Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

Mengenal Urutan Gending Sebagai Bagian Esensial dari Upacara Pernikahan Gaya Solo

Nindia Aprilia • Rabu, 27 Maret 2024 | 01:15 WIB
Ilustrasi pengantin adat jawa.
Ilustrasi pengantin adat jawa.

SOLOBALAPAN.COM - Kota Solo memang terkenal akan kekayaan budaya nya, salah satunya ada upacara pernikahan.

Seringkali kita mendengar adanya lantunan gending-gending jawa dalam setiap upacara pernikahan. Ternyata gending yang disajikan ada urutannya loh! Yuk simak detailnya!.

Menurut Yeni, dalam skripsinya yang berjudul "Nilai Moral yang Terkandung dalam Cakepan Gending-Gending Iringan Upacara Pengantin Adat Jawa", gending-gending yang disajikan dalam upacara pengantin dapat menggambarkan suasana yang terjadi.

Selain untuk memberikan gambaran suasana, gending iringan dalam upacara
pernikahan digunakan untuk perantara mengucapkan doa, membangun suasana gembira, khidmat, dan haru.

Berikut adalah urutan gending-gending dalam acara pernikahan gaya Solo.

1. Pembukaan

Baca Juga: Misteri Sungai Bogor di Klaten yang Konon Tercipta dari Aktivitas Makhluk Gaib Berwujud Ular

Dalam acara pembukaan, gending yang disajikan adalah Lancaran Kebo Giro yang kemudian dilanjutkan dengan Ladrang Wilujeng.

Gending tersebut memiliki makna semangat dan sebuah pujian doa supaya acara pernikahan terselenggara dengan lancar.

2. Panggih

Baca Juga: Analisis Struktur dan Makna Tembang Macapat Sinom, Ternyata Memiliki Arti yang Cukup Unik

Ketawang puspawarna akan disajikan dalam prosesi acara panggih. Ketawang ini memiliki makna amanah, jujur, dan tidak sombong.

Dapat dimaknai dalam upacara panggih penganten bertemu dengan pasangan yang memiliki watak tersebut.

3. Sungkeman

Prosesi sungkeman untuk pernikahan gaya Surakarta akan diiringi dengan Ketawang Ibu Pertiwi.

Menurut dari cakepan/lirik yang ada pada ketawang Ibu Pertiwi, gending ini dimaknai sebagai  pengantin yang harus berbakti kepada Tuhan dan kedua orang tua. Maka makna itu berkaitan dengan prosesi sungkeman.

4. Kirab

Ketawang Langengito disajikan untuk mengiringi proses kirab dalam upacara pernikahan gaya surakarta.

Ketawang Langengito menggambarkan sifat ikhlas, sabar, dan setia yang diharapkan dapat tumbuh dalam kehidupan kedua pengantin.

5. Boyongan

Ladrang Boyong menjadi gending yang mengiringi prosesi boyongan. Ladrang boyong sendiri memiliki makna menyembah tuhan dengan khidmat sehingga diharapkan prosesi boyongan dapat dilaksanakan secara khidmat dan sakral.

6. Resepsi

Baca Juga: Memahami Makna Filosofis dari Gending Cucur Bawuk, Salah Satu Gending dalam Pagelaran Wayang Kulit

Manasuka adalah sebutan untuk gending-gending lelagon, langgam, lancaran, dan ladrang ketawang untuk memeriahkan suasana. Manasuka biasanya bisa sesuai dengan permintaan para tamu.

7. Penutup

Ayak-ayak Umbul Donga disajikan untuk gending penutup dalam acara pernikahan gaya Solo.

Gending ini berisikan doa-doa agar mempelai memiliki keluarga yang sakinah, mawadah, warahmah.

Itulah urutan gending yang ada pada upacara pernikahan gaya Solo. Semoga bermanfaat untukmu!. (mg2/nda)

Editor : Nindia Aprilia
#upacara #pernikahan #gending #gaya #solo