SOLOBALAPAN.COM - Tembang macapat adalah puisi tradisional yang memiliki banyak sekali jenis, salah satunya adalah tembang macapat kinanthi.
Kinanthi dapat diinterpretasikan sebagai pertemanan, bergandengan tangan, dan nama bunga. Sedangkan, kanthi dapat berarti menunjukkan.
Dapat dimaknai bahwa tembang kinanthi merupakan tembang yang menggambarkan sebuah petunjuk atau arahan kepada manusia dalam upaya mencapai suatu tujuan tertentu.
Tembang kinanthi juga menggambarkan makna proses pembentukan dan pencarian pengetahuan identitas diri, baik melalui pendidikan formal atau non formal.
Dengan karakteristiknya yang mesra dan penuh perasaan, tembang kinanthi dapat menggambarkan sifat keharmonisan, kehangatan, kasih sayang, dan persaudaraan di dalamnya.
Tembang kinanthi memiliki aturan persajakan seperti tembang macapat lainnya. Guru gatra pada tembang kinanthi berjumlah 6 bait/baris.
Guru wilangan atau jumlah suku kata pada setiap larik/baris
tembang kinanthi yakni 8,8,8,8,8,8 suku kata.
Kemudian, guru lagu atau jatuhnya vokal di setiap akhir larik/baris yaitu u,i,a,i,a,i.
Berikut ini salah satu contoh tembang kinanthi dari serat wedhatama.
Marma dan taberi kulup,
Angulah lantiping ati,
Rina wengi den anedya,
Pandak panduking pambudi,
Bengkas kahardaning driya,
Supaya dadya utami.
Terjemahan dari tembang kinanthi diatas sebagai berikut.
Maka rajinlah anak-anakku,
Belajar menajamkan hati,
siang malam berusaha,
merasuk ke dalam sanubari,
melenyapkan nafsu pribadi,
agar menjadi (manusia) utama.
Tembang macapat di atas memberikan petuah agar kita sebagai manusia harus rajin belajar mengasah hati untuk menjadi manusia yang berprinsip.
Kita harus menjadi pribadi yang berusaha dalam mengontrol ego pribadi, berusaha bersunggguh-sungguh siang dan malam untuk mencapai suatu tujuan agar dapat menjadi manusia yang sejati.
Demikian adalah pendalaman tentang tembang macapat kinanthi. Semoga bermanfaat! (mg2/rei)
Editor : Reinaldo Suryo Negoro