SOLOBALAPAN.COM - Saat menyusuri Jalan Sangihe, Kepatihan Wetan, Jebres, Kota Solo, pandangan mungkin tertuju gedung lama ASKI yang terlihat tua.
Dilansir dari laman resminya, ISI Surakarta tercatat bernama Akademi Seni Karawitan Indonesia (ASKI) pada awal berdirinya.
Pada tanggal 20 Maret 1976, ada pemindahan pengelolaan dari Direktorat Jendral Kebudayaan ke Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
ASKI pun berdiri dengan menggunakan fasilitas wilayah milik Konservatori Karawitan Indonesia yang sekarang digunakan oleh SMKI (SMK Negeri 8 Surakarta).
Mulai tahun 1985 kegiatan akademik dan admisnistrasi STSI Surakarta menempati kampus baru yang berada di wilayah Kentingan, Jebres, Kota Solo.
Tempat itu digunakan sebagai kampus 1 Fakultas Seni Pertunjukan, sedangkan kampus 2 Fakultas Seni Rupa dan Desain berada di Jalan Ring Road, Mojosongo, Kota Solo.
Gedung ASKI yang berada di wilayah SMKI pun kini ditinggalkan, dan dihuni oleh laki-laki yang bertugas untuk membersihkan area gedung.
Gedung ASKI ini biasanya digunakan untuk acara pameran fotografi.
Selain itu, gedung ini juga dipakai sebagai tempat pemungutan suara saat pesta demokrasi Indonesia.
Hari-hari biasa gedung ASKI tetap sepi, selayaknya sudah tak berpenghuni.
Tak ayal, kondisi ini membuat aura misteri terasa dari gedung ASKI.
Warga sekitar pun banyak memiliki cerita tentang hal gaib disekitar gedung.
Pengalaman salah satu warga sekitar gedung yang pernah mengalami kejadian horror.
“Ketika saya sendirian saya pernah melihat sekelibat berwarna putih dan ngambang di atas tanah," ungkap salah satu warga.
"Rata-rata warga di sini lebih sering melihat sosok perempuan,” jelasnya.
Salah satu warga tersebut juga mengungkapkan bahwa dekat dengan gedung ASKI yang lama ada SMKI yang membuat kesan misteri semakin bertambah.
Gedung-gedung yang ketika malam hari tak berpenghuni pun membuat aura misteri semakin mencekam.
“Kalau mau melihat pasti harus mengalami sendiri, di sini banyak kejadian horor,” tambahnya.
Tak ayal, gedung ASKI yang sudah lama ditinggalkan memiliki kejadian mistis, yang masih belum terungkap lainnya.(mg3/rei)
Editor : Reinaldo Suryo Negoro