SOLOBALAPAN.COM — Sebuah video menyentuh hati viral di media sosial Instagram, menampilkan atlet muaythai asal Probolinggo, Jawa Timur, yang diarak keliling kampung menggunakan gerobak sederhana.
Adalah Dimas Lukito Wardhana (23), atlet muda asal Desa Tambakrejo, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo, yang diarak warga setempat usai meraih medali emas di ajang Muaythai Asian Championship 2025 di Vietnam.
Video yang diunggah akun Instagram @bolinggodotco telah ditonton lebih dari 1,7 juta kali, dibanjiri emoji cinta dan ribuan komentar dari netizen yang merasa terharu sekaligus geram dengan minimnya apresiasi pemerintah.
Arak-Arakan Gerobak Jadi Simbol Rakyat Menyambut Sang Pahlawan
Dalam video berdurasi kurang dari satu menit itu, Dimas mengenakan jaket kontingen Indonesia, duduk di atas gerobak yang dihias sederhana. Di sekelilingnya, puluhan warga bersorak dan mengelu-elukan namanya.
Tak ada panggung megah, tak ada iring-iringan mobil dinas. Namun sorak-sorai warga dan semangat gotong royong dalam arak-arakan itu jadi bukti kecintaan masyarakat terhadap pahlawan olahraga yang telah mengharumkan nama Indonesia.
Prestasi Tak Main-Main, Medali Emas Asia hingga PON 2024
Dimas bukan atlet sembarangan. Sebelum meraih emas di ajang Asia, ia telah menyumbangkan medali emas dan perak di Pekan Olahraga Nasional (PON) 2024 yang digelar di Aceh dan Sumatera Utara.
Sang ayah, Bani Syarifuddin, mengatakan bahwa penyambutan dengan gerobak merupakan inisiatif warga dan keluarga sendiri, sebagai bentuk syukur atas pencapaian sang anak.
“Kami tidak mempermasalahkan soal penyambutan. Yang penting masyarakat bangga dan Dimas tetap semangat membela bangsa di ajang internasional,” ujar Bani saat ditemui di rumahnya, Senin (30/06/2025).
Netizen: Atlet Juara Asia, Tapi Disambut dengan Gerobak?
Fenomena ini mengundang kritik pedas dari netizen terhadap pemerintah yang dianggap tidak cukup memberi perhatian kepada atlet berprestasi.
Meski demikian, semangat Dimas untuk terus membela Merah Putih tak surut sedikit pun.
Video ini mengetuk hati publik dan menjadi pengingat pentingnya penghargaan yang layak bagi pejuang olahraga nasional. (dam)