SOLOBALAPAN.COM - Duel dua klub pendiri Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), Persebaya Surabaya dan PSIM Yogyakarta, akan tersaji di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, pada Jumat, 8 Agustus 2025.
Pertandingan ini menjadi laga pembuka Super League 2025/2026.
Persebaya yang musim lalu menduduki peringkat empat besar bertekad menjadi juara di Super League 2025/2026.
Kedatangan pemain mentereng seperti Gali Freitas dan Mihailo Perovic diharapkan mampu mengakhiri puasa gelar selama 21 tahun.
PSIM Yogyakarta datang ke Surabaya dengan semangat tinggi untuk mencetak sejarah dalam comeback mereka ke kasta tertinggi.
Pertemuan ini menandai era baru bagi kedua tim, yang sama-sama mengalami revolusi di kursi kepelatihan.
Persebaya kini dilatih oleh duet Eduardo Perez dan Shin Sang-gyu. Keduanya merupakan figur yang sebelumnya terlibat dalam program Timnas Indonesia.
Eduardo dikenal sebagai arsitek permainan ofensif yang terstruktur, sementara Shin Sang-gyu piawai dalam analisis dan conditioning pemain.
Di kubu tamu, PSIM mempercayakan kendali kepada Jean-Paul Van Gastel, seorang taktik berpengalaman dari Belanda.
Ia datang dengan misi menerapkan filosofi sepak bola modern berintensitas tinggi, sekaligus menargetkan adaptasi cepat PSIM di level tertinggi.
Laga ini juga menjadi momen nostalgia karena merupakan pertemuan pertama kedua tim sejak laga persahabatan pada 2022.
Saat itu, Persebaya menang tipis 1-0. Namun, kondisi kedua tim kini telah berubah drastis dengan komposisi pemain dan filosofi permainan yang berbeda.
Rekam Jejak Kedua Tim
Persebaya menunjukkan tren positif di pramusim dengan menutupnya melalui kemenangan 1-0 atas PSS Sleman. Sebelumnya, mereka juga bermain imbang 2-2 kontra Persik Kediri.
Sebaliknya, PSIM mengalami persiapan yang fluktuatif, termasuk kekalahan 0-6 dari Bali United dan 0-1 dari Barito Putera.
Meski demikian, kemenangan atas PSIS Semarang dan Madura United menunjukkan potensi yang dimiliki tim besutan Van Gastel.
Senjata Utama Kedua Tim
Persebaya mengandalkan trio penyerang Bruno Moreira, Francisco Rivera, dan duet bek tengah asing Dime Dimov-Risto Mitrevski.
Familiaritas pemain dengan atmosfer GBT menjadi aset berharga untuk memaksimalkan energi Bonek.
Di sisi lain, PSIM memiliki amunisi ofensif melalui kecepatan Ezequiel Vidal dan kreativitas Rafinha.
Namun, konsistensi lini belakang yang dihuni oleh Franco Ramos dan Yusaku Yamadera masih menjadi perhatian utama tim tamu.
Prediksi Susunan Pemain
Persebaya Surabaya (4-2-3-1): Ernando Ari; Catur Pamungkas, Dime Dimov, Risto Mitrevski, Dejan Tumbas; Milos Raickovic, Ichas Baihaqi; Gali Freitas, Francisco Rivera, Bruno Moreira; Mihailo Perovic.
PSIM Yogyakarta (4-3-3): Harlan Suardi; Reva Adi Utama, Yusaku Yamadera, Franco Ramos, Raka Cahyana; Rendra Teddy, Ze Valente, Savio Sheva; Ezequiel Vidal, Rafinha, Nermin Heljeta.
Laga ini akan menjadi awal perjalanan panjang bagi kedua tim dalam memperebutkan gelar juara Super League 2025/2026. (dam)
Editor : Damianus Bram