SOLOBALAPAN.COM - Di setiap tempat wisata pastilah memiliki sejarahnya tersendiri.
Tidak terkecuali tempat wisata Umbul Kendat yang berlokasi di Banyudono, Boyolali.
Umbul ini terkenal akan kisah sejarahnya, dengan jarak tempuh sekitar 18 Km dari Kota Solo yang termasuk tidak jauh.
Umbul Kendat sendiri terletak tidak jauh dari salah satu kolam pemandian populer, Umbul Pengging.
Untuk memasuki wisata ini, pengunjung tidak perlu pusing-pusing memikirkan biaya dan waktu berkunjung.
Pasalnya, pengunjung bisa menikmati wisata ini tanpa biaya alias gratis dan buka 24 jam penuh.
Kata "kendat" sendiri memiliki arti “terus” yang bermakna bahwa ramai orang berdatangan.
Jika menilik sejarahnya, Umbul Kendat merupakan peninggalan Raja Prabu Brawijaya V.
Umbul ini diberikan kepada sang anak yang bernama Dyah Ayu Ratna Sekar Kedaton.
Perjalanan Dyah Ayu menuju ke Umbul Kendat ini sangatlah tidak mudah.
Saat Dyah Ayu akan mendatangi umbul, dia mengalami kejadian dimana kakinya tertusuk ekor siput hingga infeksi.
Namun, Dyah Ayu tidak putus semangat dalam perjalanan ke Umbul Kedaton itu.
Dengan kaki pincang, ia tetap meneruskan perjalanan.
Hal ini diterangkan oleh Marjailani (52) selaku juru kunci Umbul Kendat.
Diterangkannya, Dyah Ayu Ratna Sekar Kedaton disuruh untuk bertanya kepada tukang jaga Adipati karegolan mengenai tempat tersebut.
Setelah ditemui Dyah Ayu, si tukang jaga laporan kalau ada yang mau datang seperti orang pincang.
Dyah Ayu pun kemudian diberi izin supaya masuk.
Namun, ada hal yang membuat Dyah Ayu Ratna Sekar Kedaton sakit hati.
Dia mendengar bahwa ia dikata pincang. Tak ayal, dia pun tidak terima.
Lantas, dia pun mengutuk siput yang membuat kakinya pincang.
"Sampai habis zaman kamu tidak akan punya ekor " kata Dyah Ayu seperti yang dijelaskan Marjailani.
Dan ternyata betul semua siput tidak ada ekor karena kena sabda dari Dyah Ayu Ratna Sekar Kedaton tersebut.
Kemudian, dia diberi penenangan oleh dayang tua agar sakitnya tidak terasa.
Setelah itu tempat tersebut diberi nama "kendat" yang artinya "jangan sampai berhenti untuk datang".
Sedangkan, Umbul Kendat yaitu umbul yang mengalir terus menerus meskipun musim hujan maupun kemarau tetapi tidak habis.
Jika digabungkan dengan kata umbul yang memiliki art "sumber mata air", Umbul Kendat memiliki makna "sumber mata air yang tidak pernah surut atau tidak bisa berhenti."
Dengan kisahnya tersebut, umbul ini lantas menjadi tempat pemandian yang memiliki nilai magis dan spiritual. (mg8/rei)
Editor : Reinaldo Suryo Negoro