Sering Terlihat di Pinggir Lintasan, Ternyata Ini Tugas Marshal di MotoGP

Luthfiana Sekar • Dipublikasikan Senin, 21 September 2026 | 06:37 WIB
Marshal menjadi salah satu sosok penting yang bekerja di balik balapan MotoGP. Selain mengibarkan bendera, mereka juga membantu menangani insiden dan menjaga keselamatan di sekitar lintasan. (Jawa Post)
Marshal menjadi salah satu sosok penting yang bekerja di balik balapan MotoGP. Selain mengibarkan bendera, mereka juga membantu menangani insiden dan menjaga keselamatan di sekitar lintasan. (Jawa Post)

SOLOBALAPAN.COM - Kalau pernah menonton MotoGP, mungkin kamu sering melihat beberapa orang berdiri di pinggir lintasan dengan pakaian khusus. Mereka biasanya terlihat membawa bendera berwarna tertentu dan bergerak cepat ketika terjadi kecelakaan. Sosok tersebut dikenal sebagai marshal.

Keberadaan marshal mungkin tidak terlalu diperhatikan ketika balapan berlangsung. Kamera televisi lebih sering menyorot pembalap yang sedang berduel di lintasan.

Baca Juga: Anak Orangutan Ini Tak Mau Lepas dari Induknya Saat Dievakuasi, Ternyata Bukan Sekadar Manja

Padahal, orang-orang yang berada di sisi sirkuit tersebut punya peran penting dalam menjaga balapan tetap berjalan dengan aman.

Menurut penjelasan resmi MotoGP, marshal berada di sekitar lintasan untuk memberikan informasi tertentu kepada pembalap melalui bendera. Selain flag marshal, terdapat pula marshal yang membantu pembalap ketika mengalami kecelakaan atau menghadapi masalah teknis dengan motor.

Salah satu tugas yang paling mudah terlihat adalah mengibarkan bendera. Bendera tersebut bukan sekadar tanda visual, tetapi menjadi bagian dari sistem komunikasi antara petugas lintasan dengan pembalap.

Setiap warna memiliki arti dan pembalap harus meresponsnya sesuai situasi yang terjadi.

Misalnya, bendera kuning digunakan ketika terdapat kondisi berbahaya di lintasan. Pembalap harus berhati-hati dan tidak boleh melakukan manuver menyalip di area yang terkena aturan tersebut.

Ada pula bendera merah yang menandakan sesi atau balapan dihentikan karena kondisi tertentu. Sistem bendera ini menjadi salah satu bagian penting dari protokol keselamatan MotoGP.

Baca Juga: Kok Lulusan Kampus Top Bisa Lebih Mudah Masuk Firma Elite? Ternyata Ada “Sinyal” di Balik CV

Namun, tugas marshal tidak berhenti pada mengibarkan bendera. Ketika seorang pembalap terjatuh, marshal yang berada di sekitar lokasi kejadian dapat membantu mengamankan situasi.

Mereka dapat membantu pembalap keluar dari area berbahaya dan menangani motor yang terjatuh agar tidak mengganggu jalannya sesi.

MotoGP juga menjelaskan bahwa marshal dapat membantu ketika pembalap mengalami masalah teknis dengan motor. Dalam kondisi tertentu, mereka bahkan dapat membantu agar motor bisa kembali bergerak.

Pada sebuah sesi kualifikasi di Mandalika pada 2024, misalnya, para marshal membantu seorang pembalap menghidupkan kembali motornya setelah mengalami insiden.

Karena berada sangat dekat dengan lintasan, posisi marshal tentu bukan pekerjaan sembarangan. Standar FIM mengatur bahwa pos marshal harus memiliki area yang terlindungi dari motor yang melaju, pecahan komponen, dan kondisi cuaca.

Pos tersebut juga ditempatkan sedemikian rupa agar petugas dapat mengawasi lintasan dan berkomunikasi dengan pos lain maupun Race Control.

Baca Juga: Pedro Acosta Raih Kemenangan Perdana MotoGP di Austria, Martin dan Bezzecchi Lengkapi Podium

Menariknya, jumlah dan posisi marshal di setiap bagian sirkuit juga tidak ditentukan secara asal. FIM menetapkan bahwa kebutuhan personel di setiap marshal post disesuaikan dengan karakteristik dan tata letak masing-masing sirkuit.

Karena itu, satu bagian lintasan bisa membutuhkan jumlah petugas yang berbeda dengan bagian lainnya.

Peran marshal juga menjadi semakin menarik jika melihat persiapan MotoGP Mandalika 2026. Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 akan berlangsung pada 9–11 Oktober di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Untuk penyelenggaraan tahun ini, sebanyak 400 marshal telah disiapkan. Mereka dijadwalkan mengikuti pelatihan pada 5–8 Oktober yang terdiri dari dua hari pelatihan di kelas dan dua hari pelatihan lapangan.

Yang menarik, marshal di Mandalika bukan hanya tenaga dari luar daerah. ITDC menyebut talenta lokal NTB kini sudah mendapat kesempatan untuk terlibat dalam penyelenggaraan MotoGP. Bahkan, sejumlah marshal lokal telah memperoleh pengalaman bekerja dalam event di Malaysia, Jepang, dan Australia.

Keterlibatan talenta lokal tersebut menjadi bagian dari perkembangan MotoGP di Mandalika. Jika pada penyelenggaraan awal seluruh marshal berasal dari luar negeri, kini 100 persen marshal yang bertugas merupakan talenta lokal NTB yang telah memenuhi standar internasional, menurut keterangan ITDC.

Jadi, ketika menyaksikan MotoGP dan melihat orang-orang berdiri di pinggir lintasan, mereka bukan sekadar petugas yang muncul ketika pembalap mengalami kecelakaan. Di balik bendera yang mereka kibarkan dan gerakan cepat ketika terjadi insiden, ada sistem keselamatan yang membuat balapan bisa berlangsung.

Pembalap memang menjadi bintang utama dalam sebuah MotoGP. Namun, agar mereka bisa melaju dengan kecepatan tinggi di lintasan, ada banyak orang yang bekerja di belakang layar. Marshal adalah salah satunya. (Luthfiana Sekar)

Editor : Luthfiana Sekar
Sumber : ITDC, Jawa Pos
marshall mandalika moto gp