Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

Sempat Overthinking di Sprint Race. Fermin Aldeguer Selamatkan Ducati di MotoGP Mandalika 2025

Laila Zakiya • Minggu, 5 Oktober 2025 | 22:01 WIB

 

Fermin Aldeguer berlaga di MotoGP Mandalika 2025.
Fermin Aldeguer berlaga di MotoGP Mandalika 2025.

SOLOBALAPAN.COM - Pembalap muda Fermin Aldeguer menjadi sorotan di MotoGP Mandalika 2025 setelah tampil heroik dan berhasil menyelamatkan muka Ducati lewat kemenangan impresif di balapan utama, Minggu (5/10/2025).

Kemenangan ini terasa semakin dramatis karena sehari sebelumnya, Aldeguer sempat kehilangan podium utama akibat “overthinking” di sesi sprint race.

Namun ia bangkit luar biasa di race utama dan menegaskan potensinya sebagai bintang masa depan MotoGP.

Bangkit dari Sprint Race: Overthinking Jadi Pelajaran Berharga

Pembalap muda Fermin Aldeguer dari tim Gresini Racing harus merelakan kemenangan di sprint race MotoGP Indonesia.

Balapan sengit ini berlangsung di Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, pada Sabtu (04/10).

Aldeguer yang tampil dominan sepanjang balapan, secara mengejutkan disalip di lap terakhir.

Ia mengakui bahwa “overthinking” menjadi penyebab utama kegagalannya mempertahankan posisi terdepan.

Momen krusial terjadi ketika Marco Bezzecchi dari Aprilia Racing berhasil melakukan manuver di tikungan ke-10. Ini menggagalkan podium tertinggi Aldeguer yang sudah di depan mata.

Dominasi Awal Fermin Aldeguer di Sirkuit Mandalika

Fermin Aldeguer menunjukkan performa impresif sejak awal sprint race MotoGP Indonesia.

Memulai balapan dari posisi kedua, pembalap Spanyol ini langsung melesat ke posisi terdepan setelah start yang apik. Ia berhasil mempertahankan keunggulannya dengan baik.

Sepanjang 12 lap yang berlangsung, Aldeguer terus mendominasi jalannya balapan.

Ia secara konsisten mempertajam catatan waktunya, menciptakan jarak yang cukup signifikan dengan para pesaingnya.

Penampilannya kala itu menjanjikan kemenangan perdana di kelas MotoGP.

Kecepatan dan konsistensi Fermin Aldeguer membuat banyak pihak percaya bahwa ia akan meraih podium tertinggi.

Ia tampak nyaman di posisi terdepan, mengendalikan ritme balapan dengan percaya diri.

Ini menjadi bukti potensi besar yang dimilikinya di ajang balap motor paling bergengsi.

Momen Krusial "Overthinking" dan Manuver Bezzecchi

Namun, drama terjadi saat balapan memasuki lap terakhir.

Fermin Aldeguer mengaku mulai merasa ragu ketika Marco Bezzecchi terus mengejar dan memangkas selisih waktu. Kondisi ini memicu “overthinking” di benaknya.

“Saya mulai berpikir banyak hal, tapi tanpa kehilangan fokus. Saya berpikir dengan kecepatan 29 hingga 30 tapi Bezzecchi datang dengan sangat cepat,” kata Fermin Aldeguer dalam konferensi pers seusai balapan.

Dalam kondisi tersebut, Bezzecchi memanfaatkan celah dan melakukan manuver di tikungan ke-10. Aldeguer tidak mampu mempertahankan posisinya, sehingga harus merelakan kemenangan.

“Kami kehilangan posisi pertama meski saya mencoba untuk bisa mengambil alih posisi terdepan kembali dan dia mempertahankan posisinya dengan baik,” tambahnya.

Meskipun gagal meraih kemenangan, posisi kedua di sprint race merupakan pencapaian signifikan bagi Fermin Aldeguer.

Ini adalah podium perdananya di kelas MotoGP, sebuah prestasi membanggakan bagi pembalap yang baru promosi ini.

Kebangkitan di Balapan Utama: Fermin Aldeguer Juara MotoGP Mandalika 2025

Pembalap Gresini, Fermin Aldeguer, finis pertama pada MotoGP Indonesia 2025 di Sirkuit Mandalika, Minggu (5/10/2025).

Finis di posisi kedua adalah Pedro Acosta (Red Bull KTM) dan Alex Marquez (Gresini).

Melengkapi urutan lima besar adalah Brad Binder (Red Bull KTM) dan Luca Marini (Honda HRC Castrol).

Sementara itu, dua pembalap Ducati, Marc Marquez dan Francesco Bagnaia, meraih hasil minor karena terjatuh sehingga gagal mendapat poin.

Hasil ini menambah catatan buruk Marquez di Sirkuit Mandalika yang belum pernah finis pada balapan utama.

Jalannya Balapan: Drama Sejak Tikungan Pertama

Bezzecchi yang memegang pole position mengawali balapan dengan digeser oleh Pedro Acosta (Red Bull KTM).

Insiden langsung terjadi di tikungan pertama ketika Marc Marquez (Ducati) terjatuh setelah bersenggolan dengan Bezzecchi dan terlempar ke gravel.

Tak lama berselang, Joan Mir (Honda HRC Castrol) tergelincir di tikungan 4. Pada lap ketiga, Acosta memimpin, diikuti Luca Marini dan Fermin Aldeguer.

Memasuki lap keempat, Aldeguer menyalip Marini untuk menempati posisi kedua, lalu melancarkan serangan ke Acosta hingga berhasil memimpin balapan.

 ????️ “Aldeguer overtakes Acosta for the lead!” – MotoGP Official Twitter

Setelah itu, Bagnaia juga terjatuh di tikungan 7 pada lap ke-9 dan gagal melanjutkan balapan.

Situasi ini membuat Ducati terancam pulang tanpa poin sebelum Aldeguer menyelamatkan muka tim.

Aldeguer tampil konsisten hingga akhir, mempertahankan keunggulan sekitar 6 detik di depan Pedro Acosta. Alex Marquez naik ke posisi ketiga, menutup podium bagi Gresini.

Memasuki lap terakhir, Aldeguer tetap dominan hingga bendera finis dikibarkan. Ia sukses menebus kesalahan di sprint race dan mempersembahkan kemenangan utama pertama Ducati di Mandalika musim ini. (lz)

Editor : Laila Zakiya
#Sprint race F1 China #Hasil #motogp mandalika 2025 #Fermin Aldeguer #Ducati Gresini Racing