Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

Tanpa Rafael Struick, Ini 3 Alasan Penyerang Dewa United Absen di Timnas Indonesia pada FIFA Matchday

Damianus Bram • Kamis, 21 Agustus 2025 | 23:59 WIB
Rafael Struick dikabarkan merapat ke Persija Jakarta.
Rafael Struick dikabarkan merapat ke Persija Jakarta.

SOLOBALAPAN.COM – Timnas Indonesia resmi mengumumkan daftar pemain untuk melakoni FIFA Matchday melawan Lebanon dan Kuwait bulan depan.

Nama Rafael Struick yang sebelumnya selalu jadi andalan di era Shin Tae-yong justru tidak masuk dalam skuad pilihan pelatih Patrick Kluivert.

Absennya penyerang Dewa United itu memunculkan banyak tanda tanya di kalangan pecinta sepak bola Tanah Air.

Padahal, Struick sebelumnya digadang-gadang sebagai bomber masa depan Garuda.

Namun, performanya yang menurun membuat sang striker 22 tahun harus tersingkir.

Dilansir dari JawaPos.com, berikut tiga alasan utama Rafael Struick tidak dipanggil Timnas Indonesia di FIFA Matchday.

1. Performa Buruk di Liga

Rafael Struick dinilai gagal menunjukkan performa terbaik bersama Dewa United.

Dua pekan awal Super League 2025/26 dilalui tanpa satu pun kemenangan, gol, maupun assist darinya.

Kondisi ini membuat eks penyerang ADO Den Haag itu sulit meyakinkan Kluivert untuk kembali memberinya tempat.

Padahal, Struick sempat dianggap talenta emas ketika pertama kali memilih memperkuat Garuda.

Namun, sejak kepindahannya ke Indonesia, ekspektasi tinggi justru berbalik jadi kekecewaan karena ia belum konsisten di level klub.

2. Kalah Saing dengan Pemain Lain

Persaingan di lini depan skuad Garuda semakin ketat. Kehadiran Ole Romeny menjadi salah satu alasan mengapa Struick tersingkir.

Ole tampil meyakinkan dengan torehan gol saat melawan Australia, Tiongkok, dan Bahrain di ronde ketiga.

Performanya yang stabil membuat Patrick Kluivert lebih percaya kepada striker kelahiran Belanda itu.

Selain Romeny, pemain lokal seperti Yakob Sayuri, Ramadhan Sananta, dan Egy Maulana Vikri juga tampil konsisten.

Hal itu semakin mempersempit peluang Struick untuk kembali jadi pilihan utama.

3. Fokus di Timnas U-23

Faktor lain adalah strategi Kluivert yang ingin memaksimalkan Struick di Timnas Indonesia U-23.

Eks pemain Brisbane Roar itu disiapkan untuk memperkuat skuad Garuda Muda dalam misi lolos ke Piala Asia U-23.

Kehadirannya di level kelompok umur diharapkan bisa jadi tambahan kekuatan bersama Marselino Ferdinan, Witan Sulaeman, hingga Justin Hubner.

Meski begitu, absennya Struick di level senior tetap menimbulkan pro dan kontra.

Publik menantikan bagaimana kiprahnya di ajang U-23, apakah mampu kembali membuktikan diri atau justru makin terpinggirkan. (dam)

Instagram Sassuolo
Instagram Sassuolo
BUAH MANIS PERJUANGAN: Hugo Maxwell Iago tunjukkan kerja keras dan ketekunan berbuah manis dengan medali emas pada kompetisi bergengsi matematika internasional.(IST/RADAR SURABAYA)
BUAH MANIS PERJUANGAN: Hugo Maxwell Iago tunjukkan kerja keras dan ketekunan berbuah manis dengan medali emas pada kompetisi bergengsi matematika internasional.(IST/RADAR SURABAYA)
PRESTASI GEMILANG: Hugo Maxwell Iago bersama Eva Zahora, Kepala SMP Kristen Petra 1 Surabaya (kiri) dan Erato Dido Evandra, Wali Kelas IX (kanan).(INDRA WIJAYANTO/RADAR SURABAYA)
PRESTASI GEMILANG: Hugo Maxwell Iago bersama Eva Zahora, Kepala SMP Kristen Petra 1 Surabaya (kiri) dan Erato Dido Evandra, Wali Kelas IX (kanan).(INDRA WIJAYANTO/RADAR SURABAYA)
Editor : Damianus Bram
#timnas indonesia #Rafael Struick #patrick kluivert #dewa united #fifa matchday