SOLOBALAPAN.COM - Kota Solo terkenal dengan Kota Budaya. Selain itu, Solo juga menjadi tujuan bagi wisatawan dari kota-kota besar untuk dikunjungi.
Beberapa tempat yang menjadi tujuan utama wisata seperti Keraton Surakarta, Mangkunegaraan, dan pasar-pasar tradisionalnya.
Festival dan perayaan yang diadakan juga bermacam-macam. Salah satu contohnya pada setiap tahun di tanggal-tanggal tertentu, Keraton Surakarta mengadakan berbagai macam perayaan yang pelaksanaannya didasarkan pada penanggalan Jawa. Yuk, simak penjelasannya lebih lanjut!
1. Kirab Pusaka 1 Suro
Acara ini dilaksanakan pada malam hari menjelang tanggal 1 Suro yang diselenggarakan oleh Keraton Surakarta dan Puro Mangkunegaraan.
Kirab Pusaka merupakan acara yang ditujukan untuk merayakan tahun baru Jawa 1 Suro. Singkatnya, pada acara ini pusaka-pusaka yang memiliki sihir dibawa oleh para abdi dalem yang berbusana Jawi Jangkep.
Kemudian, pada saat kirab berlangsung barisan yang berada di depan merupakan sekelompok Kebo Bule bernama Kyai Slamet, sedangkan barisan setelahnya berisi para pembawa pusaka.
Rute yang dilalui untuk kirab pusaka ini yaitu berawal dari Keraton, kemudian menuju Alun-alun Utara, Gladak, Jl Mayor Kusmanto, Jl Kapten Mulyadi, Jl Veteran, Jl Yos Sudarso, Jl Slamet Riyadi, kembali ke Gladak dan berakhir di Keraton.
2. Sekaten
Sekaten diadakan untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW. Perayaan ini berlangsung setiap bulan Mulud.
Berawal dari tanggal 12 yaitu Grebeg Mulud, kemudian dilanjut dengan pesta rakyat yang diadakan selama dua minggu di Alun-alun Utara. Pesta ini menyajikan pertunjukan seni dan akrobat, arena permainan anak, dan pasar malam.
Pada hari terakhir Sekaten, Grebeg diadakan kembali di Alun-alun Utara.
3. Grebeg Sudiro
Grebeg Sudiro merupakan festival yang telah dimulai sejak 2007. Grebeg ini diadakan untuk memperingati Tahun Baru Imlek dengan perpaduan budaya Tionghoa dan Jawa.
Biasanya Grebeg Sudiro dipusatkan di daerah Pasar Gedhe, Balong (Kelurahan Sudiroprajan), dan Balai Kota solo.
4. Grebeg Mulud
Grebeg Mulud diadakan setiap tanggal 12 Mulud. Grebeg ini merupakan bagian dari perayaan Sekaten.
Pada acara ini, para abdi dalem berbusana Jawi Jangkep Sowan Keraton mengarak Gunungan (Pareden) dari Keraton Surakarta ke Masjid Agung Surakarta. Gunungan tersebut terbuat dari berbagai macam sayuran dan makanan tradisional.
Gunungan yang diarak kemudian didoakan oleh Ngulamadalem atau Ulama Keraton yang setelahnya akan diperebutkan oleh masyarakat yang berkunjung. Satu buah gunungan yang lain akan dibawa kembali ke Keraton untuk dibagikan kepada para abdi dalem.
5. Tingalan Dalem Jumenengan
Acara ini diadakan untuk memperingati hari ulang tahun kenaikan tahta raja. Tingalan Dalem Jumenengan merupakan upacara yang wajib digelar bagi kerajaan yang masih memiliki darah atau keturunan Mataram Islam.
Salah satunya yaitu Keraton Surakarta Hadiningrat. Acara ini dilaksanakan setiap tanggal 2 Ruwah.
Pada acara ini, sang raja duduk di atas dampar di Pendopo Agung Sasanasewaka dan dihadapkan para abdi dalem Keraton menyaksikan tari sakral “Tari Bedoyo Ketawang”. Tarian ini dilakukan oleh 9 perempuan yang belum menikah.
Tari Bedoyo Ketawang merupakan simbol dari perjalanan hidup manusia di Bumi. Mulai dari kelahiran, kematian, hingga alam setelah kehidupan di dunia.
6. Grebeg Pasa
Grebeg Pasa diadakan untuk merayakan hari raya Idul Fitri pada tanggal 1 Syawal. Grebeg ini dilaksanakan setelah sholat Idul Fitri. Rangkaian acara yang berlangsung sama seperti Grebeg Mulud.
7. Syawalan
Setelah Grebeg Pasa, acara yang berlangsung satu hari setelahnya adalah Syawalan. Acara ini dilaksanakan di Taman Satwa Taru Jurug yang terletak di tepi Bengawan Solo.
Pada puncak dalam acara ini yaitu Larung Getek Jaka Tingkir diadakan pembagian ketupat pada masyarakat yang berkunjung. Selain itu, pertunjuka kesenian tradisional juga diadakan pada acara Syawalan.
8. Grebeg Besar
Jika Grebeg Pasa diadakan untuk merayakan Idul Fitri. Grebeg Besar merupakan acara yang diadakan untuk merayakan hari raya Idul Adha. Grebeg ini berlangsung pada tanggal 10 Dzulhijah. Prosesi acara yang berlangsung juga sama seperti Grebeg Mulud dan Grebeg Pasa.
9. Solo Batik Carnival
Solo Batik Carnival atau Karnaval Batik Solo merupakan perayaan tahunan yang digelar oleh Pemerintah Kota Surakarta. Karnaval ini menggunakan batik sebagai bahan utama pembuatan kostum.
Para peserta karnaval membuat kostumnya dengan tema yang telah ditentukan. Kemudian mengenakan kostum tersebut dan berjalan di atas catwalk yang berada di Jl Slamet Riyadi. Karnaval ini diadakan setiap tahun pada bulan Juni.
10. Solo Batik Fashion
Selain Solo Batik Carnival, Pemerintah juga menggelar peragaan busana batik di tempat-tempat terbuka untuk dinikmati oleh warga Solo. Peragaan ini disebut dengan Solo Batik Fashion yang diadakan setiap tahun pada bulan Juli.
Nah! Itulah beberapa perayaan yang saat ini masih berlangsung di Keraton Surakarta. (mg4)
Editor : Nindia Aprilia