Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

Asal Usul Congklak, Jejak Warisan Budaya Kuno yang Kini Jadi Permainan Tradisional

Nindia Aprilia • Selasa, 2 Januari 2024 | 21:57 WIB
Ilustrasi - Congklak
Ilustrasi - Congklak

SOLOBALAPAN.COM - Congklak merupakan salah satu warisan budaya yang sangat kuno. Permainan tradisional ini dikenal dengan berbagai macam nama di seluruh Indonesia.

Dilansir dari indonesia.go.id, Congklak dimainkan oleh dua orang pemain dalam satu permainan. Perlengkapan yang digunakan dalam permainan ini yaitu papan congklak dan 98 buah biji yang dinamakan sebagai biji congklak atau buah congklak.

Umumnya, papan congklak terbuat dari kayu atau plastik. Sedangkan bijinya berupa cangkang kerang, biji-bijian, batu-batuan, kelereng atau plastik.

Pada papan congklak terdapat 16 buah lubang yang terdiri atas 14 lubang kecil saling berhadapan dan 2 lubang besar di kedua sisinya. Setiap 7 lubang kecil di sisi pemain dan lubang besar di sisi kanannya dianggap sebagai milik sang pemain.

Beberapa ahli mengatakan bahwa congklak berasal dari negara Arab. Di daerah Timur Tengah, permainan tradisional ini telah lama dikenal dengan nama "Mancala".

Nama "Mancala" sendiri berasal dari bahasa Arab "Naqala" yang berarti bergerak.

Sedangkan di daerah Afrika, congklak sering disebut dengan "Wari". Nama ini mengacu pada bagian yang cekung pada papan congklak. Bagian tersebut disebut sebagai "Awari" yang memiliki arti rumah.

Namun, perlu diketahui bahwa permainan tradisional congklak ini bukan berasal dari Indonesia.

Dengan masuknya para pedagang dari negara lain ke Indonesia, hal ini tidak bisa dipungkiri terjadinya pertukaran budaya antara para pedagang asing dengan penduduk pribumi Indonesia. Di sinilah permainan tradisional congklak mulai masuk ke Indonesia.

Pada sebuah penggalian Arkeolog dari National Geographic, telah ditemukan sebuah lempengan yang terbuat dari batu kapur di wilayah Yordania.

Lempengan tersebut berbentuk memanjang dengan beberapa cekungan. Para ahli menyimpulkan bahwa lempengan tersebut merupakan sebuah papan permainan tradisional congklak yang berasal sekitar tahun 5000-7000 sebelum masehi.

Mereka meyakini, congklak berasal dari kebudayaan yang sangat kuno dan kemungkinan merupakan salah satu permainan tertua.

Beberapa ahli lain berpendapat, congklak dibawa oleh daerah Timur Tengah ke dataran Afrika, kemudian menyebar ke Asia melalui perdagangan budak yang dilakukan oleh Pedagang Afrika di kepulauan Karibia pada sekitar abad ke-17.

Sedangkan pada tahun 1983, di sebuah situs yang dulunya diketahui sebagai pabrik tembikar telah ditemukannya sebuah bidak congklak yang terbuat dari tanah liat. Saat ini, bidak tersebut disimpan sebagai banda bersejarah di Museum Nasional Indonesia.

Di Indonesia sendiri, permainan ini memiliki banyak nama yang berbeda di setiap daerahnya. Di daerah Jawa, congklak lebih dikenal dengan nama Dakon. (mg4/nda)

Editor : Nindia Aprilia
#budaya #congklak #permainan tradisional