Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Evaluasi Besar-besaran PBSI: Taufik Hidayat Siap Terapkan Promosi-Degradasi Pemain Kapan Saja

Didi Agung Eko Purnomo • Jumat, 8 Mei 2026 | 20:06 WIB
Mantan atlet nasional bulu tangkis Taufik Hidayat menyapa wartawan setibanya di kediaman Presiden Terpilih Prabowo Subianto di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Selasa (15/10/2024).
Mantan atlet nasional bulu tangkis Taufik Hidayat menyapa wartawan setibanya di kediaman Presiden Terpilih Prabowo Subianto di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Selasa (15/10/2024).

SOLOBALAPAN, OLAHRAGA — Awan mendung tengah menyelimuti dunia bulutangkis Indonesia.

Untuk pertama kalinya dalam sejarah, tim putra Indonesia gagal menembus fase grup pada ajang Thomas Cup 2026.

Kegagalan ini menjadi tamparan keras mengingat status Indonesia sebagai kolektor gelar terbanyak dengan 14 trofi.

Merespons hasil memprihatinkan tersebut, Wakil Ketua Umum PBSI, Taufik Hidayat, menegaskan bahwa federasi akan melakukan evaluasi radikal, termasuk kemungkinan besar melakukan perombakan di jajaran tim kepelatihan maupun pemain.

Rekor Kelam di Thomas dan Uber Cup 2026

Penurunan prestasi di edisi 2026 ini sangat mencolok.

Jika sebelumnya capaian terburuk tim putra adalah perempat final pada edisi 2012, tahun ini Indonesia justru harus angkat koper lebih awal di fase grup.

Baca Juga: Nyesek! Jonatan Christie Gagal Sumbang Poin Perdana Indonesia di Thomas Cup 2026 usai Kalah Dramatis dari Kunlavut Vitidsarn

Sementara itu, tim putri Indonesia juga gagal mengulang prestasi sebagai finalis edisi 2024 setelah langkahnya terhenti di babak semifinal Uber Cup 2026.

Taufik Hidayat: Tidak Ada Tempat untuk Zona Nyaman

Taufik Hidayat, yang juga menjabat sebagai Wamenpora, menyatakan bahwa PBSI tidak akan menunggu hingga akhir tahun untuk melakukan perubahan.

Kebijakan promosi dan degradasi kini bisa dilakukan kapan saja demi mendapatkan formula terbaik.

"Untuk pelatih pun sama. Kalau kita kasih kesempatan nggak ada perform-nya, kenapa enggak? Kita di sini cari solusi yang pengen yang terbaik," tegas Taufik dalam konferensi pers di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jumat (8/5/2026).

Pria yang juga legenda tunggal putra ini memperingatkan seluruh penghuni Pelatnas agar tidak terlena.

"Enggak ada yang memang pelatih, pemain juga ya zona nyaman ya enak-enakan aja di situ. Kita semua harus bertanggung jawab di situ," tambahnya.

Tanggung Jawab Kolektif

PBSI menyatakan bertanggung jawab penuh atas hasil minor ini. Taufik menekankan pentingnya team work yang solid antara pengurus, pelatih, dan pemain untuk mengembalikan kejayaan bulutangkis Indonesia di kancah internasional.

Kegagalan ini menjadi alarm keras bagi bulutangkis Indonesia yang mulai kehilangan taringnya, bahkan di turnamen beregu yang selama ini menjadi kebanggaan Merah Putih.

(did)

Editor : Didi Agung Eko Purnomo
#pbsi #evaluasi #taufik hidayat