April 2024 | 01:52 WIB
Transaksi jual beli pada Tradisi Pasar Tambak (DOK. PPID.SRAGENKAB.GO.ID)
Transaksi jual beli pada Tradisi Pasar Tambak (DOK. PPID.SRAGENKAB.GO.ID)

SOLOBALAPAN.COM - Terdapat tradisi unik di Solo Raya, tepatnya di Kabupaten Sragen, bernama tradisi Pasar Tambak.

Tradisi Pasar Tambak biasanya diselenggarakan di lapangan pojok desa Dukuh Tambak, Desa Sribit, Kecamatan Sidoharjo, Kabupaten Sragen.

Dikutip dari laman Pemerintah Kabupaten Sragen, asal muasal adanya tradisi Pasar Tambak bermula dari Sungai Bengawan Solo yang konon dahulu mengalir di dekat kampung mereka.

Pada suatu waktu, ada seorang bangsawan singgah ke Dukuh Tambak karena kekurangan persediaan saat melakukan perjalanan melintasi Sungai Bengawan Solo.

Saat itulah terjadi sebuah transaksi perdagangan antara bangsawan dengan warga setempat yang menjadi tradisi hingga saat ini.

Uniknya, tradisi ini hanya dilakukan satu tahun sekali, tepatnya pada Jumat Wage minggu pertama di bulan Suro dalam kalender Jawa.

Maka pada hari itu, tanah lapang yang biasanya sunyi menjadi pusat keramaian pasar bahkan hingga larut malam.

Selain itu, transaksi jual beli pada tradisi Pasar Tambak ini tidak boleh ada tawar-menawar harga barang yang diperjualbelikan.

Masyarakat meyakini jika mereka membeli tanpa ada tawar menawar maka barang yang dibeli akan mendapatkan berkah.

Barang-barang yang diperjualbelikan di pasar ini meliputi peralatan memasak, peralatan rumah tangga, barang peternakan, dan pertanian.

Harga yang dibandrol untuk barang-barang pun cukup murah yakni sekitar Rp10.000 sampai Rp25.000.

Antusias masyarakat setempat yang semarak dan selalu meramaikan Tradisi Pasar Tambak ini sangat luar biasa setiap tahunnya.

Maka dari itu, mereka terus menjaga dan melestarikan tradisi hingga saat ini. (mg2/rei)

Editor : Reinaldo Suryo Negoro
#tradisi #sragen #pasar tambak #solo