Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

Mulai Melempem, Marc Marquez Bisa Jadi Pensiun usai MotoGP 2026 Berakhir?

Laila Zakiya • Rabu, 8 April 2026 | 09:38 WIB
Marc Marquez saat berada di lintasan MotoGP. (Instagram @marcmarquez93)
Marc Marquez saat berada di lintasan MotoGP. (Instagram @marcmarquez93)

 

SOLOBALAPAN.COM - Performa Marc Marquez di awal MotoGP 2026 tengah menjadi sorotan.

Sang juara bertahan justru kesulitan tampil dominan dalam tiga seri pembuka, memicu spekulasi besar: apakah ini tanda penurunan, atau justru awal dari “akhir cerita” sang Baby Alien?

Tak hanya soal performa, isu pensiun pun mulai mencuat ke permukaan.

Baca Juga: Tragedi Sumberlawang Makin Terang, Korban Alami Luka Berat Sebelum Tewas

Awal Musim yang Tak Sesuai Ekspektasi

Sebagai juara dunia bertahan, Marquez memulai musim dengan status favorit.

Namun kenyataannya jauh dari harapan. Ia belum sekalipun naik podium di balapan utama, meski sempat mencatat kemenangan di sprint race.

Dominasi Aprilia Racing, terutama lewat Marco Bezzecchi, membuat Ducati dan Marquez tertinggal dalam perebutan posisi terdepan.

Meski begitu, Marquez memilih tetap tenang menghadapi situasi ini.

"Tidak, saya tetap tenang," tegasnya.

"Ini adalah balapan MotoGP, Anda tidak bisa selalu menjadi yang terbaik."

"Yang jelas, saya akan berusaha meningkatkan level saya," lanjut Marquez.

Ia juga menilai bahwa penurunan performa bukan karena motornya melemah, melainkan rival yang semakin berkembang.

"Saya pikir, kita tidak lebih buruk dari musim lalu... Hanya saja, mereka yang lebih baik dari musim kemarin," ungkapnya.

"Oleh karena itu, kami harus menemukan jalan untuk kembali ke depan."

Baca Juga: Koperasi Merah Putih Disandingkan dengan MBG, Solusi Nyata atau Sekadar Skema Baru?

Faktor Cedera dan Tekanan Mental

Penurunan performa Marquez tak lepas dari kondisi fisiknya yang belum sepenuhnya pulih setelah kecelakaan di Indonesia musim lalu.

Cedera bahu disebut masih membayangi performanya di lintasan.

Namun, menurut Marco Melandri, bukan hanya fisik yang menjadi masalah utama.

“Dia masih menjadi pebalap paling komplet secara keseluruhan, meskipun mungkin tidak se-eksplosif tahun lalu,” ujar Melandri.

“Lebih dari sekadar cedera, menurut saya tekanan mental untuk merebut kembali gelar telah mengurasnya, karena menurut saya dia memberikan lebih dari 110% pada 2025,” imbuhnya.

Tekanan untuk mempertahankan gelar juara dunia disebut menguras energi Marquez, baik secara fisik maupun mental.

Baca Juga: Momen Perdana Sheila Dara Pasca Kepergian Vidi Aldiano: Hiking ke Curug Bareng Keluarga Dion Wiyoko, Kini Mulai Bangkit?

Kehidupan Pribadi Ikut Berpengaruh?

Analisis lain datang dari Ruben Xaus yang menyoroti sisi non-teknis.

“Ada juga situasi di kehidupan pribadinya, kakak-beradik Marquez, mereka tidak lagi tinggal bersama tahun ini. Dulu mereka berlatih bersama setiap hari. Dengan begitu, mental mereka selalu terjaga,” ucap Xaus.

Padahal sebelumnya, Marquez sendiri mengakui pentingnya kehadiran sang adik, Alex Marquez, dalam menjaga mental dan performanya.

“Salah satu kekuatan saya adalah memiliki saudara yang juga ada di MotoGP. Saya bisa belajar darinya, begitu juga dia. Kami saling bantu, bukan dari sisi teknis karena kami bekerja untuk tim berbeda, tapi dari sisi manusia,” terang Marquez.

Baca Juga: Alasan Azizah Salsha Maafkan YouTuber Pencemar Nama Baik Terungkap, Laporan Terhadap Resbob dan Bigmo Dicabut?

Sinyal Pensiun Mulai Terlihat?

Di tengah performa yang belum stabil, isu pensiun mulai mencuat setelah pernyataan dari Melandri.

“Jika Márquez berhasil menjadi juara, dia bahkan bisa saja memutuskan pensiun di akhir musim. Itu pandangan saya. Saya tidak akan terkejut jika dia berhenti setelah meraih gelar grand prix ke-10,” pungkas Melandri.

Spekulasi ini makin kuat mengingat kondisi fisik Marquez yang disebut cukup berat untuk dipertahankan dalam jangka panjang.

"Semuanya perlu dievaluasi. Saya baru berusia 33 tahun. Saya berharap untuk memperpanjangnya selama mungkin," sebut Marquez.

"Tetapi, saya juga telah menjalani beberapa operasi, dan itu sulit untuk dikelola setiap hari," katanya.

Ia bahkan menegaskan tidak ingin balapan hingga usia terlalu tua seperti legenda Valentino Rossi.

"Saya bahkan tidak akan mencapai usia 40 tahun."

Baca Juga: Spesifikasi Emmo JVX GT: Motor Listrik Adventure Berlogo BGN yang Diduga Jadi Armada Operasional MBG, Setara Toyota Avanza Bekas?

Masih Favorit, tapi Tidak Lagi Dominan

Meski performanya menurun, Marquez tetap dianggap sebagai kandidat kuat juara. Namun, dominasi kini tak lagi mutlak.

Dengan rival yang semakin kompetitif dan kondisi fisik yang belum ideal, MotoGP 2026 bisa menjadi musim paling menentukan dalam kariernya.

Apakah ini akan menjadi musim kebangkitan, atau justru penutup karier gemilangnya?

Jawabannya mungkin akan terungkap di akhir musim—dan bisa jadi, dunia MotoGP harus bersiap kehilangan salah satu legenda terbesarnya. (lz)

Editor : Laila Zakiya
#viral #marc marquez #MotoGP 2026