SOLOBALAPAN.COM - Dominasi Ducati Lenovo Team yang begitu kuat pada musim sebelumnya mulai menunjukkan tanda-tanda penurunan di awal MotoGP 2026.
Situasi ini semakin disorot setelah performa Marc Márquez terlihat belum maksimal dalam beberapa seri pembuka.
Padahal, musim lalu Marquez tampil nyaris tak tersentuh. Kini, kondisi berbalik—ia justru harus berjuang keras hanya untuk tetap kompetitif di lintasan.
Performa Ducati Menurun, Aprilia Justru Menggila
Setelah tiga seri berjalan, Ducati belum mampu mengamankan kemenangan di full race.
Sementara itu, Aprilia Racing tampil impresif dengan dominasi podium.
Nama-nama seperti Marco Bezzecchi dan Jorge Martín justru mencuri perhatian dengan performa konsisten.
Kondisi ini membuat posisi Ducati di klasemen sementara cukup terpukul. Tak ada satu pun pembalapnya yang mampu menembus tiga besar, termasuk Marquez yang kini tertahan di papan tengah.
Baca Juga: ASN Sragen Wajib Gowes dan Nebeng, Sigit Pamungkas Siap Pinjamkan Mobil Dinas
Marc Marquez Akui Kesulitan dan Tidak Nyaman
Hasil di Circuit of the Americas (COTA) menjadi gambaran nyata penurunan performa Marquez.
Ia hanya mampu finis di posisi kelima—hasil yang jauh dari ekspektasi.
“Yang hilang dari saya. Diri saya yang hilang, bukan motornya. Tapi pada lap-lap pertama, saat ban masih baru, motor menjadi lebih agresif dan saya tidak bisa mengendarainya saat ini,” terang Márquez dikutip dari laman resmi MotoGP, Kamis (2/4/2026).
Pengakuan tersebut menunjukkan bahwa masalah bukan semata pada motor, tetapi juga adaptasi dan feeling berkendara.
“Saya perlu memahami dengan baik bagaimana meningkatkan performa pada lap-lap pertama. Saya tidak merasa nyaman di atas motor. Kemudian sepertinya saya terbiasa dalam posisi, bukan posisi alami di atas motor dan saya hanya mengendarainya. Hanya mengendarainya, saya masih cepat, tetapi saya tidak bisa membuat perbedaan,” sambungnya.
Baca Juga: Tukang Ojek Hilang Usai Antar Penumpang Misterius di Boyolali, Polisi Selidiki
Awal Balapan Jadi Titik Lemah
Marquez juga menyoroti bahwa fase awal balapan menjadi titik krusial yang masih belum bisa ia kuasai.
"Masalahnya ada pada saya. Di lap-lap awal, saat ban masih baru, motor menjadi agresif dan membutuhkan banyak tenaga, dan saat ini saya belum bisa mengendalikannya. Untuk menjadi kompetitif, saya harus menunggu 6-10 lap, yaitu saat ban mulai aus,"
Hal ini membuatnya kesulitan bersaing sejak awal, terutama ketika harus menghadapi tekanan dari pembalap lain yang tampil lebih siap sejak start.
Rival Semakin Kuat, Ducati Bukan Memburuk
Meski Ducati terlihat menurun, Marquez punya pandangan berbeda soal situasi ini.
“Kami tidak lebih buruk, yang lain lebih baik,” ujar Márquez.
Ia juga menambahkan bahwa peningkatan performa para rival menjadi faktor utama perubahan peta persaingan musim ini.
“Saya rasa kami tidak lebih buruk dari tahun lalu, tetapi yang lain lebih baik dari tahun lalu. Jadi kami perlu menemukan cara untuk melangkah maju. Dan ya, ini bukan hanya soal pabrikan, tetapi juga pembalap, yaitu Marco Bezzecchi dan Jorge Martín. Tetapi terutama Bezzecchi. Mereka dalam performa yang sangat bagus,” lanjutnya.
Baca Juga: Persiapan Menuju Piala AFF 2026! Timnas Indonesia Bidik Lawan Kelas Berat di FIFA Matchday Juni
Sinyal yang Sama dari Dani Pedrosa
Pengamatan serupa juga datang dari Dani Pedrosa. Ia menilai ada sesuatu yang berbeda dari Marquez, terutama dari sisi kenyamanan berkendara.
“Dia sedikit terlihat tidak nyaman di atas motor. Terutama di lintasan yang bergelombang dan ketika dia mencoba mendorong laju lebih kencang, motornya (seperti) menolak,” terang Pedrosa.
“Kita melihat Marquez yang menyadari dia tidak dalam kondisi terbaiknya dan berusaha mengumpulkan poin sebanyak mungkin sampai dia cukup kompetitif untuk menang lagi,” tandasnya.
Tantangan Besar Menuju Seri Berikutnya
Dengan kondisi ini, Marquez menghadapi tantangan besar untuk segera bangkit, terutama menjelang seri-seri berikutnya seperti MotoGP Spanyol.
Ia menyadari bahwa peningkatan performa harus dimulai dari dirinya sendiri, bukan hanya bergantung pada motor.
“Selalu ada konsekuensinya. Ketika Anda merasa nyaman dengan motor, Anda memberikan lebih banyak. Kemudian Anda mulai berkendara lebih baik dan lebih kencang. Meskipun begitu, memang benar bahwa saat ini saya tidak membantu motor. Saya rasa saya bisa berbuat lebih banyak untuk diri saya sendiri,” tukasnya kemudian.
Jika tak segera menemukan solusi, bukan tidak mungkin dominasi Ducati benar-benar akan tergeser di musim ini. (lz)
Editor : Laila Zakiya