BANDUNG, SOLOBALAPAN.COM — Laga pekan ketiga Women’s Pro Futsal League (WPFL) 2026 menghadirkan duel berintensitas tinggi sekaligus menguji mental bertanding.
NAM ABP Women (Tim Futsal Putri asal Solo) menunjukkan karakter kuat dengan membalikkan tekanan menjadi kemenangan 5-3 atas Dragon Kuning Ladies di GOR Indoor Si Jalak Harupat, Senin (4/5).
Pertandingan sejak awal berlangsung terbuka, dengan kedua tim memilih bermain agresif. Pola ini menghasilkan banyak peluang, namun juga menyisakan celah yang dimanfaatkan secara bergantian.
Baca Juga: Usulan PDI Perjuangan Soal Linmas Berpolitik, Wali Kota Solo: Ikuti Ketentuan yang Berlaku
Unggul Cepat, Gagal Menjaga Momentum
Dragon Kuning Ladies tampil meyakinkan di awal laga. Vadya Vannesa membuka keunggulan pada menit ke-11, disusul gol Amanda Ribyana Putri dua menit kemudian. Skor 2-0 sempat memberi kesan bahwa Dragon Kuning berada di atas angin.
Namun, keunggulan itu justru menjadi titik balik. Dalam tempo singkat, NAM ABP Women merespons melalui gol Divani Chandra Putri (15’) dan Arimbi Okta Saputri (16’), yang memaksa skor kembali imbang sebelum turun minum.
Situasi ini memperlihatkan lemahnya kontrol permainan Dragon Kuning saat unggul—sebuah celah yang dimanfaatkan efektif oleh lawan.
Mental Bertanding Jadi Pembeda
Memasuki babak kedua, Dragon Kuning kembali unggul lewat Viona Susi Silvana Malelak pada menit ke-25. Namun lagi-lagi, keunggulan tersebut tak mampu dipertahankan.
Hanya berselang sesaat, Ana Malika Amalia menyamakan skor menjadi 3-3. Momen ini menjadi indikator kuat bahwa pertandingan tidak hanya ditentukan oleh taktik, tetapi juga ketahanan mental.
NAM ABP Women, yang sempat tertinggal hingga tiga kali, justru tampil lebih stabil di fase krusial pertandingan.
Efektivitas di Menit Akhir
Tekanan berkelanjutan dari NAM akhirnya berbuah hasil di penghujung laga. Gol kedua Ana Malika Amalia pada menit ke-38 membalikkan keadaan, sebelum Alya Ananda Hendrita memastikan kemenangan lewat gol penutup satu menit berselang.
Baca Juga: Diduga Api Sisa Pembakaran Merembet, Rumah Warga Boyolali Hangus Sebagian
Efektivitas di menit akhir menjadi pembeda utama. Di saat Dragon Kuning mulai kehilangan ritme, NAM justru mampu menjaga fokus dan memaksimalkan peluang.
Evaluasi untuk Kedua Tim
Asisten pelatih NAM ABP Women, Waskitho Adi, mengakui kemenangan ini tidak diraih dengan mudah. Ia menyoroti perjuangan timnya yang mampu bangkit dari situasi tertinggal berulang kali.
“Pertandingan sangat berat. Tapi anak-anak bisa menunjukkan semangat dan mental untuk membalikkan keadaan,” ujarnya.
Di sisi lain, pelatih Dragon Kuning Ladies, Hajarul Susanto, tetap mengapresiasi hasil pertandingan, meski menyayangkan beberapa keputusan perangkat pertandingan yang dinilai perlu evaluasi.
Pernyataan tersebut mengindikasikan bahwa selain aspek teknis, faktor non-teknis juga turut memengaruhi jalannya laga.
Persaingan Kian Ketat
Baca Juga: Sekolah Rakyat di Sukoharjo Sasar Keluarga Miskin Ekstrem, Validasi Data Jadi Kunci
Tambahan tiga poin ini menjadi modal penting bagi NAM ABP Women untuk tetap bersaing di papan atas klasemen sementara WPFL 2026. Sebaliknya, Dragon Kuning Ladies dihadapkan pada kebutuhan evaluasi cepat, terutama dalam menjaga konsistensi saat unggul.
Pertandingan ini menegaskan satu hal: di kompetisi dengan tempo tinggi seperti WPFL, keunggulan skor belum tentu menjamin kemenangan—ketahanan mental dan efektivitas justru menjadi penentu akhir. (hj/an)