SOLOBALAPAN.COM – Dunia balap motor internasional dikejutkan oleh performa gemilang pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama.
Veda sukses mencatatkan sejarah sebagai pembalap Indonesia pertama yang berhasil finis di posisi ketiga dalam seri Grand Prix Moto3 yang digelar di Brasil.
Prestasi luar biasa ini tak hanya memukau publik, tetapi juga membuat sang ayah, Sudarmono, merasa tak percaya dengan capaian sang anak yang melampaui ekspektasi keluarga.
Baca Juga: Veda Ega Pratama Cetak Sejarah, Aura Farming Warnai Kemenangan Red Bull Rookies Cup
Melampaui Target Awal Sang Ayah
Dilansir dari kanal YouTube wongnasich, Jumat (27/3/2026), Sudarmono mengaku awalnya hanya berharap Veda tampil maksimal sebagai pembalap debutan.
Target realistisnya adalah sekadar mengumpulkan poin di setiap seri.
Namun, Veda justru tampil "menggila" di lintasan Brasil. Padahal, menurut Sudarmono, Veda masih tergolong baru di kelas Moto3 dan belum memiliki jam terbang yang tinggi dengan motor spek Grand Prix tersebut.
“Hasil balapan menunjukkan Veda mampu tampil di luar dugaan, padahal ia masih dalam tahap adaptasi,” ungkap Sudarmono bangga.
Rahasia Sukses: Mimpi Besar dan Disiplin Baja
Lantas, apa rahasia di balik melesatnya performa Veda Ega Pratama?
Sudarmono mengungkapkan bahwa kunci utamanya adalah mimpi besar yang sudah tertanam sejak kecil.
Veda memiliki ambisi kuat untuk bersaing di level dunia, bukan sekadar menjadi pelengkap di grid.
Selain faktor mental, Sudarmono membeberkan rutinitas disiplin Veda yang meliputi latihan fisik ekstrem demi menjaga kebugaran untuk menghadapi intensitas balap kelas dunia.
Kemudian evaluasi video guna mempelajari strategi lawan dan mencari celah sirkuit melalui rekaman balapan.
Terakhir adalah motivasi mandiri, ini menjadi pondasi dasar untuk tetap fokus dan bangkit meski di bawah tekanan besar sebagai pembalap muda.
Pesan Ayah: Jangan Cepat Puas!
Sebagai orang tua sekaligus mentor, Sudarmono mengingatkan Veda untuk tidak terlena dengan podium sejarah ini.
Ia menekankan pentingnya menjaga konsistensi dan terus belajar di kelas yang sangat kompetitif tersebut.
Harapan keluarga, Veda tidak hanya berhenti di podium ketiga, tetapi mampu kembali mengibarkan bendera Merah Putih di podium tertinggi pada seri-seri berikutnya.
Prestasi Veda Ega Pratama di Brasil ini menjadi bukti nyata bahwa dengan disiplin tinggi dan mimpi yang besar, pembalap Indonesia mampu sejajar dengan talenta terbaik dunia di panggung MotoGP. (dam)
Editor : Damianus Bram