Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Berhasil Jegal Marc Marquez, Aprilia 'Jumawa' Kini Jadi Kubu yang Dominasi MotoGP 2026

Laila Zakiya • Sabtu, 4 April 2026 | 19:32 WIB
Pembalap Aprilia, Marco Bezzecchi. (Instagram @marcobez72)
Pembalap Aprilia, Marco Bezzecchi. (Instagram @marcobez72)

 

SOLOBALAPAN.COM - Dominasi Aprilia Racing di awal musim MotoGP 2026 menjadi sorotan besar.

Setelah bertahun-tahun berada di bawah bayang-bayang tim besar seperti Ducati, kini pabrikan asal Italia itu justru tampil sebagai kekuatan utama.

Yang paling mencolok, mereka sukses “menjegal” dominasi Marc Marquez yang sebelumnya begitu perkasa.

Baca Juga: Klarifikasi Sumardji Soal Nasib Pemain Timnas Indonesia di Eredivisie: Itu Masalah Teknis Administrasi di Belanda

Aprilia Tancap Gas, Langsung Pimpin Klasemen

Performa Aprilia di awal musim bisa dibilang nyaris sempurna.

Lewat Marco Bezzecchi dan Jorge Martin, mereka mendominasi podium di beberapa seri awal.

Bezzecchi bahkan memimpin klasemen sementara dengan 81 poin, disusul Martin dengan 77 poin.

Konsistensi ini membuat Aprilia langsung melesat di puncak klasemen konstruktor.

CEO Aprilia, Massimo Rivola, mengaku tidak terkejut dengan performa timnya.

"Jelas bahwa motor tahun ini berkinerja sangat tinggi," ucap Rivola dari Sky Sport Italia.

"Saya tidak ingin terdengar sombong, tetapi saya tidak terlalu terkejut, dalam artian angka-angka yang menunjukkan bahwa motor ini kompetitif memang ada ," tambahnya.

Baca Juga: Daftar Skuad Timnas Futsal Indonesia di Piala AFF 2026: Intip Strategi Hector Souto Pertahankan Gelar Juara Tanpa Syauqi dan Iqbal Iskandar

‘Motor Patokan’, Aprilia Mulai Jumawa?

Kepercayaan diri Aprilia kini semakin tinggi. Bahkan, Rivola terang-terangan menyebut motor mereka sebagai acuan di grid MotoGP.

"Saat ini, saya harus mengatakan bahwa motor ini cepat di hampir semua tempat," kata Rivola.

"Untuk saat ini, saya berani mengatakan bahwa Aprilia sekarang adalah motor patokan."

"Mungkin kita tidak terbiasa mendengarnya, tetapi angka-angka berbicara sendiri."

"Namun, masih ada jalan panjang untuk mengatakan bahwa kita adalah favorit: kita unggul sekarang, itu saja," tandasnya.

Pernyataan ini menunjukkan bahwa Aprilia mulai percaya diri, meski tetap mencoba meredam kesan terlalu jumawa.

Baca Juga: Apa Akun Instagram dan TikTok Keyndah? Viral Tri Indah Dikabarkan Kritis usai Disebut Jadi Lawan VCS Alexander Assad Suami Clara Shinta

Sukses Jegal Marquez, Ducati Ikut Tertekan

Di sisi lain, performa Marc Marquez bersama Ducati justru belum maksimal.

Dalam tiga seri awal, ia belum mampu meraih podium utama.

Bahkan di Grand Prix Amerika Serikat, Marquez hanya finis di posisi kelima setelah menjalani balapan yang penuh kendala.

Situasi ini menjadi keuntungan besar bagi Aprilia. Namun Rivola mengingatkan timnya untuk tidak lengah.

"Ketika saingan Anda adalah Márquez dan Anda tahu dia tidak dalam kondisi terbaik, Anda seharusnya tidak memberinya keuntungan apa pun," tegas Rivola.

"Karena Anda tahu dia akan pulih," lanjutnya.

Baca Juga: Kondisi Kesehatan Menurun usai Kena Mental di Kasus VCS Alexander Assad, Keyndah alias Tri Indah Langsung Kehilangan Pengikut Buntut Pengakuan Clara Shinta?

Dominasi Nyata: Sapu Bersih Podium

Aprilia tak hanya menang, tapi juga konsisten menguasai podium.

Dalam beberapa seri, mereka bahkan mampu finis 1-2 lewat Bezzecchi dan Martin.

"Aprilia mengkonsolidasikan keunggulannya atas pabrikan lain, di sirkuit di mana kita tahu Marquez memiliki sesuatu yang lebih dibandingkan yang lain," ucap Rivola.

"Jadi hasil balapan itu sangat bagus," iimbuhnya, dilansir dari Motosan.

Bahkan secara statistik, Aprilia sudah memenangi empat dari enam balapan (termasuk sprint), menjadikannya tim paling konsisten sejauh ini.

Baca Juga: Misi Curi Poin di Parepare! Persis Solo Percaya Diri Hadapi PSM Makassar, Jaga Tren 6 Laga Tak Terkalahkan

Bukan Cuma Pembalap, Motor RS-GP Jadi Kunci

Kesuksesan Aprilia tak lepas dari performa motor RS-GP26 yang disebut sangat kompetitif di hampir semua trek.

"Sudah jelas, bahwa sejauh ini, motor terbaiknya adalah Aprilia, dan itu kabar yang bagus!" ungkap Rivola dilansir dari Crash.

"Jelas sekali bahwa motor ini benar-benar menunjukkan performa bagus di musim ini. Saya tidak mau merasa arogan, tapi saya juga tidak terlalu kaget, dalam kaitannya dengan angka-angka yang memperlihatkan bahwa motornya kompetitif dan bisa bersaing."

Namun, Rivola juga mengakui masih ada kekurangan, terutama pada bagian belakang motor.

"Saya pikir kecepatan Marco terhambat oleh kurangnya sayap belakang, terutama saat pengereman mendadak, dan ada banyak pengereman mendadak di sirkuit ini," jelas Rivola.

"Tidak diragukan lagi, bagian belakang RS-GP lebih ringan dan lebih tidak stabil, sehingga lebih sulit dikendalikan."

Baca Juga: Kenapa QR Code BBM Bersubsidi Hilang Tiba-tiba? Harga Tak Jadi Naik, Pertamina Kini Batasi Pembelian!

Ujian Sesungguhnya di Jerez

Meski tampil dominan, Aprilia belum sepenuhnya aman. Seri berikutnya di MotoGP Spanyol 2026 akan menjadi ujian penting.

Rivola menilai masih ada ruang peningkatan, terutama bagi Martin dan Bezzecchi.

"Sekarang kita akan tiba di Jerez (GP Spanyol,), di mana banyak yang telah melakukan pengujian, kami juga telah melakukan beberapa pengujian, dan kita akan melihat di mana posisi kita," ucap Rivola.

"Saya juga berpikir Jorge Martin masih memiliki ruang untuk berkembang, dan Marco Bezzecchi masih perlu melangkah maju pada hari Sabtu."

Era Baru MotoGP?

Awal musim MotoGP 2026 menghadirkan narasi baru: Aprilia sebagai kekuatan dominan yang mulai menggoyang tatanan lama.

Dengan performa konsisten, motor kompetitif, dan duet pembalap tajam, mereka kini jadi tim yang harus dikalahkan.

Namun satu hal yang pasti—meski berhasil menjegal Marc Marquez, Aprilia belum sepenuhnya aman. Jika sang rival bangkit, persaingan bisa kembali berubah drastis. (lz)

Editor : Laila Zakiya
#ducati #marc marquez #Marco Bezzecchi #MotoGP 2026 #aprilia racing