Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

Mengenal Tradisi Sanggaran di Makam Yosodipuro, Mulai Tabur Bunga Hingga Panjatkan Doa

Nindia Aprilia • Rabu, 13 Maret 2024 | 16:39 WIB
Makam Yosodipuro Untuk Menjalankan Tradisi Sanggaran.
Makam Yosodipuro Untuk Menjalankan Tradisi Sanggaran.

SOLOBALAPAN.COM - Raden Ngabehi Yosodipuro atau Yosodipuro adalah pujangga Keraton Surakarta Hadiningrat yang masih memiliki garis keturunan dari kerajaan Pajang.

Yosodipuro ini adalah putra dari pasangan R.T Padmanegara dan Siti Mariyam/Nyi Ageng Padmanegara.

Ibunya adalah putri dari Kyai Kalifah Syarif dari Bagelan yang mengasuh pondok pesantren di Pengging.

Yosodipuro di makamkan di Dukuh Ireng, Bendan, Kecamatan Banyudono, Kabupaten Boyolali, tepat berada di sebelah barat Masjid Cipto Mulyo.

Tokoh-tokoh yang di makamkan di tempat tersebut yaitu Yosodipuro I, II, dan III.

Dilansir dari Pariwisatasolo.Surakarta.go.id Yosodipuro lahir pada tahun 1729 yang diberi nama Bagus Banjar.

Yosodipuro mulai mengabdi di Keraton Surakarta kepada Pakubuwono II. Yosodipuro berjasa pada saat memindahkan Keraton Kasunanan Kartasura ke desa Sala yang saat ini menjadi Keraton Surakarta Hadiningrat.

Pada saat itu Yosodipuro diangkat menjadi abdi dalem Dan tinggal di gedung Kol. Gedung Kol ini sekarang adalah Yosodipuran. R.

Selain Pakubuwono II yang di abdinya, Yosodipuro juga mengabdi ke Pakubuwono III dan IV.

Jika mengunjungi makam Yosodipuro, kita langsung menjumpai plakat yang bertuliskan setiap Jumat Pahing akan diselenggarakan upacara Sanggaran.

Upacara Sanggaran ini dilakukan pada Jumat Pahing, karena Yosodipuro lahir pada Jumat Pahing.

Upacara Sanggaran ini dimulai dengan mengambil nomor. Lalu, peziarah membawa bunga dan ditaburkan ke makam Yosodipuro sambil mengucapkan doa.

Peziarah juga diberi selembar janur yang berisi huruf hijaiyah. Masing-masing huruf tersebut memiliki maknanya masing-masing. (Mg4/nda)

Editor : Nindia Aprilia
#makam #tradisi #kerajaan #Yosodipuro #Sanggaran