Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

Menggali Makna Tembang Macapat Gambuh, Sastra yang Menjadi Pedoman Masyarakat Jawa

Nindia Aprilia • Sabtu, 30 Maret 2024 | 00:44 WIB
Ilustrasi tulisan dalam buku.
Ilustrasi tulisan dalam buku.

SOLOBALAPAN.COM - Dalam tembang macapat ada banyak sekali jenisnya. Salah satunya adalah tembang macapat gambuh. Tembang macapat gambuh memiliki makna yang mendalam.

Dikutip dari buku yang berjudul ''Kesenian Dongkrek Internasilisasi Nilai dan Ketahanan Budaya'' karya Muhammad Hanif dkk, tembang gambuh merupakan syair dalam bahasa Jawa yang mengandung kisah dan pesan yang relevan dengan kehidupan manusia.

Tembang ini juga menyampaikan cerita tentang interaksi antarmanusia serta memberikan pelajaran tentang mempererat hubungan dengan Tuhan.

Asal usul istilah "gambuh" berasal dari kata "jumbuh utawa sarujuk" yang berarti cocok atau setuju.

Ungkapan gambuh sering diinterpretasikan sebagai simbol kesesuaian, kebijaksanaan, dan atau keselarasan.

Ini mengindikasikan bahwa kebijaksanaan dan makna tersebut dapat menunjukkan kemampuan untuk menempatkan segala hal dengan tepat sesuai dengan peran dan fungsinya.

Tembang Gambuh memiliki sifat yang pitutur, menjalin hubungan persaudaraan, mengajarkan suatu kebaikan, dan sikap ramah kepada semua makhluk hidup.

Sama seperti tembang macapat yang lainnya, tembang gambuh memiliki aturan persajakan yang digunakan seperti guru gatra pada tembang gambuh yang berjumlah ada 5 baris di setiap baitnya.

Guru lagu yang digunakan dalam tembang gambuh yaitu u,u,i,u, dan o. Serta jumlah suku kata atau guru wilangan pada tembang macapat mijil yakni 7,10,12,8,8.

Berikut adalah contoh tembang gambuh dari Serat Wedhatama beserta artinya.

Samengko ingsun tutur
Sembah catur supaya lumuntur
Dhihin raga, cipta, jiwa, rasa, kaki
Ing kono lamun tinemu
Tandha nugrahaning Manondengan

Artinya:

Kelak saya bertutur,
Empat macam sembah supaya dilestarikan
Sembah raga, sembah cipta, sembah jiwa, dan sembah rasa, anakku
Di situlah akan bertemu
pertanda anugrah Tuhan.

Baca Juga: Mengenal Fungsi Keris Sebagai Kelengkapan Busana Tradisional di Solo, Ternyata Ini Dampak Dari Fungsinya!

Kasusu arsa weruh
Cahyaning Hyang kinira yen karuh
Ngarep arep urub arsa den kurebi
Tan wruh kang mangkono iku
Akale kaliru enggon

Artinya:

Baca Juga: Ternyata Hampir Sama! Nama Bulan di Kalender Jawa Terispirasi dari Kalender Hijriyah

Keburu ingin tahu,
cahaya Tuhan dikira dapat ditemukan,
Menanti-nanti mendapatkan anugrah namun gelap mata
Orang tidak paham yang demikian itu
Nalarnya sudah salah kaprah

Baca Juga: Misteri Masjid Hastana, Ada Sosok Gaib Kakek Berjubah Putih yang Memperlakukan Orang Sesuai dengan Perilakunya

Itu tadi merupakan sedikit penjelasan tentang tembang macapat gambuh. Semoga bermanfaat!. (mg2/nda)

Editor : Nindia Aprilia
#tembang #makna #gambuh #jawa #macapat